BERNASNEWS.COM – Pada awal semester 2020 ini, negara kita Indonesia, tidak luput dari penularan virus Coronan atau Covid-19 dan hingga saat ini ada yang sembuh namun ada pula yang belum sembuh bahkan meninggal dunia.
Tentu saja dengan adanya wabah Covid-19 kita diajak untuk mau merefleksi hidup dan kehidupan, sebab pada awal tahun kita sudah memiliki sekian banyak rencana, cita-cita dan harapan untuk lebih baik dan tentu saja keinginan itu bisa berharap terjadi.
Namun, hari-hari mendatang atau hari esok kita tidak tahu atau tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi, karena semua itu adalah kuasa-Nya. Seperti kematian Didi Kempot sang pelantun campur sari terkenal yang sudah mendunia menghentakan banyak orang karena sedang giat-giatnya menggalang dana dengan konser untuk disumbangkan dalam rangka meringankan upaya pengentasan wabah Covid-19, tiba-tiba menghadap Sang Pencipta. Bahkan rencana konser berikutnya yang sangat mulia bertema Matur Nuwun Gusti Allah yang telah digagas dengan bagus, akhirnya sirna karena Didi Kempot telah tiada. Kata banyak orang ambyar.
Di balik segala musibah tentu dan pasti ada hikmahnya, agar kita semakin waspada terhadap nilai hidup dan kehidupan yang lebih baik, lebih bersahabat, lebih peduli terhadap lingkungan, dan tentunya lebih berdisiplin menanamkan nilai-nilai budaya baru dalam menjaga kesehatan, seperti rutin berolahraga, cuci tangan sehabis berpergian dan sebagainya.
Karena semuanya adalah milik-Nya. Ada pepatah kuno yang mengatakan bahwa “Tak kenal maka tak sayang.” Pepatah kuno ini mau mengatakan betapa pentingnya pengenalan yang mendalam untuk membangun relasi yang lebih baik pada siapa pun tanpa memandang suku, golongan, ras, dan agama. Mungkin ada dari sebagian kita yang sudah kenal dengan lirik lagu dari komunitas Doa Taize ini, Ubi caritas et umor. Ubi caritas Deus ibi est atau Jika kita berbuat kasih kepada sesama, maka Allah hadir sebab Allah adalah kasih (Ziarah Batin, 2013).
Dunia dan negara kita kiranya saat ini juga masih membutuhkan tali persabahatan dengan saling gotong royong yang lebih baik dengan hati kasih mengasihi bersama-sama memerangi wabah Covid-19 agar cepat mereda dari bumi Indonesia.
Ungkapan kasih mudah untuk diucapkan, namun senyatanya tidak mudah untuk mewujudkannnya, kalau dalam lubuk hati tidak tergerak untuk berbuat baik. Di sinilah kita ditantang untuk mau memulai memberi kasih pada orang lain. Terima kasih kepada para anggota TNI dan Polri, relawan, donatur, kelompok-kelompok masyarakat, instansi pemerintah dan swasta, BUMN dari berbagai elemen, termasuk berbagai media, baik media cetak mapun media online, rumah sakit beserta para dokter, perawat, para medis dan seluruh karyawannya yang telah lebih dahulu ikut berbuat kasih dan ikut bertugas dan berempati terhadap Covid-19 yang ada di seluruh Indonesia. Ini merupakan salah satu tindakan kasih yang perlu terus ditumbuhkembangkan.
Dengan adanya wabah Covid-19 ini tidak sedikit para buruh atau tenaga kerja harian, para pedagang kecil baik yang ada di kampung, di pasar, unit-unit UKM, penjaja kuliner, jasa-moda transportasi baik yang online maupun yang regular, jasa perhotelan, rumah makan, café dan sejenisnya mengalami penurunan pendapatan yang sangat tajam. Proses pembelajaran, proses kerja, rapat-rapat, seminar, diskusi menjadi terbatas dan beralih dari tatap muka ke pertemuan melalui media online.
Merefleksi adanya wabah Covid-19 yang belum tuntas ini dan masih terus menerus diupayakan untuk mencegah penyebaran dan penularannya, memang tidak dapat dipungkiri bahwa kita juga semakin sering mohon kepada Tuhan dan menyampaikan permohonan-permohonan kita dengan nada memaksa. Kita maunya Tuhan mengabulkan semua permhonan, namun senyatanya kita sering lupa tidak mampu memenuhi kehendak Tuhan. Hal ini terjadi karena kita kurang memiliki kerendahan hati, padahal kerendahan hati sangat diperlukan dalam beriman dan hidup bersama orang lain. Tentu kita ingat dengan ungkapan Ora et Labora. Doa dan kerja perlu saling melengkapi, bila yang satu terabaikan maka yang lain akan kehilangan semangat atau roh (Ziarah Batin,2014).
Bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei 2020, Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo meluncurkan produk-produk riset untuk percepatan penanganan Covid-19. Sekarang dunia sedang berpacu dalam menangani wabah Covid-19 dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) mampu menjawab dengan karya inovasi nyata. Ini jelas merupakan momentum yang baru bagi kebangkitan bangsa Indonesia di bidang sains dan teknologi, khususnya bidang kesehatan.
Produk riset karya anak bangsa Indonesia yang diluncurkan oleh Presiden Jokowi untuk penanganan Covid-19 meliputi PCR (Polymererase Chain Reaction) Test Kit Covid-19, Rapid Diagnostics Test IgG/IgM Covid-19, Emergency Ventilator#BPPT3S, Imunomodulator Herbal Asli Indonesia, Plasma Convalesence, Mobile Lab BSL (Bio Safety Level) -2, Sistem AI (Artificial Intelligence) untuk deteksi Covid-19, Medical Assistant Robot Raisa dan Autonomous UVC Mobile Robot sampai Powered Air Purifying Respirator (Merdeka.com, 20/5).
Oleh karena itu mari kita bersama-sama terus berdoa sesuai agama masing-masing dan tetap beraktivitas walaupun masih ada sebagian yang bekerja dari rumah (WfH), dengan tetap jaga jarak, berpergian senantiasa memakai masker, sering cuci tangan dan tidak bertemu dalam kelompok banyak orang dan tetap menjaga pola hidup sehat. Dan mari kita terus dukung bersama anjuran pemerintah untuk dapat berdamai hidup dengan Covid-19, supaya segala aktivitas segera normal kembali. Amin. (Z Bambang Darmadi, Dosen ASMI Santa Maria Yogyakarta)











