Peziarahan Gua Maria Semanggi, Bantul : Indah dan Nyaman untuk Berdoa

Gua Maria Semanggi di Bantul DIY yang nyaman untuk berdoa kepada Bunda Maria. (Foto : Kiriman Bernadekta KM)

bernasnews – Gua Maria Semanggi terletak di Dusun Sembungan RT 05, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Secara reksa Pastoral, tempat ini masuk dalam wilayah Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Pugeran, Kevikepan Yogyakarta Timur, Keuskupan Agung Semarang (KAS).

Gua Maria Semanggi merupakan satu kesatuan dengan Gereja Salib Suci Gunung Sempu, di bawah pengelolaan Tim Pengelola Tempat Peziarahan Semanggi Sempu. Lokasi gua berada tidak jauh dari jalan raya Kasongan – Kembaran, tepatnya di seberang Klinik Pratama Kasih Bunda – Semanggi.

Di sisi anak tangga menuju Gua Maria, terdapat tempat istirahat berupa bangunan tradisional Jawa : Omah Limasan, yang dapat digunakan sebagai area transit bagi para peziarah. Jalan menuju area Gua Maria cukup menanjak, namun anak tangga cukup lebar.Tersedia juga toilet untuk pengunjung di ujung tangga menuju Gua Maria.

Area pelataran Gua Maria cukup nyaman untuk berdoa, hawa sejuk udara sekitar, karena ditumbuhi oleh banyak pohon dan tanaman hias dan relatif tenang, meski tidak jauh dari jalan raya.Tersedia juga keran sumber air terberkati, gazebo yang cukup luas dan bangunan joglo kecil yang difungsikan sebagai altar jika ada misa.

SEJARAH SINGKAT
Tim Pengelola Tempat Peziarahan Semanggi Sempu mengemukakan, sejarah keberadaan Gua Maria Semanggi dimulai pada sekitar tahun 1965-an. Ketika berakhirnya masa-masa suram akibat kondisi politik pada saat itu, umat Katolik mengalami keresahan, namun juga rindu untuk beribadah dengan tenang dan nyaman, serta berdevosi kepada Bunda Maria.

Pada Tahun 1966-1968, beberapa tokoh awam Katolik dari area sekitar Sembungan, Padokan dan Jogonalan, serta Pugeran yang diprakarsai oleh FX. Wagimin dan E. Suharjendro mulai merintis untuk membangun sebuah taman doa yang teduh, tenang dan sejuk.

Terinspirasi pada konsep Gua Maria dan adanya Sendang Semanggi (mata air sebagai sumber kebutuhan akan air bagi warga setempat) sebagai pralambang awal mula kehidupan, maka para tokoh perintis mencoba untuk mewujudkan gagasan membangun Gua Maria Sendang Semanggi. Namun sayang menemui hambatan
karena pemilik lahan tanah Sendang Semanggi menolak gagasan untuk mendirikan Gua Maria.

Pada tahun 1968-1969, melalui laku prihatin dan doa tiada berkesudahan, para tokoh perintis terus berupaya menemukan jalan untuk mewujudkan kehendak kuat membangun Gua Maria. Mereka akhirnya menemukan dan menentukan titik lokasi Gua Maria, tidak jauh dari lokasi Sendang Semanggi, yaitu di lereng Gunung Pule, sebutan untuk bukit kecil di area perbukitan Sembungan.

P. Mudiharjo, warga pemilik lahan, menghibahkan tanahnya untuk lokasi dibangunnya Peziarahan Gua Maria. Sebuah batu hitam ditanam sebagai penanda lokasi tersebut. Izin lokasi dari otoritas pemerintah setempat dan Kodim Bantul telah dikantongi. Bersama puluhan tenaga bantuan dari pemuda Katolik, para guru, serta para murid SMP St. Belarminus, bergotong royong untuk menata lokasi agar layak digunakan sebagai tempat berkumpul umat yang hendak berdoa dan menjadi lokasi pembangunan Gua Maria.

Pada bulan Mei 1970, bertepatan dengan bulan Rosario hari ke-20 yang jatuh pada hari Rabu Pon, ditahtakan patung Bunda Maria ke dalam goa dalam satu upacara Misa Kudus, dipimpin oleh wakil romo Paroki Pugeran yaitu Romo Pujo Wiyanto, Pr. Misa kudus yang menjadi penanda diresmikannya Gua Maria Sendang Semanggi ini dihadiri oleh kurang lebih 300 umat. Dalam kesempatan ini, romo memberkati Gua Maria, sekaligus Sendang Semanggi. Maka kemudian tanggal terjadinya peristiwa ini, yaitu 20 Mei 1970, disepakati sebagai hari lahir Gua Maria Semanggi.

Pada tanggal 11 Januari 1976, terjadi peristiwa yang memprihatinkan, yaitu perusakan patung Bunda Maria. Maka untuk alasan keamanan, patung Bunda Maria dipindahkan sementara ke Kapel Padokan. Sejak saat itu, kondisi Gua Maria Sendang Semanggi kosong tanpa patung Bunda Maria yang bertahta di dalam gua. Karena jarang dikunjungi dan dipakai untuk berdoa lagi, lokasi Gua Maria di lereng Gunung Pule itu dalam kondisi kurang terjaga kebersihan dan keamanannya, dari rerumputan liar dan tangan-tangan iseng yang merusak.

Keberadaan Gua Maria Sendang Semanggi sebagai satu kesatuan dengan keberadaan Gereja Salib Suci Gunung Sempu sebagai tempat peziarahan, terhubung melalui keberadaan stasi-stasi jalan salib, dari Stasi l di area dekat Gua Maria Semanggi sampai dengan Stasi XlV di area Panti Doa Gereja Salib Suci Gunung Sempu. Tempat ini ditetapkan sebagai entitas spiritual dan lokasi olah batin para peziarah, serta keberadaannya direstui oleh Romo Aleksander Sandiwan Broto, Pr. Kemudian dikukuhkan dan diberkati dalam misa yang dihadiri oleh sekitar 70 umat, dipimpin oleh Romo Ignatius Kuntara Wiryamartana, SJ pada tahun 2011.

Pada Bulan Mei 2014, setelah sekian lama Gua Maria Semanggi kosong, akhirnya Patung Bunda Maria ditahtakan kembali di dalamnya dengan kehadiran patung yang baru yaitu Patung Bunda Maria yang ada saat ini. Kehadiran Patung Bunda Maria yang baru itu kemudian diberkati oleh Romo Paroki Pugeran saat itu, yaitu Romo Paulus Supriya, Pr. Namun sangat disayangkan, pada hari Minggu 5 Juni 2016, patung Bunda Maria itu kembali dirusak oleh tangan-tangan jahat. Kerusakan terjadi di beberapa bagian, yakni pada kaki dan wajah.

Pada tanggal 21 Juni 2017, Gua Maria Semanggi telah resmi mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul dengan Nomor 2662/DPMPT/212/VI/2017.

Selanjutnya pada tahun 2019, Patung Bunda Maria kembali dipercantik dan penataan di lingkungan sekitar gua terus berlanjut dengan pembangunan fasilitas dan sarana pendukung lainnya. Juga penanaman tanaman hias, tanaman keras dan tanaman produksi, yang membuat lingkungan semakin tampak indah, asri, nyaman untuk berdoa dan berdevosi kepada Bunda Maria.

Saat ini, pada Desember 2025, sedang diadakan penataan ulang area parkir yang lebih luas dan aman. Ke depan akan terus dilakukan pengembangan dan pembangunan kawasan peziarahan sesuai Master Plan Paroki.

Bagi Kelompok Peziarah yang datang dengan menggunakan kendaraan besar (medium bus maupun big bus), dapat menghubungi pengelola, agar dapat diarahkan untuk lokasi parkir kendaraannya.

INFORMASI TAMBAHAN
• Penanggung jawab pastoral: Pastor Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran, Yogyakarta.
• Pengelola :Tim PengelolaTempat Ziarah Semanggi Sempu / Gereja Wilayah
• Kontak : Antok : 0815.7515.3385
• Sosial Media
• Instagram : https://www.instagram.com/peziarahansalibsucigs/? pwa=1
• Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?id=61581494142201
• TikTok : https://www.tiktok.com/@peziarahansalibsu

Doa Khusus / Kegiatan Rutin di GMS / Tempat Ziarah : Mendoakan Ujud Peziarah (Setiap Selasa pukul 9.00); Jaga Iman Peziarah setiap malam bersama umat lingkungan di Panti Doa Goa Maria Semanggi / Sempu; Jalan Salib Semanggi – Sempu :Setiap malam Jumat Kliwon, pukul 19.00 WIB. (mar/Bernadekta Kushayati Mawartiningtyas, Umat Paroki Gereja Santa Maria Assumpta Gamping Sleman, DIY)