BERNASNEWS.COM – Pandemi virus Corona atau Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih terus terjadi dengan jumlah korban yang fluktuatif, ada yang bertambah, ada yang berkurang, ada yang meninggal dan ada pula yang sembuh. Proses penanganan perlu mendapat respon positif supaya wabah segera berakhir.
Wabah ini akan mereda ketika imunitas masyarakat terbentuk. Dan imunitas sosial dapat terbentuk kalau masyarakat mematuhi dan menjalankan anjuran pemerintah untuk tinggal di rumah, bekerja dari rumah, belajar di rumah dan beribadah di rumah. Ini kunci menekan penyebaran.
Langkah pemerintah menangani wabah Corona sudah benar meskipun tentu ada kekurangan. Model physical distancing, memakai masker bagi siapa saja, work from home, rajin mencuci tangan dimaksudkan untuk meminimalkan penularan. Pasalnya, ada orang-orang yang tidak bergejala dan berpotensi menjadi media penularan ke orang lain sehingga tinggal di rumah merupakan salah satu cara tepat menekan penyebaran.
Kalau soal pasien tidak jujur, karena stigma dan penolakan dari masyarakat, karena ketidaktahuan. Dan, sebenarnya juga tidak selalu pasien tidak jujur. Bisa saja pasien datang dengan serangan jantung, tidak demam, tidak batuk, tidak sesak, baru setelah dirawat muncul gejala demam, batuk dan setelah diperiksa ternyata positif Covid-19. Jadi bukan salah pasien juga.
Harus Disiplin
Masyarakat, siapa pun mereka, harus disiplin menjalankan anjuran yang sudah disampaikan pemerintah. Bahkan hal itu juga telah menjadi ketentuan WHO. Semakin masyarakat disiplin tetap tinggal di rumah, physical distancing, menggunakan masker bagi yang sakit maupun sehat, rajin mencuci tangan, bakal berdampak pada semakin cepat pandemi selesai.
Tetapi memang tidak mudah, ada pekerjaan-pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan di ruma. Ini tentu tetap harus hati-hati dan mematuhi anjuran menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan, menjaga jarak. Saya rasa yang dilakukan sekarang sudah benar dan semoga pandemi segera berlalu..
Mengenai penolakan jenazah, pasien, tenaga kesehatan di berbagai daerah, seharusnya tidak terjadi. Karena hal menunjukkan masih banyak orang yang belum bisa menerima informasi mengenai Corona secara jernih. Penulis sendiri mengalami situasi tidak mengenakkan. Namun, masih banyak yang peduli dan memberikan dukungan.
Pendekatan hukum dan edukasi penting supaya kasus penolakan pemakaman perawat, penolakan perawat setelah pulang bekerja tidak terjadi lagi. Edukasi penting agar masyarakat lebih memahami corona dan tidak termakan hoaks yang terus berseliweran di media sosial. (dr Andreas Arie Setiawan SpPD-KKV, dokter spesialis penyakit dalam konsultan kardiovaskular, kini menjalani isolasi bersama puluhan tenaga medis RS Karyadi Semarang)











