bernasnews — Sumur Komunal yang bersumber mata air dalam tanah, untuk wilayah Kota Yogyakarta hasil dari penilitan mengandung bakteri Ecoli yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
Berkenan itulah PERUMDA PDAM Tirtamarta Yogyakarta mengimbau kepada warga Masyarakat Kota Yogyakarta khususnya agar mengkonsumsi atau menggunakan air perpipaan yang berasal dari lereng Gunung Merapi, dengan melalui pemasangan instalasi air PDAM Tirtamarta.
Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PERUMDA PDAM Tirtamarta Yogyakarta H. Dani Darmawan, S.H. M.Kn dalam wawancara bersama bernasnews, di ruang kerjanya, di kantor setempat, Jalan Wolter Monginsidi, usai acara pendundian hadiah pelanggan, pada Rabu, 28 Januari 2026.
Dani Darmawan yang dilantik sebagai Direktur Utama PERUMDA PDAM Tirtamarta Yogyakarta oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, pada 9 Januari 2026, mengungkapkan, bahwa sebagai Dirut PDAM telah ditarget oleh Walikota Yogyakarta untuk melakukan Full Service di 14 Kemantren, namun waktunya bertahap untuk satu tahun empat kemantren.
Sebagai apresiasi dan penghargaan kepada pelanggan yang setia dan loyal, PDAM Tirtamarta Yogyakarta juga mengadakan undian berhadiah bagi para pelanggan dengan harapan para pelanggan mau getok tular kepada tetangga atau saudara agar bersedia ikut berlangganan PDAM.
“Tidak mengkonsumsi air tanah yang kelihatannya bening, jernih tidak berasa tetapi mengandung Ecoli. Selain loyal dan setia para pelanggan PDAM, harapan kami juga bisa membayar rekening dengan lancar. Juga undian berhadiah ini kita akan usahakan setiap tahun diadakan,” ujar Dani.
“Kami harus full service kepada pelanggan dengan menyiapkan jaringan distribusi maupun jaringan tersier. Sehingga apabila ada warga masyarakat yang akan mendaftar sudah ada jaringannya, tinggal kita sosialisasikan kepada warga jika ada yang ingin berlangganan bisa langsung terpasang,” tambahnya.
Dani berharap semoga warga masyarakat Yogyakarta juga dapat berpikir dengan cerdas untuk kepentingan kesehatan sehingga yang dikonsumsi air perpipaan dari PDAM dengan pasang baru.
Pihaknya juga memberikan kemudahan – kemudahan kepada masyarakat yang ingin pasang baru terutama dalam promo event – event tertentu.
“Kami ada diskon seperti pada event hari kemerdekaan, ulang tahun PDAM dan ulang tahun Kota Yogyakarta, Semoga di moment tersebut masyarakat dapat memanfaatkan event spesial tersebut. Untuk harga pemasangan baru standar Rp. 500.000, dengan jatah pipa sepanjang 5 meter panjangnya,” jelas Dani.
Dikatakan, untuk menaikan jumlah pelanggan selain sosialisasi dan edukasi, juga didukung oleh para legislatif dan eksekutif Kota Yogyakarta yang ikut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya berlangganan air perpipaan (PDAM). Misalnya, ikut menyampaikan bahwa kondisi air tanah di kota Yogyakarta telah tercemar bakteri Ecoli.
“Pasanya sudah sering ada kasus kejadian akibat Ecoli, padahal tidak dikonsumsi tapi hanya untuk mencuci yang ternyata juga bisa terpapar bakteri Ecoli. Pak Walikota itu sayang pada warganya sehingga beliau juga mengimbau untuk konsumsi air yang higienis, air perpipaan yang sudah disediakan oleh PDAM Tirtamarta Yogyakarta,” tandas Dani. (nun)












