Opini  

Pendidik Harus Selalu “On Going Formation”

BERNASNEWS.COM –Dua ratus lebih negara di dunia saat ini masih perang melawan wabah Covid-19, termasusuk Indonesia yang awal tahun 2020 juga mengalani Covid-19. Pada sisi lain hari ini, Sabtu 2 Mei 2020 merupakan “Hari Pendidikan Nasional”. 

Tentu saja semangat para pendidik semakin dituntut untuk terus tumbuh berkembang ikut mencerdaskan para siswa dalam kondisi dan situasi yang aktivitasnya terbatas karena masih belum selesai wabah Covid-19 ini. Tugas para pendidik tidak semakin ringan, karena harus terus menerus memerangi kebodohan, lebih-lebih untuk meningkatkan daya saing. Kualitas pendidikan dibutuhkan insan-insan yang unggul (sumber daya berkualitas). 

Dua unsur penting yakni proses pembelajaran dan proses pendidikan merupakan aspek yang krusial dalam menciptakan kualitas sumberdaya insani. Hal ini seperti satu keping mata uang yang masing-masing sisinya tidak dapat dipisah­kan satu dengan yang lain dan harus menjadi satu kesatuan yang bulat-utuh.

Tidak sedikit anggaran pendidikan dari pemerintah untuk memajukan kualitas sumber daya manusia. Maka kita sebagai pendidik semakin dituntut mau menerapkan aspek kualitas secara profesional. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini menjadi pendidik bukanlah pekerjaan yang ringan, sebab di samping bertugas sebagai pengajar, seorang pendidik  juga dituntut juga sebagai pembimbing dan pendamping anak didik yang membutuhkan perhatian secara serius bahkan harus mampu menghasilkan karya ilmiah (berupa buku, penelitian dan sejenisnya) serta kegiatan pengabdian pada masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan.

Dalam mencapai proses pengajaran dan pendidikan yang tepat dan baik, tidak ada jalan lain selain tenaga pendidik harus selalu melakukan On Going Formation. Dalam konteks on going formation, para pendidik perlu memperoleh pembentukan pribadi secara terus-menerus dari intuisi atau lembaga yang bersangkutan. Dalam hal ini proses pembentukan pribadi sebaiknya tidak dilaksanakan dengan paksaan, akan tetapi melalui kesadaran untuk menumbuhkembangkan sebagai kebutuhan dalam pribadi masing-masing pendidik secara berkesinambungan, agar tercipta kualitas mental dan moral yang baik.

Oleh karenanya aspek pengembangan diri bagi seorang pendidik, terutama yang mengangkut teknologi informasi-digital, merupakan suatu tuntutan dan kebutuhan yang harus diupayakan secara terus-menerus. Hal tersebut dimaksudkan untuk menambah wawasan dan cakrawala baru, karena perkembangan pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi berkembang secara dinamis. Karenanya adanya penerapan setifikasi bagi para guru dan dosen menjadi bagian yang sangat penting demi meningkatkan kualitas penganjaran bagi para peserta didik.

Tentu saja konsep long life  education menjadi kebutuhan yang mendasar. Dalam membangun long life education dibutuhkan kesadaran bahwa tugas seorang pendidik merupakan tugas panggilan yang membutuhkan keteladanan, kesabaran dan pelayan bagi para peserta didik yang harus dengan tulus iklas dan kebesaran jiwa untuk mau terus menerus belajar untuk meningkatkan peserta didik menjadi lebih bertumbuh dan berkembang baik serta terus meningkatkan pelayanan secara baik.

Sebenarnya aspek pelayanan yang baik bukan sesuatu yang diminta oleh pengguna jasa, akan tetapi suatu keharusan dari organisasi-perusahaan untuk memberikan jasa/produk yang dapat memberikan nilai tambah (added value) agar tercapainya kepuasan bersama, di samping aspek keramahan tidak dapat diabaikan. Keramahan dengan berbekal komunikasi verbal berupa senyuman saja merupakan praktek yang mudah dilakukan oleh siapa saja, namun persoalannya adalah tidak semua orang mau belajar dengan senyum secara ramah.

Dengan demikian kita harus semakin kreatif dan inovatif dalam menghadapi situasi yang belum tahu pasti kapan Covid-19 berakhir, yang penting kita harus optimis dan berupaya untuk mewujudkan kualitas pendidikan dan  pengajaran yang baik dan harus selalu on going formation.

Henurut hemat saya, untuk mewujudkan hal tersebut memang membutuhkan suatu proses dan keterlibatan semua komponen yang ada dalam organisasi. Karena untuk memajukan organisasi, tidak dapat dikerjakan oleh seorang pemimpin sendiri, karena organisasi adalah kumpulan orang-orang yang perannya satu sama lain saling mendukung, melengkapi dan bekerja bersama serta saling koordinasi dalam menuju satu tujuan, yakni kemajuan dan perkembangan organisasi. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020. (Z Bambang Darmadi, Lektor Kepala dan Dosen ASMI Santa Maria Yogyakarta)