Taman Doa Maria Bunda Penolong Abadi Pojok, Minggir, Sleman DIY

Patung Maria Bunda Penolong Abadi di Desa Pojok, Minggir, Sleman, (Foto : Kiriman Benedekta KM)

bernasnews – Taman Doa Maria Bunda Penolong Abadi Pojok, terletak di desa Pojok, Kalurahan Sendangagung, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurut Reksa Pastoral Gereja, taman doa ini berada di Stasi Yohanes Chrissotomus Pojok, Paroki Klepu, Kevikepan Yogyakarta Barat, Keuskupan Agung Semarang.

Emilius Suyadi, selaku wakil dari keluarga besar Simon Ginokariyo, dan pelaku sejarah dari pembangunan gua ini mengemukakan, taman doa ini mulai dibangun pada 1 Juli 2013 dan selesai pada bulan April 2024, kemudian diberkati pada tanggal 1 Mei 2014 oleh Romo Florentinus Hartanto, dan mulai dibuka untuk para peziarah.

Area Taman Doa Maria Bunda Penolong Abadi berada di lahan seluas kurang lebih 3.741 meter persegi, 1.625 meter persegi merupakan persembahan dari keluarga Simon Ginokariyo dan 2.116 meter persegi dibeli oleh para relawan taman doa. Saat ini kepemilikan taman doa berada dibawah PGPM Paroki Klepu.

Pembangunan taman doa ini diprakarsai oleh Emilius Suyadi dan keluarga besar Simon Ginokariyo serta para relawan taman doa. Dibangun sebagai ungkapan syukur dan terima kasih atas rahmat kesembuhan dan keberhasilan operasi pertama Christina Sutinah, istri dari Emilius Suyadi.

Taman Doa Maria Bunda Penolong Abadi Pojok dibangun diatas sumber mata air yang tak pernah kering, air memancar begitu deras, jernih dan segar dari mata air ini. Lokasi yang berada yang di lingkungan yang teduh, dikelilingi rimbunnya aneka pohon bambu, dan berada tidak jauh dari aliran Sungai Progo ini, memberikan nuansa yang berbeda, dan jarang ditemui di taman doa yang lain. Suara gemericik air yang terdengar samar, membawa ketenangan dan kesejukan, memberikan perasaan damai dan menambah kekhusyukan bagi para peziarah yang datang berdevosi dan berdoa di tempat ini.

Taman doa ini dibuka 24 jam untuk para peziarah. Menurut pengunjung yang penulis temui di lokasi ini, berdoa pada malam hari terasa lebih khusyuk, karena suasana benar benar sangat hening. Para peziarah yang datang berziarah pada malam hari juga tidak perlu khawatir terkait keamanan, karena di taman doa ini juga ada petugas jaga malam .

Secara rutin, setiap Rabu malam pukul 19.00 WIB diadakan doa bersama oleh para relawan taman doa, dan setiap Selasa legi malem Rabu Pahing pukul 22.00 WIB persekutuan doa Dewan Stasi Pojok dan para prodiakon juga mengadakan kegiatan doa novena bersama
Di Taman doa Maria Bunda Penolong Abadi ada dua tempat untuk berdoa bersama Bunda Maria.
Pertama, Gua Maria yang berada di bawah, yang dibangun sebagai persembahanan syukur kepada Tuhan dan Bunda Maria. Pembangunan terispirasi dari pengalaman iman keluarga Simon Ginokariyo yang merasakan bahwa penyertaan dan pertolongan Bunda Maria tidak pernah henti (abadi).

Lokasi kedua adalah Patung Maria yang berada di atas. Patung Maria Bunda Penolong Abadi persembahan dari sahabat Pastor Andreas Suhono CSsR. Patung Bunda Maria yang menggendong anak ini memberikan gambaran bahwa Bunda Maria selalu setia mendampingi anak anaknya.

Di lokasi ini tersedia air suci yang siap minum, yang dapat dinikmati di lokasi ataupun dibawa pulang oleh para peziarah. Tersedia juga gazebo pendopo untuk tempat istirahat atau kegiatan lainnya, yang dapat menampung sekitar 60 orang. Lilin persembahan juga disediakan oleh pengelola, sehingga peziarah tidak perlu khawatir jika lupa membawa lilin untuk berdoa.

Tersedia juga toilet untuk peziarah, dan lokasi parkir untuk sepeda motor dan kendaraan roda empat yang cukup luas. Bagi para peziarah dari luar kota yang menggunakan kendaraan bus, dapat menghubungi Humas Taman Doa, agar dapat diarahkan terkait lokasi parkir kendaraannya.

Emilius Suyadi menyampaikan juga bahwa ke depan rencana akan dibangun rumah khalwat, stasi jalan salib dan sarana prasarana peribadatan yang lain seperti : altar, ruang adorasi dan penataan akses ke lokasi.

Harapan dari pengelola, semoga siapapun yang datang dan berdoa di taman doa ini memperoleh rahmat dan membawa pulang berkat dari Bunda Maria.
(mar/Benedekta Kushayati Mawartiningtyas, Umat Paroki Geerja Maria Assumpta. Gamping, Sleman, DIY)