bernasnews – Tidak banyak destinasi wisata yang mampu mengubah sebuah malam menjadi pengalaman yang lengkap. Di Kaliurang, udara pegunungan yang dingin memang sudah lama menjadi daya tarik.
Namun pada Jumat, 17 Juli 2026 maam, suasana itu mendapat sentuhan lain melalui gelaran D’Kaliurang Blues Night Intimate Concert yang menghadirkan perpaduan musik, kuliner, dan suasana alam dalam satu perhelatan.
Sejak memasuki area D’Plaza, pengunjung disambut atmosfer yang berbeda dari acara hiburan pada umumnya. Sorot lampu panggung memantul pada lanskap terbuka khas Kaliurang, sementara alunan musik mulai mengisi malam yang perlahan semakin sejuk.
Alih-alih mengandalkan kemegahan konser berskala besar, acara ini memilih menghadirkan suasana yang lebih dekat dan personal. Para tamu menikmati pertunjukan dari area jamuan yang ditata nyaman, menciptakan ruang pertemuan antara hiburan dan relaksasi.
Konsep tersebut menjadi bagian dari langkah D’Kaliurang Resort & Convention dalam menghadirkan pengalaman yang melampaui fungsi akomodasi dan venue acara.
Kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata di lereng Merapi itu kini mulai memperkaya daya tariknya melalui agenda hiburan yang terkurasi.
General Manager D’Kaliurang Resort & Convention, Jimmy, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan pengalaman yang meninggalkan kesan bagi para tamu.
“Kami ingin D’Kaliurang Resort & Convention dikenal bukan hanya sebagai tempat menginap atau lokasi penyelenggaraan acara, tetapi juga sebagai destinasi yang menghadirkan pengalaman berkesan,” katanya.
Blues Menjadi Bahasa Universal Malam Itu
Musik menjadi jantung dari keseluruhan acara. Deretan penampil seperti Paul Electone & Saxophone, Ruzan & The Triple Threat, serta Paul & Friends bergantian menghidupkan suasana dengan warna blues yang mengalir santai namun tetap bertenaga.
Panggung semakin hangat ketika Marcelia Lesar tampil membawakan sejumlah repertoar dengan karakter vokalnya yang khas. Penyanyi jazz asal Manado tersebut dikenal luas melalui berbagai kolaborasi bersama musisi internasional, menghadirkan kualitas pertunjukan yang memberi warna tersendiri pada malam itu.
Bagi sebagian pengunjung, daya tarik utama justru terletak pada suasana yang tercipta. Musik tidak sekadar menjadi hiburan latar, melainkan bagian dari pengalaman menikmati malam di tengah lingkungan alam yang tenang.
Penyelenggara juga membuka ruang interaksi melalui berbagai aktivitas seperti permainan, kuis, hingga sesi Open Mic Jam Session. Kehadiran program tersebut membuat acara terasa lebih cair dan melibatkan audiens secara langsung.
Ketika Kuliner Menjadi Bagian dari Pertunjukan
Satu hal yang membuat D’Kaliurang Blues Night Intimate Concert berbeda adalah bagaimana unsur kuliner ditempatkan sebagai bagian penting dari pengalaman acara.
Saat musik mulai mengalun dari panggung, area buffet ramai dikunjungi tamu yang ingin menikmati berbagai sajian yang telah disiapkan.
Kambing guling menjadi salah satu menu yang paling banyak menarik perhatian. Aroma rempah dan daging yang dipanggang perlahan menghadirkan sensasi tersendiri di tengah udara pegunungan.
Pilihan hidangan tidak berhenti di situ. Beragam menu western dan oriental tersaji berdampingan dengan aneka bakmi, hidangan pembuka, serta berbagai menu utama yang disiapkan dalam konsep prasmanan.
Di penghujung santap malam, tamu masih disuguhkan deretan dessert yang tidak kalah menarik. Cake, mousse, puding, buah segar, hingga aneka pastry dan kudapan manis melengkapi pengalaman bersantap yang terasa setara dengan jamuan hotel berbintang.
Perpaduan antara hiburan dan sajian kuliner membuat para tamu memiliki banyak cara untuk menikmati malam, baik melalui musik yang dimainkan di atas panggung maupun cita rasa yang tersaji di meja makan.
Menambah Warna Baru Pariwisata Kaliurang
Selama bertahun-tahun, Kaliurang dikenal sebagai kawasan wisata alam dengan udara sejuk dan panorama pegunungan. Kini, kawasan tersebut mulai menawarkan alasan baru bagi wisatawan untuk datang.
Melalui D’Kaliurang Blues Night Intimate Concert, sebuah malam di Kaliurang tidak hanya menjadi kesempatan untuk menikmati pemandangan lereng Merapi, tetapi juga ruang untuk merasakan perpaduan hiburan, keramahan, dan kuliner dalam satu pengalaman.
Rencana menjadikan D’Kaliurang Blues Night sebagai agenda berkelanjutan menunjukkan upaya untuk menghadirkan pilihan aktivitas yang lebih beragam di kawasan tersebut.
Dengan konsep yang terus berkembang, acara ini berpotensi menjadi salah satu agenda yang dinantikan oleh penikmat musik maupun wisatawan yang mencari pengalaman berbeda di Yogyakarta.
Pada akhirnya, yang membuat malam itu berkesan bukan hanya penampilan para musisi atau deretan hidangan yang tersaji.
Ada suasana yang sulit ditemukan di tempat lain: menikmati musik secara santai, ditemani udara dingin pegunungan, sambil menyaksikan malam bergerak perlahan di kaki Merapi.
Itulah pengalaman yang coba ditawarkan D’Kaliurang Blues Night Intimate Concert kepada setiap tamunya.











