Hari Ini Puasa ke Berapa 2026? Yuk Amalkan Doa Ramadan 5 Maret

Ilustrasi hari ini puasa hari ke berapa 2026? (Pixabay.com)

bernasnews – Mengetahui tanggal dalam kalender Hijriah memiliki peran penting bagi umat Islam. Hari ini puasa ke berapa?

Penanggalan ini menjadi pedoman dalam menentukan waktu ibadah, seperti puasa Ramadan, zakat, hingga hari-hari besar keagamaan. Oleh karena itu, banyak orang kerap menanyakan hari ini puasa ke berapa di Ramadan 2026?

Pertanyaan tersebut sering muncul karena kalender Hijriah berbeda dengan kalender Masehi yang digunakan sehari-hari. Sistem penanggalan Islam didasarkan pada peredaran bulan (qamariyah), sedangkan kalender Masehi menggunakan perhitungan matahari. Perbedaan metode ini membuat tanggal Hijriah tidak selalu sama dengan tanggal Masehi setiap tahunnya.

Untuk mengetahui secara pasti posisi hari puasa Ramadan, diperlukan konversi antara kedua kalender tersebut. Informasi ini penting agar umat Islam dapat menyesuaikan jadwal ibadah dan memanfaatkan setiap hari Ramadan dengan amalan terbaik.

Artikel ini akan membahas tanggal Hijriah hari ini, posisi puasa Ramadan 2026, serta doa yang dianjurkan untuk diamalkan pada hari tersebut.

Tanggal Hijriah Hari Ini 5 Maret 2026

Berdasarkan konversi kalender Hijriah yang disusun oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, hari Kamis, 5 Maret 2026 bertepatan dengan tanggal 15 Ramadan 1447 Hijriah.

Artinya, umat Islam yang mengikuti kalender tersebut saat ini telah memasuki puasa Ramadan hari ke-15. Momentum ini menandai pertengahan bulan suci Ramadan, sebuah fase yang sering dimanfaatkan untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah.

Pada bulan Maret 2026 sendiri, terdapat dua bulan Hijriah yang berdekatan, yaitu Ramadan dan Syawal. Ramadan merupakan bulan penuh berkah yang diwajibkan bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa, sementara Syawal menjadi bulan setelahnya yang ditandai dengan perayaan Idulfitri.

Memasuki pertengahan Ramadan biasanya menjadi momen refleksi bagi banyak orang. Setelah menjalani puasa selama dua minggu, umat Islam dianjurkan tetap menjaga semangat ibadah dan memperbanyak doa agar Ramadan dapat dijalani dengan maksimal hingga akhir.

Doa Ramadan Hari ke-15

Salah satu amalan yang dianjurkan selama bulan Ramadan adalah membaca doa harian. Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan dalam menjalankan ibadah serta dijauhkan dari berbagai keburukan.

Dalam buku “Doa Harian di Bulan Ramadhan” karya Quito R. Motinggo, terdapat doa yang dianjurkan untuk dibaca pada hari ke-15 Ramadan.

Berikut bacaan doanya:

Tulisan Arab:

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي فِيْهِ طَاعَةَ الْخَاشِعِينَ وَ اشْرَحْ فِيْهِ صَدْرِي بِإِنَابَةِ الْمُخْبِتِينَ بِأَمَانِكَ يَا أَمَانَ الْخَائِفِينَ

Latin:

Allahumarzuqnii fiihi thaa’atal-khaasyi’iin, wasyrah fiihi shadrii bi inaabatil-mukhbitiin, bi amaanika yaa amaanal-khaa’ifiin.

Artinya:

“Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan Ramadan ketaatan sebagaimana orang-orang yang khusyuk beribadah. Lapangkanlah dadaku dengan tobat yang tulus. Wahai Pemberi keamanan bagi orang-orang yang merasa takut.”

Doa ini mengandung makna yang sangat dalam. Umat Islam memohon agar diberikan hati yang khusyuk, kesungguhan dalam bertaubat, serta ketenangan dan perlindungan dari Allah SWT.

Perbedaan Hitungan Puasa Menurut Muhammadiyah

Perlu diketahui bahwa sebagian organisasi Islam di Indonesia menggunakan metode penentuan awal Ramadan yang berbeda. Hal ini menyebabkan jumlah hari puasa bisa saja tidak sama.

Menurut perhitungan Muhammadiyah, 5 Maret 2026 bertepatan dengan puasa Ramadan hari ke-16. Perbedaan ini muncul karena metode penentuan awal bulan Hijriah yang menggunakan pendekatan hisab.

Meski terdapat perbedaan jumlah hari, hal tersebut merupakan hal yang lumrah dalam praktik penentuan kalender Islam. Umat Islam tetap dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk sesuai dengan pedoman masing-masing.

Doa Ramadan Hari ke-16

Bagi yang mengikuti perhitungan tersebut, berikut doa yang dapat dibaca pada hari ke-16 Ramadan.

Tulisan Arab:

اَللَّهُمَّ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوَافَقَةِ الأَبْرَارِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مُرَافَقَةَ الْأَشْرَارِ وَ آوِنيْ فِيْهِ بِرَحْمَتِكَ إِلَى دَارِ الْقَرَارِ بِإِلَهِيَّتِكَ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ

Latin:

Allâhumma waffiqnî fîhi limuwâfaqatil abrâr wa jannibnî fîhi murafaqatal asyrâr wa âwinî fîhi birahmatika ilâ dâril qarâri bi ilâhiyyatika yâ ilâhal ‘âlamîn.

Artinya:

“Ya Allah, berikanlah aku kemampuan untuk mengikuti jalan orang-orang yang saleh di bulan ini. Jauhkanlah aku dari pergaulan dengan orang-orang yang berbuat jahat. Lindungilah aku dengan rahmat-Mu hingga sampai ke tempat yang penuh ketenangan, demi keesaan-Mu wahai Tuhan semesta alam.”

Doa ini menekankan permohonan agar selalu berada di lingkungan yang baik, dijauhkan dari keburukan, serta mendapatkan perlindungan dan rahmat Allah SWT.

Memaknai Pertengahan Bulan Ramadan

Memasuki pertengahan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi ibadah yang telah dilakukan. Jika pada awal bulan semangat beribadah terasa tinggi, maka fase pertengahan ini menjadi kesempatan untuk menjaga konsistensi hingga akhir Ramadan.

Beberapa amalan yang bisa terus ditingkatkan antara lain:

  • Membaca dan memahami Al-Qur’an
  • Memperbanyak doa dan dzikir
  • Melaksanakan salat malam seperti tarawih dan tahajud
  • Bersedekah dan membantu sesama
  • Memperbanyak istighfar dan memohon ampunan

Dengan menjaga amalan tersebut, diharapkan setiap muslim dapat meraih keberkahan Ramadan secara maksimal.

Berdasarkan kalender Hijriah, Kamis 5 Maret 2026 bertepatan dengan 15 Ramadan 1447 H, sehingga umat Islam yang mengikuti kalender tersebut menjalani puasa hari ke-15. Sementara menurut perhitungan Muhammadiyah, tanggal tersebut merupakan puasa hari ke-16 Ramadan.

Mengetahui posisi hari puasa tidak hanya membantu dalam menyesuaikan waktu ibadah, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus memperbanyak amal kebaikan di bulan yang penuh rahmat ini.

Salah satu cara sederhana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah dengan mengamalkan doa harian Ramadan. Dengan doa dan ibadah yang istiqamah, semoga setiap hari di bulan suci ini membawa keberkahan dan mendekatkan kita kepada ridha-Nya. (anp)