Bacaan Niat Sholat Subuh Sendiri Lengkap Tata Caranya dari Awal hingga Salam

Ilustrasi bacaan niat sholat Subuh dan tata caranya. (Freepik.com)

bernasnews – Sholat Subuh merupakan salah satu sholat fardhu yang memiliki kedudukan sangat penting dalam ajaran Islam. Ibadah ini dilaksanakan sebanyak dua rakaat dan dikerjakan ketika waktu fajar telah terbit hingga sebelum matahari terbit.

Sebagai rukun Islam kedua, sholat Subuh menjadi kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat.

Agar sholat Subuh sah dan diterima oleh Allah SWT, seorang muslim perlu memahami tata caranya secara benar, mulai dari niat, bacaan, hingga gerakan sholat. Pemahaman ini penting agar ibadah yang dilakukan tidak hanya menggugurkan kewajiban, tetapi juga bernilai pahala dan membawa keberkahan dalam kehidupan.

Keutamaan Menunaikan Sholat Subuh

Sholat Subuh memiliki keistimewaan yang besar dibandingkan sholat fardhu lainnya. Rasulullah SAW menegaskan keutamaan sholat Subuh dalam berbagai hadis. Salah satunya diriwayatkan oleh Ummul Mukminin Aisyah RA:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Artinya: “Dua rakaat sholat sunnah fajar (qobliyah Subuh) lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR Muslim)

Selain itu, Allah SWT menjanjikan surga bagi hamba-Nya yang menjaga sholat Subuh dan Ashar. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari:

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّة

Artinya: “Barang siapa yang mengerjakan dua sholat bardain (Subuh dan Ashar), maka ia akan masuk surga.”

Keutamaan ini menjadi pengingat betapa besar nilai sholat Subuh, sehingga patut dijaga dan dilaksanakan dengan penuh kesungguhan.

Niat Sholat Subuh Sendiri

Niat merupakan bagian penting dalam sholat. Niat sholat Subuh cukup dihadirkan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram, namun dianjurkan untuk memahami lafaznya agar lebih mantap.

Lafaz niat sholat Subuh:

اُصَلّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Arab latin:

Ushalli fardhash shubhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.

Artinya:

“Aku berniat sholat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Subuh Dua Rakaat Lengkap

Berikut urutan sholat Subuh dari awal hingga salam yang perlu diperhatikan:

1. Berdiri Menghadap Kiblat

Sholat dimulai dengan berdiri tegak bagi yang mampu, menghadap kiblat, serta memusatkan pandangan ke arah tempat sujud.

2. Takbiratul Ihram

Mengangkat kedua tangan sejajar telinga (laki-laki) atau dada (perempuan), lalu membaca:

“Allāhu Akbar.”

3. Bersedekap

Letakkan tangan kanan di atas tangan kiri, berada di antara dada dan pusar.

4. Membaca Doa Iftitah

Setelah takbiratul ihram, dianjurkan membaca doa iftitah sebagai pembuka sholat.

اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ”

Arab-latin: Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa’ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

Artinya: Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji hanya kepunyaan Allah. Maha Suci Allah pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku (hatiku) kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin.

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim.”

5. Membaca Surat Al-Fatihah

Setiap rakaat sholat wajib membaca Surat Al-Fatihah.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِیْمِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِیْنَ(1) الرَّحْمٰنِ الرَّحِیْمِ(2) مٰلِكِ یَوْمِ الدِّیْنِﭤ(3) اِیَّاكَ نَعْبُدُ وَ اِیَّاكَ نَسْتَعِیْنُﭤ(4) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِیْمَ(5) صِرَاطَ الَّذِیْنَ اَنْعَمْتَ عَلَیْهِمْ ﴰ غَیْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَیْهِمْ وَ لَا الضَّآلِّیْنَ(7)

Arab-Latin: Bismillahir-rahmanir-rahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin. Ar rahmaanir rahiim. Maaliki yaumid din. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash shiraatal mustaqiim. Shiraatalladzina an’amta ‘alaihim gairal maghdubi ‘alaihim walad daallin.

Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

6. Membaca Surat Pendek

Setelah Al-Fatihah, membaca salah satu surat Al-Qur’an. Pada rakaat pertama dapat membaca Surat Al-Ikhlas. Misalnya pada rakaat pertama, Anda bisa memilih membaca Surat Al Ikhlas. Berikut bacaannya.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ(1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)

Arab-latin: Qul huwallâhu aḫad. Allâhush-shamad. Lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakul lahû kufuwan aḫad.

Artinya: Katakanlah: “Dialah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.”

7. Rukuk

Membungkukkan badan dengan punggung rata sambil membaca:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ

Subhāna rabbiyal ‘azhīmi wa bihamdih.

8. I’tidal

Bangkit dari rukuk sambil mengucapkan:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Arab-latin: Sami Allahu liman hamidah.

Artinya: Allah mendengar orang-orang yang memuji-Nya.

Dilanjutkan dengan doa i’tidal:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Arab-latin: Rabbana lakal-hamdu mil’us-samaawaati wa mil-ul-ardhi wa mil’u maa syi’ta min sya’in ba’du.

Artinya: Ya Allah Tuhan kami! Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Engkau kehendaki sesudah itu.

9. Sujud Pertama

Sujud dengan menempelkan tujuh anggota badan ke lantai sambil membaca:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى

10. Duduk di Antara Dua Sujud

Bangkit dari sujud dan duduk iftirasy dan membaca:

رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى

Arab-latin: Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya: Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah keadaanku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku.

11. Sujud Kedua

Melakukan sujud kedua dengan bacaan yang sama seperti sujud pertama.

12. Berdiri ke Rakaat Kedua

Bangkit berdiri tanpa membaca doa iftitah. Rakaat kedua dilakukan seperti rakaat pertama hingga sujud kedua.

13. Duduk Tasyahud Akhir

Setelah sujud kedua, duduk tawarruk dan membaca tasyahud akhir.

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Arab-latin: At tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaat lillah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahish sholihiin. Asyhadu alla ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.

Artinya: Segala ucapan selamat, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah bagi Allah. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba-Nya dan utusan-Nya.

14. Membaca Sholawat Nabi

Dilanjutkan dengan membaca sholawat Ibrahimiyah.

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Arab-latin: Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammad wa’alaa aali sayyidinaa muhammadin kamaa shallaita ‘alaa sayyidinaa ibraahiima wa’alaa aali sayyidinaa ibrahiima, wabaarik ‘alaa aali sayyidinaa muhammadin wa’alaa aali sayyidinaa muhammadin kamaa baarakta ‘alaa sayyidinaa ibraahima wa ‘alaa aali sayyidina ibraahima, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiidun.

Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.

15. Salam

Sholat ditutup dengan mengucapkan salam dua kali:

“Assalāmu‘alaikum warahmatullāh.”

Demikian penjelasan lengkap mengenai bacaan niat sholat Subuh sendiri beserta tata caranya dari awal hingga salam. Sholat bukan sekadar kewajiban, melainkan sarana utama seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Melaksanakan sholat Subuh dengan tepat waktu dan penuh kekhusyukan membawa banyak manfaat, baik secara spiritual maupun dalam kehidupan sehari-hari. Semoga panduan ini dapat membantu dan menambah semangat untuk selalu menjaga sholat Subuh. (anp)