bernasnews– Jajaran pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Kabupaten Gunungkidul masa bakti 2026–2030 langsung tancap gas.
Mereka menggelar silaturahmi strategis bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gunungkidul di Ding’s Coffee & Eatery, Kapanewon Playen, Rabu (6/5/2026).
Pertemuan ini memantik semangat kolaborasi lintas sektor untuk menggerakkan pola hidup sehat sekaligus membentengi generasi muda dari ancaman pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba.
Para pemangku kepentingan duduk satu meja, menyatukan visi untuk membangun masyarakat Gunungkidul yang sehat, tangguh, dan berdaya. Mereka menyusun langkah konkret yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Ketua PERWOSI Gunungkidul yang juga menjabat sebagai Bupati, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan arah kepengurusan baru. Ia menolak pendekatan seremonial dan mendorong aksi nyata yang terukur. Menurutnya, organisasi tidak boleh berhenti pada perencanaan, tetapi harus menghadirkan dampak langsung.
“Ukuran keberhasilan organisasi ini bukan pada banyaknya program yang disusun, tetapi sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegas Endah.
Ia menempatkan PERWOSI sebagai aktor strategis dalam pembangunan daerah, khususnya melalui pemberdayaan olahraga wanita yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam momen tersebut, Endah menyoroti fenomena mager atau malas gerak yang semakin mengkhawatirkan di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi fisik pelajar yang menurun drastis.
Ia bahkan menyinggung realitas di lapangan, tidak sedikit siswa yang tidak kuat mengikuti upacara bendera. Kondisi ini ia nilai sebagai indikator lemahnya daya tahan fisik sekaligus mental generasi muda.
PERWOSI merancang gerakan senam massal yang menyasar pelajar dari tingkat SD hingga SMA. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kebugaran, tetapi juga menjadi strategi preventif terhadap penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).
“Jika raganya kuat dan sehat, maka jiwanya pun akan kuat. Ini menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Endah dengan nada optimistis.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Wahyu Nugroho, memperkuat pandangan tersebut. Ia menyebut PERWOSI sebagai motor penggerak gaya hidup sehat yang berperan penting dalam membangun ketahanan sosial dan memperkuat persatuan bangsa.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan program. Ia mendorong integrasi kerja antara PERWOSI dengan berbagai instansi, termasuk Dinas Pariwisata serta Dinas Pemuda dan Olahraga.
Melalui sinergi yang semakin solid, PERWOSI Gunungkidul menegaskan langkah besarnya. Mereka tidak hanya ingin menciptakan masyarakat yang sehat secara fisik, tetapi juga kuat secara mental dan sosial. (ef linangkung)












