bernasnews – Tekanan di sektor kesehatan kembali menjadi perhatian di Kabupaten Gunungkidul. Pemerintah pusat menyoroti antrean panjang layanan hemodialisis serta keterbatasan ketersediaan obat di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Kondisi ini dinilai memerlukan langkah penanganan terintegrasi untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal bagi masyarakat.
Rumah sakit daerah di Gunungkidul menghadapi lonjakan pasien yang membutuhkan terapi hemodialisis. Keterbatasan alat dan tenaga medis menyebabkan antrean layanan menjadi panjang.
Terapi hemodialisis merupakan layanan rutin yang tidak dapat ditunda bagi pasien gagal ginjal. Penundaan layanan berpotensi memperburuk kondisi kesehatan pasien.
Kekosongan Obat di Puskesmas
Di sisi lain, sejumlah puskesmas mengalami keterbatasan stok obat. Kondisi ini berdampak pada pelayanan kesehatan dasar, termasuk penanganan pasien dengan kebutuhan khusus.
Salah satu yang terdampak adalah pasien dengan gangguan kesehatan jiwa yang memerlukan obat Long Acting Injection (LAI) untuk terapi berkelanjutan.
Distribusi layanan kesehatan di wilayah Gunungkidul juga menunjukkan ketimpangan. Fasilitas kesehatan di wilayah tengah relatif lebih lengkap dibandingkan daerah pinggiran.
Kondisi ini memengaruhi akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, terutama di wilayah dengan keterbatasan tenaga medis dan sarana.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sukadiono, menyampaikan bahwa pemerintah akan mengambil langkah melalui mekanisme sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian (SKP).
Penanganan akan melibatkan berbagai kementerian guna memastikan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.
“Gunungkidul akan kami jadikan sebagai pilot project dalam penanganan isu kesehatan, khususnya kesehatan jiwa,” ujarnya.
Rencana Tindak Lanjut
Pemerintah juga menyiapkan rencana aksi bersama organisasi perangkat daerah untuk mempercepat implementasi kebijakan di lapangan.
Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki sistem layanan kesehatan, termasuk distribusi obat dan peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan.
Penanganan masalah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem kesehatan daerah. Dengan intervensi terkoordinasi, pemerintah menargetkan peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Gunungkidul. (Eln)











