bernasnews – Umat Katolik kembali menjalankan doa Rosario pada Selasa, 9 Juni 2026, dengan merenungkan Peristiwa Sedih.
Doa ini menjadi salah satu bentuk devosi yang mengajak umat mengenang penderitaan, pengorbanan, dan kasih Yesus Kristus yang rela menanggung sengsara demi keselamatan manusia.
Melalui permenungan tersebut, umat diajak memperdalam iman sekaligus meneladani ketaatan Kristus dalam menjalankan kehendak Allah.
Rosario merupakan doa yang telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan rohani umat Katolik. Selain berisi doa-doa pokok Gereja, Rosario juga menghadirkan permenungan atas berbagai peristiwa penting dalam kehidupan Yesus dan Bunda Maria.
Pada hari Selasa, umat merenungkan Peristiwa Sedih yang berfokus pada perjalanan sengsara Yesus sebelum wafat di kayu salib. Setiap peristiwa mengandung makna mendalam tentang pengorbanan, kasih, dan penebusan dosa manusia.
Tanda Salib
Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
Amin.
Aku Percaya
Aku percaya akan Allah, Bapa yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi. Dan akan Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita. Yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria. Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, wafat dan dimakamkan. Yang turun ke tempat penantian. Pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati. Yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Mahakuasa. Dari situ Ia akan datang mengadili orang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang kudus, persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan, kehidupan kekal.
Amin.
Doa Bapa Kami
Bapa Kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah Kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Amin.
Tiga Salam Maria
Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati.
Amin.
(Didoakan tiga kali untuk memohon pertumbuhan iman, harapan, dan kasih.)
Kemuliaan
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad.
Amin.
Peristiwa Sedih Pertama: Yesus Berdoa kepada Bapa-Nya di Surga dalam Sakratul Maut
Renungkan Yesus yang berdoa dengan penuh kesedihan di Taman Getsemani dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Bapa.
Didaraskan:
- 1 Bapa Kami
- 10 Salam Maria
- 1 Kemuliaan
Peristiwa Sedih Kedua: Yesus Didera
Renungkan penderitaan Yesus saat dicambuk dan disiksa sebelum menjalani penyaliban.
Didaraskan:
- 1 Bapa Kami
- 10 Salam Maria
- 1 Kemuliaan
Peristiwa Sedih Ketiga: Yesus Dimahkotai Duri
Renungkan penghinaan yang diterima Yesus ketika para serdadu memakaikan mahkota duri di kepala-Nya.
Didaraskan:
- 1 Bapa Kami
- 10 Salam Maria
- 1 Kemuliaan
Peristiwa Sedih Keempat: Yesus Memanggul Salib ke Gunung Kalvari
Renungkan perjalanan Yesus membawa salib dengan penuh kesabaran menuju tempat penyaliban.
Didaraskan:
- 1 Bapa Kami
- 10 Salam Maria
- 1 Kemuliaan
Peristiwa Sedih Kelima: Yesus Wafat di Salib
Renungkan pengorbanan terbesar Yesus yang wafat di kayu salib demi menebus dosa umat manusia.
Didaraskan:
- 1 Bapa Kami
- 10 Salam Maria
- 1 Kemuliaan
Doa Salam Ya Ratu
Salam, ya Ratu, Bunda yang berbelas kasih, hidup, penghiburan dan harapan kami. Kami semua berseru kepadamu, anak-anak Hawa yang terbuang. Kami mengeluh kepadamu sambil mengeluh dan menangis dalam lembah duka ini.
Maka dari itu, ya pelindung kami, limpahkanlah belas kasihmu kepada kami. Dan Yesus, buah tubuhmu yang terpuji itu, tunjukkanlah kepada kami sesudah pengembaraan kami ini.
Ya Maria, ya Perawan yang murah hati, yang penuh kasih sayang dan manis.
Doa Penutup
Ya Allah, Putra-Mu yang tunggal telah memperoleh bagi kami ganjaran keselamatan kekal melalui hidup, wafat, dan kebangkitan-Nya. Kami mohon, semoga kami yang merenungkan misteri Rosario Santa Perawan Maria yang mulia dapat menghayati apa yang terkandung di dalamnya dan memperoleh apa yang dijanjikannya.
Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.
Amin.
Peristiwa Sedih mengingatkan umat Katolik akan besarnya kasih Allah yang dinyatakan melalui penderitaan dan wafat Yesus Kristus. Setiap peristiwa mengajarkan tentang ketaatan, kerendahan hati, pengampunan, serta kesediaan berkorban demi sesama.
Dengan mendaraskan Rosario secara rutin, umat tidak hanya mengucapkan rangkaian doa, tetapi juga diajak merenungkan misteri keselamatan yang menjadi dasar iman Kristiani.
Peristiwa Sedih secara khusus membantu umat memahami makna pengorbanan Kristus yang membawa harapan dan keselamatan bagi dunia. (anp)












