Home Pendidikan Dies Natalis ke-75, SMA BOSA Tetap Berprestasi di Tengah Pandemi

Dies Natalis ke-75, SMA BOSA Tetap Berprestasi di Tengah Pandemi

286
0
Kepala SMA Bosa Yogyakarta Sartana S.PAK MPd. Foto : Dok Pribadi

BERNASNEWS.COM – Pada 1 Agustus 2021, SMA BOPKRI 1 (BOSA) Yogyakarta genap berusia 75 tahun. Sebuah usia cukup matang bagi sebuah lembaga pendidikan formal. Lalu, apa makna peringatan ulang tahun atau Dies Natalis ke-75 SMA BOSA di tengah pandemi Covid-19?

Menurut Kepala SMA BOSA Sartana S.Pak MPd, makna Dies Natalis ke-75 pada 1 Agustus 2021 bagi SMA BOSA adalah tetap berprestasi di masa pandemi. Dalam hal ini berprestasi melayani anak didik dengan sepenuh hati dan melayani tanpa basa basi. Artinya, pandemi Covid-19 bukan alasan untuk tidak bekerja dengan sebaik mungkin demi anak didik di masa depan. Karena anak-anakyng dilayani adalah anak-anak yang akan memimpin dan menyejahterakan kita di kemudian hari kelak.

Karena itu, kita tidak boleh sembrono dalam melayani, mendidik dan menjadi sahabat anak-anak masa depan Indonesia. “Jadi mau menjadi seperti apa mereka ke depan, itu terletak pada hari ini bagaimana kita melayani anak-anak didik tersebut. Pandemi bukan alasan untuk tidak berprestasi,” kata Sartana kepada Bernasnews.com, Senin (1/8/2021).

Menurut Sartana, yang membuat SMA BOSA eksis sampai hari ini, tidak lain dan tidak bukan karena kita menjaga marwah SMA BOSA sebagai kawah candradimuka bagi calon-calon pemimpin bangsa yang sudah diwariskan oleh para pendiri, pemegang kepentingan.

Kampus SMA Bopkri I Yogyakarta di Jalan Wardhani Nomor 2 Kotabaru Yogyakarta. Foto : Dok Bernasnews.com

Selain itu, semangat SMA BOS untuk menjadi pusat layanan terbaik dan menjadi cultur yang disemangati oleh jiwa pelayanan yang menghamba, sehingga masyarakat sangat percaya dengan SMA BOSA sampai hari ini. “Kepercayaan ini sangat mahal, maka kami harus tetap menjaga sampai titik darah penghabisan. Karena terlena sedikit selesai sudah. Artinya jika pelayanan kami kepada anak didik ini tidak berkualitas, maka dampaknya bisa 3 generasi kepemimpinan yang sangat berbahaya. Lihat saja bagaimana para alumni SMA BOSA selalu menemani, menperhatikan dan mengawal SMA BOSA yang sangat dicintai ini,” kata Sartana.

Dalam Dies Natalis ke-75 tahun 2021 banyak karangan bunga yang dikirim di halaman sekolah, ekslusif lagi. Ini tanda bagaimana masyarakat mencintai SMA BOSA dan bunga lambang kemuliaan. “Oleh sebab itu kami sangat berterimakasih kepada para alumni SMA BOSA yang selalu mengawal menemani dan menjadi kawan dalam seperjalanan. Ini penting sekali karena sudah terbukti alumni SMA BOSA sudah menjadi anggota masyarakat yang dibutuhkan dan sudah berperan lebih bagaimana mengaplikasikan ilmu-ilmu kehidupan itu berguna bagi banyak masyarakat,” kata Sartana.

Dalam catatan Bernasnews.com, beberapa alumni SMA BOSA adalah mantan Menteri Kesehatan Letjen TNI Terawan Agus Putranto, mantan Mendagri yang juga mantan Gubernur Jateng Mayjen TNI (Purn) Mardiyanto, Gubernur Jateng saat ini Ganjar Pranowo, Wakil Bupati Sleman saat ini Danang Maharsa.

Menurut Sartana, karena masih dalam masa pandemi Covid-19 dengan penerapan PPKM Level 4, maka kegiatan dalam rangka Dies Natalis ke-75 SMA BOSA dilaksanakan dengan sangat sederhana, ibadah syukur yang dipimpin Pdt Wahyu dari GKJ Wanasari Gunungkidul, tumpengan nasi kuning, yang dimaknai sbg simbol berkah Tuhan yang melimpah kepada keluarga besar SMA BOSA.

Tumpeng dipotong kemudian diserahkan ke perwakilan OSIS sebagai simbol bahwa estafet kehidupan seterusnya kami ajarkan kepada generasi berikutnya untukk tetap dan harus mengasihi sesama tanpa pandang perbedaan. Kemudian potongan tumpeng juga diserahkan kepada perwakilan guru-karyawan sebagai simbol kinerja tim yang solid untuk meneruskan laku hidup dan kehidupan di SMA BOSA yang masih mengemban tugas kemanusiaan.

Karena menjaga marwah sebagai guru yang setia untuk menjaga wibawa profesiyang bermartabat. Dan sebagai hadiah pada Dies Natalis ke-75 tahun 2021, SMA BOSA mempersembahkan peluncuran layanan baru untuk semua civitas akademika yaitu BOSA e-Library yang dirancang kerjasama dengan Gramedia Yogyakarta.

BOSA e-Library menyediakan e-book sangat banyak dan para siswa maupun guru-karyawan bisa membaca buku tanpa harus beli buku. Apalagi di masa oandemi membaca buku tanpa harus keluar rumah. Kami memandang BOS e-Library sangat penting karen kita tidak tahu pandemi Covid-19 sampai kapan, sementara layanan kepada para siswa harus tetap prima dan tetap menjaga semangat bapak dan ibu guru-karyawan, sehingga model pendampingan kami harus tetap prima.BISA BOSA, BOSA BISA. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here