Doa Setelah Sholat Subuh agar Diberikan Kelancaran Rezeki dan Keberkahan Pagi Hari

Ilustrasi doa setelah sholat Subuh agar diberikan kelancaran rezeki. (Pixabay.com)

bernasnews – Sholat merupakan amalan utama yang tidak terpisahkan dari kehidupan umat Islam. Setiap hari, seorang Muslim diwajibkan menunaikan sholat lima waktu sebagai bentuk ketaatan dan penghambaan kepada Allah SWT.

Setelah sholat, amalan tersebut dianjurkan untuk dilengkapi dengan doa dan dzikir sebagai penyempurna ibadah sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Salah satu waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa adalah setelah sholat Subuh. Doa setelah sholat Subuh biasanya terdiri dari rangkaian bacaan istighfar, dzikir, serta doa permohonan, khususnya memohon ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan amal yang diterima oleh Allah SWT.

Amalan ini diyakini memiliki keutamaan besar karena dilakukan pada waktu pagi yang penuh keberkahan.

Keutamaan Waktu Subuh dalam Islam

Waktu Subuh dikenal sebagai momen spiritual yang istimewa. Pada saat itu, suasana masih tenang, udara terasa bersih, dan hati manusia relatif lebih jernih karena belum disibukkan dengan urusan dunia. Oleh sebab itu, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk memanfaatkan waktu pagi dengan ibadah, khususnya dzikir setelah sholat Subuh.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Ahmad dan Abu Dawud, “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi mereka,”

Hadis ini menunjukkan bahwa pagi hari merupakan waktu yang mustajab untuk memohon keberkahan, termasuk kelancaran rezeki, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Penjelasan Ulama tentang Dzikir Setelah Subuh

Dalam Ensiklopedi Dzikir dan Doa karya Imam An-Nawawi, dijelaskan bahwa dzikir pagi hari setelah sholat Subuh termasuk dalam rangkaian wirid yang senantiasa diamalkan oleh para salafush shalih.

Bacaan seperti istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, serta doa-doa perlindungan menjadi bentuk rasa syukur dan tawakal atas rezeki yang akan diupayakan pada hari tersebut.

Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa siapa saja yang rutin melantunkan dzikir setelah sholat Subuh, maka hatinya akan dijaga dari kegelisahan dan pikirannya dilapangkan dari kesempitan urusan dunia. Amalan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana spiritual untuk memperkuat keimanan dan ketenangan batin.

Hal senada juga ditegaskan dalam buku Panduan Dzikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa waktu terbaik untuk berdzikir adalah sejak selesai sholat Subuh hingga matahari terbit. Waktu ini dipandang sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon kelancaran rezeki serta perlindungan dari berbagai keburukan.

Bacaan Doa Setelah Sholat Subuh

سْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اَللَّهُمَّ ذِي السُّلْطَانِ الْعَظِيمِ . وَذِي الْمَنِ الْقَدِيمِ. وَذِي الْوَجْهِ الْكَرِيمِ. وَوَلِي الْكَلِمَاتِ التَّامَّاتِ وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ عَاقِلِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ مِنْ أَنْفُسِ الْحَقِّ عَيْنِ الْقُدْرَةِ وَالنَّاظِرِينَ وَعَيْنِ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُوْنَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ. وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ. وَمُسْتَجَابُ لُقْمَانِ الْحَكِيمِ. وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُدَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ الْوَدُوْدُ ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيدِ. طَوَّلْ عُمْرِي وَصَحْحْ أَجْسَادِي وَاقْضِ حَاجَتِي وَأَكْثِرْ أَمْوَالِي وَأَوْلَادِي وَحَبِّبْ لِلنَّاسِ أَجْمَعِينَ وَتَبَاعَدِ الْعَدَاوَةَ كُلَّهَا مِنْ بَنِي آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَ الْكَافِرِينَ وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا. وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ. وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلَامٌ عَلَ الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Arab-latin: Bismillaahir rahmaanir rahiim. allaahumma dzis sulthaanil azhiim, wa dzil mannil qadiim, wa dzil wajhil kariim, wa waliyyil kalimaatit taammaati, wad da’awaatil mustajaabah, ‘aaqilil hasani wal husaini, min anfusil haqqi ‘ainil qudrati wan naazhiriina waainil insi wal jinni, wa in yakaadul ladziina kafaruu liyuzliquunaka bi-abshaarihim sami’udz dzikra, wayaquuluuna lammaa innahuu lamajnuun. wa maa huwa illaa dzikrul lil ‘aalamiin. wa mustajaabu luqmaanil hakiim. wa waritsa sulaimaanabni daawuuda ‘alaihimas salaam.

al-waduud dzul ‘arsyil majiid. thawwil ‘umrii, wa shahhih ajsaadii, waqdhi haajatii, waktsir amwaalii wa aulaadii, wahabbib lin naasi ajmaiin. wa tabaaadil ‘adaawata kulla mimbanii aadama ‘alaihis salaam. man kaana hayyaw wa yahiqqal qaulu ‘alal kaafiriin. wa qul jaa-al haqqu wa zahaqal baathil, innal baathila kaana zahuuqaa. wa nunazzilu minal qur- aani maa huwa syifaa-uw warahmatul lil mu’miniin. wa laa yaziiduzh zhaalimiina illaa khasaaraa. subhaana rabbika rabbil ‘ati ammaa yashifuun, wa salaamun ‘alal mursaliin, wal hamdu lillaahi rabiil ‘aalamiin.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, Dzat yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata yang memandang, dari pandangan mata manusia dan jin. Dan, sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, ketika mereka mendengar al-Qur’an dan mereka berkata, ‘Sesungguhnya (Muhammad) benar-benar orang yang gila, dan al-Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat.’ Dan, yang mengijabahi Luqmanul Hakim, dan Sulaiman telah mewarisi Daud As.

Al-Wadud (Allah adalah Dzat Yang Maha Pengasih) yang memiliki singgasana yang Maha Mulia, panjangkan umurku, sehatkan jasad tubuhku, kabulkan hajatku, perbanyaklah harta bendaku dan anakku (pengikutku), cintakanlah semua manusia dan jauhkanlah permusuhan dari anak cucu Nabi Adam As., orang-orang yang masih hidup (di hatinya), dan semoga tetap ancaman siksa bagi orang-orang kafir. Dan, katakanlah, ‘Yang haq telah datang, dan yang batil telah musnah. Sesungguhnya, perkara yang batil itu pasti musnah. Dan, Kami turunkan dari al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dan, al-Qur’an tidak akan menambah kepada orang-orang yang berbuat aniaya, melainkan hanya kerugian. Maha Suci Allah, Tuhanmu, Tuhan Yang Maha Mulia dari sifat-sifat yang diberikan oleh orang-orang kafir. Dan, semoga keselamatan bagi para rasul. Dan, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.”

Memperbanyak dzikir dan doa setelah sholat Subuh merupakan amalan yang sangat dianjurkan bagi setiap Muslim. Selain sebagai bentuk ibadah, amalan ini juga menjadi ikhtiar batin untuk memohon kelancaran rezeki, ketenangan hati, dan perlindungan dari berbagai keburukan.

Dengan menjadikannya sebagai kebiasaan harian, seorang Muslim diharapkan dapat menjalani hidup dengan lebih berkah dan penuh tawakal kepada Allah SWT. (anp)