bernasnews – Suasana tenang di Dusun Brajan, Tamantirto, Kasihan, Bantul mendadak berubah menjadi kepanikan pada Minggu, 14 September 2025 pagi.
Seorang pria paruh baya berinisial AAW (57), warga Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman, ditemukan meninggal dunia di kamar mandi kos tempatnya tinggal. Penemuan jasad ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB dan membuat geger penghuni kos maupun warga sekitar.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Keyvin Royan Caesar (23), seorang mahasiswa asal Madiun. Ketika hendak menggunakan kamar mandi, Keyvin mendapati pintu yang sedikit terbuka, keran air masih mengucur deras, dan terlihat bagian kaki seseorang dari celah pintu.
Awalnya ia mengira penghuni kamar mandi hanya sedang berlama-lama. Namun, setelah ia kembali dari aktivitasnya, posisi tubuh tersebut tidak berubah.
Merasa curiga, Keyvin mengetuk pintu berulang kali tetapi tidak mendapat respons. Ia kemudian mencari pemilik kos, Apri Mangudimulyo (49), yang baru saja pulang dari sebuah acara.
Apri langsung memeriksa kondisi di kamar mandi dan mendapati tubuh AAW sudah tergeletak tanpa busana di lantai. Ia segera menghubungi Muhammad Zunanto Wibowo, sopir ambulans Lazizmu Kapanewon Kasihan, untuk mendatangkan tenaga medis.
Tak lama kemudian, dr. Ade Lesmana dari PKU Muhammadiyah Nanggulan datang ke lokasi dan melakukan pemeriksaan sekitar pukul 10.30 WIB.
Hasil pemeriksaan menunjukkan korban tidak lagi memiliki denyut nadi, tidak bernapas, dan refleks pupil tidak berfungsi. Dengan demikian, AAW dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
Menurut penuturan Apri, malam sebelumnya korban sempat mengeluh tidak enak badan dan meminta dipijit pada bagian kakinya. Kondisi kesehatan yang menurun ini diduga membuatnya kehilangan keseimbangan saat berada di kamar mandi.
Luka di Kepala, Diduga Akibat Terjatuh
Beberapa saat kemudian, tim identifikasi Polres Bantul yang dipimpin Aipda Teguh Wijaya bersama tenaga medis dari Puskesmas Kasihan 1 yang diketuai dr. Indri Parameswari tiba untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.
Mereka menemukan bahwa tanda-tanda kematian sudah terjadi lebih dari delapan jam sebelumnya, terlihat dari kaku mayat dan lebam mayat yang telah muncul.
Pemeriksaan juga menemukan adanya cekungan pada bagian kiri bawah kepala korban yang disertai indikasi perdarahan.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga meninggal akibat benturan keras di kepala. Luka tersebut kemungkinan besar terjadi karena korban terpeleset dan terbentur keras di lantai kamar mandi,” ungkap PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto seperti diberitakan tugujogja.id.
Warga Sekitar Geger, Polisi Pastikan Bukan Tindak Kekerasan
Kabar meninggalnya AAW dengan cepat menyebar dan mengundang perhatian warga sekitar. Banyak yang tak menyangka pria yang dikenal pendiam itu ditemukan dalam kondisi tragis.
Pintu kamar mandi sempat sulit dibuka karena terhalang tubuh korban yang tergeletak, membuat suasana di lokasi semakin mencekam.
Polisi menegaskan tidak ada tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban selain luka di kepala. Dugaan sementara, korban terpeleset akibat kondisi tubuh yang sedang lemah dan jatuh dengan posisi kepala membentur lantai kamar mandi yang keras.
Setelah proses olah tempat kejadian perkara selesai, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis lebih lanjut. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban di Sleman terkait proses pemulasaraan.
Iptu Rita mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berada di kamar mandi, terutama saat kondisi tubuh tidak fit.
Ia menekankan pentingnya menjaga keselamatan diri dan memastikan lingkungan kamar mandi tidak licin agar kejadian serupa tidak terulang. (Eln)












