bernasnews – Bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Sejak fajar menyingsing hingga azan magrib berkumandang, umat Islam menjalani hari dengan menahan lapar, dahaga, serta menjaga diri dari segala hal yang dapat mengurangi pahala puasa.
Namun sejatinya, puasa bukan hanya tentang menahan diri secara fisik. Ia adalah perjalanan spiritual yang mengajak setiap Muslim untuk semakin dekat kepada Allah SWT, salah satunya melalui doa harian.
Memasuki hari ke-6 puasa Ramadhan, ada doa khusus yang bisa diamalkan. Doa ini berisi permohonan agar dijauhkan dari perbuatan maksiat, tidak dihukum atas kesalahan yang pernah dilakukan, serta dilindungi dari hal-hal yang dapat mendatangkan murka Allah SWT. Mengamalkan doa harian menjadi salah satu cara menjaga hati agar tetap bersih dan istiqamah selama bulan suci.
Keutamaan Berdoa Saat Berpuasa
Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh ampunan dan keberkahan. Pada bulan inilah pahala dilipatgandakan dan pintu rahmat dibuka selebar-lebarnya. Doa yang dipanjatkan ketika berpuasa memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad bin Hanbal. Nabi Muhammad SAW bersabda:
ثَلاَثٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ :الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَاْلإِماَمُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ
Artinya:
“Ada tiga orang yang tidak tertolak doanya; seorang yang berpuasa hingga berbuka, seorang pemimpin yang adil, dan seorang yang terzalimi.”
Hadits tersebut menjadi pengingat bahwa setiap detik saat berpuasa adalah kesempatan emas untuk memohon ampunan dan pertolongan. Karena itu, membaca doa harian Ramadhan, termasuk doa hari ke-6, menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
Doa Hari ke-6 Puasa Ramadhan
Doa hari ke-6 berisi permohonan agar Allah tidak membiarkan hamba-Nya terjerumus dalam maksiat serta tidak menjatuhkan hukuman akibat dosa yang telah dilakukan. Selain itu, terdapat harapan agar dijauhkan dari segala sebab yang mendatangkan kemurkaan Allah.
Berikut bacaan doa hari ke-6 puasa Ramadhan lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya:
Arab
اللَّهُمَّ لَا تَخْذُلْنِي فِيْهِ لِتَعَرُّضِ مَعْصِيَتِكَ، وَلا تَضْرِبْنِي بِسِيَاطِ نَقِمَتِكَ، وَزَحْزِحْنِي فِيهِ مِنْ مُوجِبَاتِ سَخَطِكَ، بِمَنكَ وَآيَادِيكَ يَا مُنْتَهَى رَغْبَةِ الرَّاغِبِينَ
Latin
Allâhumma lâ takhdzulnî fîhi lita’arrudhi ma’shiyatika, wa lâ tadhribnî bisiyâthi naqimika, wa zahrihnî fîhi min mûjibâti sakhatika, bimannika wa âyâtika yâ Muntahâ raghbatir râghibîn.
Artinya
“Ya Allah, jangan Engkau hinakan aku di dalamnya karena melakukan maksiat kepada-Mu, jangan Engkau siksa aku dengan cambuk kemurkaan-Mu, dan jauhkanlah aku di dalamnya dari sebab-sebab yang mendatangkan murka-Mu, dengan karunia dan anugerah-Mu, wahai puncak harapan orang-orang yang berharap.”
Makna Mendalam Doa Hari ke-6
Jika direnungkan, doa ini bukan sekadar rangkaian kata. Ada pesan spiritual yang sangat kuat di dalamnya.
Pertama, terdapat pengakuan bahwa manusia tidak luput dari kesalahan. Permohonan agar tidak dihinakan karena maksiat menunjukkan kesadaran diri atas kelemahan sebagai hamba. Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan meninggalkan kebiasaan buruk.
Kedua, permintaan agar tidak dihukum dengan “cambuk kemurkaan” Allah menggambarkan rasa takut yang sehat (khauf) dalam diri seorang Muslim. Rasa takut ini bukan untuk menjauh, tetapi justru mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ketiga, doa ini juga berisi harapan agar selalu berada dalam lindungan rahmat dan kasih sayang-Nya. Penutup doa yang menyebut Allah sebagai “puncak harapan orang-orang yang berharap” menegaskan bahwa hanya kepada-Nya segala permintaan dipanjatkan.
Mengapa Doa Harian Penting Diamalkan?
Mengutip dari buku Kumpulan Doa 30 Hari Puasa Ramadhan karya Nurhayati, doa-doa harian selama Ramadhan membantu umat Islam untuk lebih terarah dalam beribadah. Setiap hari memiliki fokus permohonan yang berbeda, sehingga hati terus diingatkan untuk memperbaiki diri secara bertahap.
Mengamalkan doa hari ke-6 puasa Ramadhan bisa dilakukan setelah salat fardu, saat waktu mustajab seperti menjelang berbuka, atau di waktu sepertiga malam terakhir. Konsistensi membaca doa akan melatih hati agar selalu terhubung dengan Allah SWT.
Hari ke-6 puasa bisa menjadi refleksi pribadi. Sudahkah kita menjaga lisan dari perkataan buruk? Sudahkah kita menahan pandangan dari hal yang dilarang? Sudahkah kita menghindari perbuatan yang bisa mengurangi pahala puasa?
Doa ini seakan menjadi pengingat harian agar tidak kembali pada kebiasaan lama yang merugikan diri sendiri. Ramadhan adalah madrasah jiwa, tempat seorang Muslim belajar mengendalikan hawa nafsu dan memperkuat ketakwaan.
Doa hari ke-6 puasa Ramadhan lengkap artinya mengajarkan tentang kerendahan hati, rasa takut kepada Allah, sekaligus harapan besar terhadap rahmat-Nya. Di tengah kesibukan menjalani aktivitas harian, jangan sampai kita melewatkan kesempatan emas untuk berdoa.
Sebab, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, doa orang yang berpuasa termasuk yang tidak tertolak hingga waktu berbuka tiba. Semoga dengan mengamalkan doa ini, kita dijauhkan dari maksiat, diampuni dosa-dosa, dan senantiasa berada dalam lindungan kasih sayang Allah SWT sepanjang Ramadhan dan seterusnya. (anp)












