Masih Mengenakan Mukena, Wanita Asal Kasihan Bantul Ditemukan Tak Bernyawa di Atas Sajadah

Tragedi di Kasihan, Bantul/Foto: Polres Bantul

bernasnews– Seorang perempuan meninggal dunia dalam posisi telungkup di atas sajadah, masih mengenakan mukena, pada Senin (23/2/2026).

Tragedi itu terjadi di sekitar pukul 18.30 WIB di Dusun Donotirto RT 03, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.

Aparat dari Polsek Kasihan bersama Tim Inafis Polres Bantul dan tenaga medis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa petugas menerima laporan dari warga dan segera melakukan penanganan sesuai prosedur.

Kronologi Tragedi Wanita di Kasihan

Peristiwa bermula ketika Hartilah, adik korban, pulang ke rumah sekitar pukul 18.30 WIB. Ia merasa ada yang janggal saat melihat rumah kakaknya dalam keadaan gelap dengan jendela terbuka.

Ia kemudian mengajak Gabriel Alferdo Lingga, seorang pelajar yang juga tinggal di sekitar lokasi, untuk bersama-sama mengecek kondisi rumah.

Keduanya masuk ke dalam rumah dan menyalakan lampu. Saat cahaya menerangi ruangan, mereka mendapati korban sudah dalam posisi tengkurap di dalam kamar.

Hartilah segera mendekat dan memegang tangan sang kakak. Ia merasakan tangan itu sudah dingin. Ia kemudian memanggil Jumirah, tetangga sekitar, untuk membantu memastikan kondisi korban.

Saat mukena dibuka, mereka melihat darah di sekitar wajah korban. Hartilah lalu memanggil suaminya dan meminta bantuan warga.

Korban berinisial S (64), sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta dan tinggal di Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.

Dari keterangan keluarga dan saksi, korban merupakan penyandang tunarungu. Ia juga memiliki riwayat penyakit asma dan hipertensi, namun jarang memeriksakan diri ke dokter.

Pihak Puskesmas Kasihan I mencatat bahwa korban terakhir kali menjalani pemeriksaan kesehatan pada tahun 2022 dengan riwayat hipertensi.

Hartini, adik tiri korban yang tinggal serumah, mengaku terakhir kali bertemu korban sekitar pukul 12.00 WIB sebelum berangkat bekerja. Sejak saat itu, tidak ada yang mengetahui aktivitas korban hingga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada petang hari.

Petugas dari Puskesmas Kasihan I yang dipimpin dr. Yoga Laksono melakukan pemeriksaan awal di lokasi. Hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya luka luar akibat penganiayaan.

Dokter menduga pendarahan yang keluar dari mulut korban berasal dari gangguan pencernaan seperti tukak lambung atau akibat hipertensi yang tidak terkontrol, yang berisiko memicu stroke atau gangguan jantung.

Temuan Petugas Rumah Sakit

Untuk memastikan penyebab kematian, petugas membawa jenazah ke RS Bhayangkara Polda DIY menggunakan ambulans PMI Bantul. Tim medis melakukan autopsi luar yang dipimpin dr. Idha.

Hasil pemeriksaan menunjukkan beberapa temuan penting.

  • Wajah korban bersih tanpa luka, tapi darah keluar dari hidung dan mulut.
  • Terdapat tanda kekurangan oksigen, yakni kebiruan pada gusi dan tangan.
  • Tidak ada tanda-tanda kekerasan.
  • Perkiraan waktu meninggal dunia antara 2 hingga 8 jam sebelum pukul 22.45 WIB.
  • Luka pada siku kanan diduga terjadi setelah kematian.
  • Dada berbentuk seperti tong mengembang, yang mengarah pada indikasi penyakit kronis seperti asma.

Dokter menyimpulkan bahwa kematian korban kemungkinan besar terjadi secara alami akibat gangguan kesehatan.

Peristiwa yang menimpa wanita Kasihan ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi penderita penyakit kronis seperti hipertensi dan asma. (ef linangkung)