bernasnews – Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta memperingati Dies Natalis ke-67 dengan menggelar Sidang Terbuka Senat di kampus setempat, Senin (15/12/2025). Dies mengusung tema “Bela Negara dan Demokrasi di Era Global dalam Mendukung Kampus Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045”.
Perayaan ini memperingati perjalanan panjang Kampus Bela Negara selama 67 tahun dalam berbakti untuk bangsa dan memperkokoh visi universitas sebagai Pionir Pembangunan yang Dilandasi Jiwa Bela Negara di Era Global.
Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si. dalam pidato dies mengatakan, tema ini meneguhkan komitmen Kampus Bela Negara terhadap demokrasi sebagai instrumen sistem politik dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sebagai perwujudan Kampus Berdampak menuju Indonesia Emas 2045.
“Tema Dies Natalis ke-67 merupakan penjabaran dari upaya mewujudkan visi UPN “Veteran” Yogyakarta yaitu Menjadi Universitas Pionir Pembangunan yang dilandasi jiwa Bela Negara di era global,” kata dia.
Menurut rektor, UPN “Veteran” Yogyakarta telah mendapatkan pengakuan dari beberapa lembaga eksternal atas kualitas pengelolaan perguruan tinggi dan kontribusinya terhadap pembangunan nasional.
Perayaan Dies Natalis ke-67 menjadi momentum istimewa, sebab UPN “Veteran” Yogyakarta berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang tertuang dalam Surat Keputusan BAN-PT Nomor: 2726/SK/BAN-PT/Ak/PT/IX/2025. Akreditasi Unggul ini menunjukkan bahwa UPN “Veteran” Yogyakarta telah menunjukan kinerja tata kelola kelembagaan yang baik, utamanya dalam bidang Tridharma Perguruan Tinggi.
Salah satu capaian yang berhasil diraih pada 2025 ini adalah, untuk pertama kalinya UPN “Veteran” Yogyakarta mendapatkan kualifikasi “Informatif” dalam hal keterbukaan informasi publik dari Komisi Informasi Publik Republik Indonesia. Predikat Informatif ini mencerminkan perbaikan tata Kelola informasi di Kampus Bela Negara yang harapannya dapat meningkatkan kepercayaan publik kepada institusi.
UPN “Veteran” Yogyakarta terus mengukuhkan diri sebagai salah satu perguruan tinggi yang unggul dalam bidang kebumian dan energi. Dalam hal ini, UPN “Veteran” Yogyakarta mendapatkan kepercayaan dari Badan Geologi sebagai mitra kerjasama dalam eksplorasi mineral dan batubara, bersama dengan tiga perguruan tinggi lain yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Padjajaran (Unpad).
Selain hal itu, UPN “Veteran” Yogyakarta ditunjuk sebagai implementator pertama untuk Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 tahun 2025 untuk mendukung target lifting minyak nasional melalui sinergi Migas Center, SKK Migas, PT. Pertamina, dan pemerintah daerah dalam kerja sama operasi sumur idle di Banyuasin dan sumur tua di Cepu, sebagai wujud nyata Kampus Bela Negara yang berdampak.
Dengan segala raihan prestasi tersebut, Rektor berharap pada usia yang ke-67 tahun ini, UPN “Veteran” Yogyakarta dapat terus memberikan dampak positif bagi Indonesia, sesuai dengan sesanti Widya Mwat Yasa yang berarti menuntut ilmu untuk diabdikan kepada bangsa dan negara dengan hati yang suci, bersih, serta tulus ikhlas.
Hadir dalam kesempatan ini, Dirjen Minerba Kementerian ESDM Dr. Ing. Tri Winarno, S.T., M.T, yang merupakan Alumni Prodi Teknik Pertambangan. Di hadapan Sidang Terbuka Senat, Dirjen Minerba memberikan Orasi Ilmiah bertajuk “Bela Negara dan Demokrasi Pengelolaan Mineral dan Batubara Menuju Indonesia Emas 2045”.
“Melalui orasi ilmiah ini, saya mengajak kita semua membaca keterkaitan antara Bela Negara dan demokrasi, dalam pengelolaan mineral dan batubara, dimana Bela Negara berarti menjaga kedaulatan energi dan industri, sedangkan demokrasi berarti memastikan pengeloalannya secara terbuka, adil, dan benar-benar untuk rakyat,” papar Dirjen Minerba.
Menurut dia, nilai-nilai Bela Negara dalam sektor minerba berarti memastikan sumber daya mineral, dikelola untuk kepentingan nasional. Sedangkan, demokrasi memastikan bahwa pengelolaannya tidak gelap, akuntabel dan memberikan manfaat seluas-luasnya untuk kesejahteraan masyarakat.
Dirjen Minerba memastikan bahwa sektor minerba masih memberikan kontribusi mayoritas pada perekonomian Indonesia, sekaligus menopang capaian target Indonesia Emas 2045 dan target Indonesia keluar dari jebakan kelas menengah (middle income trap) menjadi negara maju (high income country), dengan target pendapatan per kapita sekitar 30.300 dolar AS (sekitar Rp 15 juta per bulan) pada 2045.
Secara historis, lanjutnya, suatu negara bisa mencapai posisi negara maju dengan ditopang industri manufaktur. Di sinilah peran penting sektor minerba sebagai bahan baku industri manufaktur. Karenanya, Presiden Prabowo meletakkan ketahanan energi dan hilirisasi dalam Asta Cita kedua dan kelima.
“Di sinilah nilai-nilai Bela Negara menjadi kebijakan untuk mengurangi kerentanan pasokan, menahan nilai tambah di dalam negeri, dan memberikan kepastian usaha dengan prinsip good governance,” imbuhnya.
Tak kalah pentingnya, hilirisasi berperan untuk mengubah posisi Indonesia dari eksportir bahan mentah menjadi pemain industri. Hilirisasi, lanjutnya, tidak hanya soal ekspor, tetapi juga membangun ekosistem teknologi, keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM), energi, logistik dan tata kelola industri.
Dalam perspektif Bela Negara, hilirisasi memperkuat kemandirian ekonomi. Sedangkan dalam perspektif demokrasi hilirisasi wajib disertai dengan akuntabilitas lingkungan, keselamatan kerja, dan keadilan manfaat kepada masyarakat. Dampak nyata dari hilirasasi antara lain peningkatan peluang kerja dan pendapatan masyarakat.
PENGHARGAAN ALUMNI BERPRESTASI
Peringatan dies menjadi ajang penghargaan bagi insan-insan UPN “Veteran” Yogyakarta berprestasi, mulai dari alumni, dosen, tenaga kependidikan (tendik), hingga mahasiswa. Sejumlah alumni yang telah memegang jabatan strategis, serta pejabat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta turut menghadiri sidang terbuka ini.
Adapun para alumni UPN “Veteran” Yogyakarta yang hadir dan menerima penghargaan sebagai Alumni Berprestasi antara lain, Dr. Ing. Tri Winarno, S.T., M.T. (Dirjen Minerba Kementerian ESDM), Ir. H. Seno Aji, M.Si (Wakil Gubernur Kalimantan Timur), STJ. Budi Santosa, S.T. M. ECON. GEOL (Direktur Perencanaan Sumber Daya Mineral MIND ID), Ir. Budi Anggoro Priyo (COO PT. Trans Pacific Petrochemical Indotama), Harda Kiswaya, S.E., M.M (Bupati Kabupaten Sleman), dan Wawan Harmawan, S.E., M.M. (Wakil Walikota Yogyakarta).
Selanjutnya, Djujuwanto (GM Zona 14 Pertamina Hulu Energi), Bagoes Arya Sena, S.T (Managing Director PT. Parindo Jaya Ows Oil Well Solution), Edi Karyanto, S.T. (Direktur Perencaan Strategis, Portofolio, dan Komersial Pertamina Hulu Energi).
Peringatan dies juga menjadi momentum untuk meresmikan tiga gedung yang selesai dibangun pada 2025, yakni Gedung Layanan Akademik FTME Arie Frederick Lasut (E), Gedung Parkir FTME, dan Gedung Parkir FEB. Seluruh rangkaian acara ini berjalan dengan hikmat dan lancar. Rentetan acara ditutup dengan audiensi pimpinan dan alumni UPN “Veteran” Yogyakarta bersama dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di gedung rektorat. (*/mar)












