Teks Doa Rosario Hari Minggu, 5 Juli 2026: Panduan Lengkap Peristiwa Mulia

Ilustrasi teks doa Rosario hari Minggu, 5 Juli 2026. (Pixabay.com)

bernasnews – Teks doa Rosario Hari Minggu, 5 Juli 2026, menggunakan Peristiwa Mulia, sesuai tradisi Gereja Katolik.

Doa ini menjadi sarana bagi umat untuk mengenangkan kebangkitan dan kemuliaan Yesus Kristus sekaligus memanjatkan syukur, pujian, serta permohonan kepada Allah melalui perantaraan Santa Perawan Maria.

Doa Rosario dapat didaraskan secara pribadi di rumah, bersama keluarga, maupun dalam persekutuan umat di gereja.

Mengacu pada panduan dari laman Iman Katolik, setiap hari Minggu umat Katolik merenungkan lima Peristiwa Mulia yang mengisahkan perjalanan Yesus setelah kebangkitan-Nya hingga kemuliaan Bunda Maria di surga. Berikut susunan lengkap doa Rosario yang dapat menjadi panduan umat pada Minggu, 5 Juli 2026.

Makna Doa Rosario Peristiwa Mulia

Doa Rosario merupakan salah satu devosi yang sangat dikenal dalam Gereja Katolik. Melalui rangkaian doa dan permenungan, umat diajak semakin mendekat kepada Allah Tritunggal Mahakudus dengan meneladani kehidupan Yesus Kristus bersama Bunda Maria.

Pada hari Minggu, permenungan difokuskan pada Peristiwa Mulia, yakni peristiwa yang menegaskan kemenangan Kristus atas maut dan harapan akan kehidupan kekal bagi seluruh umat beriman.

Doa Pembuka Rosario

Doa Rosario diawali dengan Tanda Salib:

Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Selanjutnya dilanjutkan dengan:

  • Aku Percaya
  • Kemuliaan
  • Terpujilah
  • Bapa Kami
  • Salam Putri Allah Bapa
  • Salam Bunda Allah Putra
  • Salam Mempelai Allah Roh Kudus
  • Kemuliaan
  • Terpujilah

Rangkaian doa pembuka tersebut menjadi persiapan batin sebelum memasuki lima peristiwa yang direnungkan dalam Rosario.

Peristiwa Mulia I: Yesus Bangkit dari Kematian

Peristiwa pertama mengajak umat merenungkan kebangkitan Yesus sebagai kemenangan atas dosa dan maut.

Bacaan Kitab Suci diambil dari Matius 28:5-6:

“Malaikat itu berkata, janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakannya.”

Intensi doa pada peristiwa ini:

“Bapa, mampukanlah kami melanjutkan misi Putra-Mu yaitu memberitakan Injil kepada semua orang agar kerajaan-Mu menjadi nyata di Bumi ini.”

Setelah itu didaraskan:

  • Bapa Kami
  • Salam Maria sebanyak 10 kali
  • Kemuliaan
  • Terpujilah
  • Doa Fatima

Peristiwa Mulia II: Yesus Naik ke Surga

Peristiwa kedua mengenangkan Yesus yang naik ke surga setelah menyelesaikan karya penyelamatan-Nya.

Bacaan diambil dari Kisah Para Rasul 1:9-11:

“Sesudah Ia mengatakan demikian, Ia diangkat ke surga disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Hai orang Galilea, mengapa kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang diangkat ke surga meninggalkan kamu, akan kembali dengan cara yang sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga.”

Intensi doa:

“Bapa, Engkau tumpuan hidup dan harapan kami. Tanamkanlah dalam diri kami keyakinan bahwa Engkau menyertai kami selalu hingga akhir zaman.”

Kemudian kembali didaraskan:

  • Bapa Kami
  • Salam Maria 10 kali
  • Kemuliaan
  • Terpujilah
  • Doa Fatima

Peristiwa Mulia III: Roh Kudus Turun atas Para Rasul

Peristiwa ketiga mengingatkan umat akan pencurahan Roh Kudus yang menguatkan para rasul dalam mewartakan Injil.

Bacaan Kitab Suci berasal dari Kisah Para Rasul 2:2, 4:

“Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk… lalu mereka semua dipenuhi Roh Kudus, dan mulai berbicara dalam bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan.”

Intensi doa:

“Bapa, semoga Roh Kudus-Mu membimbing hidup kami dalam kasih dan kebenaran-Mu, serta menjadikan kami layak dihadapan-Mu.”

Setelah itu dilanjutkan dengan:

  • Bapa Kami
  • Salam Maria 10 kali
  • Kemuliaan
  • Terpujilah
  • Doa Fatima

Peristiwa Mulia IV: Maria Diangkat ke Surga

Peristiwa keempat mengajak umat mengenangkan pengangkatan Bunda Maria ke surga.

Bacaan Kitab Suci diambil dari 1 Tesalonika 4:14,17:

“Jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa dengan perantaraan Yesus, Allah akan mengumpulkan bersama-sama dengan Dia, mereka yang telah meninggal. Sesudah itu kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”

Intensi doa:

“Bapa, berilah kami iman yang hidup, dan jadikanlah kami saksi-Mu di hadapan sesama kami.”

Selanjutnya didaraskan:

  • Bapa Kami
  • Salam Maria 10 kali
  • Kemuliaan
  • Terpujilah
  • Doa Fatima

Peristiwa Mulia V: Maria Dimahkotai di Surga

Peristiwa terakhir mengajak umat merenungkan kemuliaan Bunda Maria yang dimahkotai sebagai Ratu Surga.

Bacaan Kitab Suci berasal dari Wahyu 12:1:

“Tampaklah suatu tanda besar di langit; seorang perempuan berselubungan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang diatas kepalanya.”

Intensi doa yang didaraskan:

“Bapa, satu-satunya sumber kasih sejati, kobarkanlah dalam diri kami semangat kasih-Mu kepada Bunda putera-Mu sebab kami memandangnya sebagai teladan pengikut Yesus.”

Setelah itu umat kembali mendaraskan:

  • Bapa Kami
  • Salam Maria sebanyak 10 kali
  • Kemuliaan
  • Terpujilah
  • Doa Fatima

Dengan menyelesaikan kelima Peristiwa Mulia tersebut, umat Katolik diajak memperdalam iman melalui permenungan atas karya keselamatan Kristus serta keteladanan Bunda Maria.

Doa Rosario menjadi kesempatan untuk mempersembahkan syukur, harapan, dan permohonan kepada Tuhan, baik ketika didoakan secara pribadi maupun bersama keluarga dan komunitas gereja. (anp)