Panduan Doa Rosario Hari Selasa 26 Mei 2026 untuk Merenungkan Peristiwa Sedih

Ilustrasi doa Rosario hari Selasa, 7 Juli 2026. (Pixabay.com)

bernasnews – Umat Katolik kembali mendaraskan Doa Rosario pada Selasa, 26 Mei 2026, dengan merenungkan Peristiwa Sedih yang menggambarkan sengsara hingga wafat Yesus Kristus di kayu salib.

Rosario hari Selasa menjadi sarana doa untuk mengenang pengorbanan Yesus demi keselamatan manusia sekaligus memperdalam iman melalui renungan atas penderitaan-Nya.

Dalam tradisi Gereja Katolik, Peristiwa Sedih didaraskan setiap hari Selasa dan Jumat. Lima peristiwa yang direnungkan meliputi doa Yesus di Taman Getsemani, Yesus didera, dimahkotai duri, memanggul salib menuju Kalvari, hingga wafat di salib.

Doa Rosario tidak hanya menjadi bentuk devosi kepada Bunda Maria, tetapi juga menjadi momen refleksi spiritual agar umat semakin setia menjalani kehendak Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Susunan Awal Doa Rosario Selasa 26 Mei 2026

Doa Rosario diawali dengan Tanda Salib, dilanjutkan doa Aku Percaya, Kemuliaan, Bapa Kami, serta tiga Salam Maria yang dipersembahkan kepada Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.

Doa pembuka tersebut menjadi pengantar sebelum umat memasuki permenungan lima Peristiwa Sedih.

Tanda Salib

“Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.”

Aku Percaya

“Aku percaya akan Allah,
Bapa yang Maha Kuasa,
Pencipta langit dan Bumi;
Dan akan Yesus Kristus,
Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita;
Yang dikandung dari Roh Kudus,
Dilahirkan oleh Perawan Maria;
Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus;
Disalibkan, wafat dan dimakamkan;
Yang turun ke tempat penantian,
Pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati;
Yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa;
Dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja Katolik yang Kudus,
Persekutuan para kudus,
Pengampunan dosa,
Kebangkitan badan,
Kehidupan kekal.
Amin.”

Peristiwa Sedih Pertama: Yesus Berdoa di Taman Getsemani

Peristiwa pertama diambil dari Injil Matius 26:39 ketika Yesus berdoa kepada Bapa-Nya menjelang sengsara.

“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau berkenan, ambilah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah menurut kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi.”

Melalui peristiwa ini, umat diajak belajar menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan, termasuk saat menghadapi pencobaan dan penderitaan hidup.

Setelah renungan, doa dilanjutkan dengan:

  • 1 Bapa Kami
  • 10 Salam Maria
  • Kemuliaan
  • Terpujilah
  • Doa Fatima

Peristiwa Sedih Kedua: Yesus Didera

Peristiwa kedua diambil dari Markus 15:19-20a yang menggambarkan penghinaan dan siksaan terhadap Yesus.

“Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia, mereka menanggalkan jubah ungu yang dipakai-Nya dan mengenakan lagi pakaian-Nya kepada-Nya.”

Dalam peristiwa ini, umat diajak mengenang penderitaan Kristus sekaligus belajar memikul salib kehidupan dengan penuh kasih dan keteguhan iman.

Doa kembali dilanjutkan dengan:

  • 1 Bapa Kami
  • 10 Salam Maria
  • Kemuliaan
  • Terpujilah
  • Doa Fatima

Peristiwa Sedih Ketiga: Yesus Dimahkotai Duri

Renungan ketiga berasal dari Markus 15:17-18 tentang Yesus yang dimahkotai duri oleh para prajurit.

“Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya diatas kepala-Nya. Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya,”Salam, hai raja orang Yahudi!””

Peristiwa ini mengajarkan umat untuk tetap mengasihi dan mengampuni sesama meski menghadapi perlakuan yang menyakitkan.

Seperti peristiwa sebelumnya, doa dilanjutkan dengan:

  • 1 Bapa Kami
  • 10 Salam Maria
  • Kemuliaan
  • Terpujilah
  • Doa Fatima

Peristiwa Sedih Keempat: Yesus Memanggul Salib ke Kalvari

Peristiwa keempat diambil dari Yohanes 19:16b.

“Sambil memikul salib-Nya, Ia pergi keluar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, yang dalam bahasa Ibrani disebut Golgota.”

Melalui renungan ini, umat Katolik diajak untuk tetap setia memikul tanggung jawab dan penderitaan hidup tanpa kehilangan iman kepada Tuhan.

Rangkaian doa kembali diisi dengan:

  • 1 Bapa Kami
  • 10 Salam Maria
  • Kemuliaan
  • Terpujilah
  • Doa Fatima

Peristiwa Sedih Kelima: Yesus Wafat di Salib

Peristiwa terakhir berasal dari Lukas 23:46 yang menggambarkan wafat Yesus di kayu salib.

“Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa ke dalam tangan-Mu, Ku serahkan nyawa-Ku.” Sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya””

Peristiwa ini menjadi puncak permenungan Rosario Sedih karena menggambarkan kasih Allah yang begitu besar kepada manusia melalui pengorbanan Putra-Nya.

Umat kemudian menutup peristiwa dengan:

  • 1 Bapa Kami
  • 10 Salam Maria
  • Kemuliaan
  • Terpujilah
  • Doa Fatima

Penutup Doa Rosario dan Doa kepada Santo Yusuf

Setelah lima Peristiwa Sedih selesai didaraskan, umat melanjutkan dengan Doa kepada Santo Yusuf.

“Salam, Penjaga Sang Penebus,
Mempelai Santa Perawan Maria.
Kepadamu, Allah mempercayakan Putra-Nya yang Tunggal.
Di dalam dirimu, Maria menaruh kepercayaannya,
Bersamamu, Kristus menjadi manusia.
Santo Yusuf,
Kepada kami, perlihatkan dirimu sebagai seorang bapa,
Dan bimbinglah kami, di jalan kehidupan.
Perolehkan bagi kami rahmat, belas kasih, dan keberanian,
Serta lindungi kami, dari setiap kejahatan.”

Doa Rosario kemudian ditutup dengan Tanda Salib sebagai penanda akhir rangkaian doa.

Melalui Doa Rosario Selasa, 26 Mei 2026, umat Katolik diajak semakin mendalami misteri penderitaan Kristus dan menumbuhkan semangat pengorbanan, pengampunan, serta keteguhan iman dalam kehidupan sehari-hari. (anp)