Khutbah Jumat 12 Desember 2025, Menjelang Bulan Rajab

Ilustrasi teks khutbah Jumat 12 Desember 2025. (Pixabay.com)

bernasnews – Menjelang datangnya bulan Rajab, umat Islam kembali memasuki masa istimewa dalam penanggalan Hijriyah. Tanggal 12 Desember 2025 yang bertepatan dengan hari Jumat menjadi saat yang tepat bagi para khatib untuk mengingatkan jamaah tentang keutamaan bulan ketujuh ini, sekaligus mempersiapkan diri menyambut rangkaian bulan mulia Rajab, Sya’ban, hingga Ramadhan.

Artikel ini menyajikan teks khutbah Jumat lengkap, memuat penjelasan mengenai pentingnya istighfar di bulan Rajab, serta menghadirkan naskah penuh Khutbah Pertama dan Khutbah Kedua yang bisa digunakan para khatib di masjid mana pun.

Mengapa Khutbah Kali Ini Berfokus pada Bulan Rajab?

Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah, bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Di bulan haram, amal kebaikan dilipatgandakan, sementara perbuatan maksiat diberi balasan yang lebih berat.

Selain itu, memasuki Rajab berarti umat Islam sudah berada di depan pintu menuju Ramadhan. Hanya satu bulan lagi menuju Sya’ban, lalu bulan suci yang dinanti-nanti pun tiba. Karena itu, khutbah Jumat hari ini menjadi pengingat penting untuk memulai perjalanan spiritual yang lebih serius.

Salah satu amalan yang dianjurkan pada bulan Rajab adalah memperbanyak istighfar, sebab para ulama menamakan Rajab sebagai “Syahrul Istighfar” atau bulan memohon ampun.

Keutamaan Istighfar di Bulan Rajab

Rajab adalah momentum istimewa untuk kembali memohon ampun kepada Allah. Para ulama menyebutkan:

رَجَبٌ شَهْرُ الاِسْتِغْفَارِ، وَشَعْبَانُ شَهْرُ الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ، وَرَمَضَانُ شَهْرُ الْقُرْآنِ

“Rajab adalah bulan istighfar, Sya’ban adalah bulan memperbanyak shalawat, dan Ramadhan adalah bulan membaca Al-Qur’an.”

Karena itu, materi khutbah kali ini mengajak jamaah untuk memakmurkan bulan Rajab dengan memperbanyak doa ampunan, termasuk membaca istighfar yang diajarkan ulama:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ

Dianjurkan dibaca 70 kali setiap pagi dan sore sepanjang bulan Rajab.

Selain itu, Rasulullah SAW mengajarkan Sayyidul Istighfar, doa istighfar paling utama yang akan dicantumkan dalam naskah khutbah di bawah.

Teks Khutbah Jumat 12 Desember 2025 Menjelang Bulan Rajab

Disusun berdasarkan materi yang ditulis KH. Abdul Qohir (PP. Syi’aruddin Maduran Lamongan) dan dinarasikan ulang agar runtut dan mudah dipahami.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلهِ الْمَحْمُوْدِ بِكُلِّ لِسَانٍ، الْمَعْبُوْدِ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ، الْمُسْتَوْجِبُ عَلَى عِبَادِهِ الْاِنْقِيَادَ وَالْإِذْعَانْ ، أَحْمَدُهُ عَلَى مَا أَوْلَاهُ مِنَ الْإِحْسَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ يَغْفِرُ ذَنْبًا وَيَكْشِفُ كُرَبًا وَيَضَعُ قَوْمًا وَيَرْفَع آخَرِيْنَ سُبْحَانَهُ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ المَبْعُوْثُ إِلَى النَّاسِ بِالدَّلِيْلِ وَالْبُرْهَانِ، أَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ حَمَلَةِ السُّنَّةِ وَالْقُرْآنِ.أَمَّا بَعْدُ : فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاتَّقُوا اللهَ حَيْثُمَا كُنْتُمْ، فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالٰى : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ (آل عمران: 102) وقال تعالى :يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا [الأحزاب/70-71]

Ma’asyira al-muslimin rahimakumullah,Dalam kesempatan yang mulia ini, saya mengajak kepada diri saya sendiri serta kepada seluruh jamaah marilah senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt. dengan senantiasa menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Marilah kita menggunakan rejeki yang kita terima sebagai wasilah (perantara) menjalankan ketaatan.

Marilah kita senantiasa berpegang teguh kepada Kitab Allah dan Sunnah rasul-Nya sebagai pedoman kehidupan di dunia dan janganlah terpecah belah, sesungguhnya Allah Swt. menjadikan persaudaraan diantara kita semua dan memerintahkan kita untuk saling tolong-menolong dalam ketakwaan dan kebaikan serta memerintahkan kita untuk saling mengingatkan terhadap perbuatan dosa dan kemaksiatan.Maka marilah kita patuhi dan laksanakan perintah Allah baik ketika sendiri atau berkumpul dengan orang lain. Allah akan selalu Memberikan balasan terhadap apa yang diperbuat setiap individu manusia.

Ma’asyira al-muslimin rahimakumullah,Saat ini kita semua berada di dalam Bulan Rajab. Bulan di mana Allah Swt. memulai tiga bulan mulia dengannya, yaitu bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan. Dalam bulan mulia ini kebaikan akan mendapatkan pahala yang besar dan kemaksiatan akan mendapatkan balasan yang berat. Marilah mulai saat ini kita perbaiki amal perbuatan kita, kita tingkatkan ibadah kita, kita perhatikan shalat kita dan shalatnya anak keluarga kita. janganlah pernah kita menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang kita miliki, karena semua yang kita kerjakan pasti akan mendapatkan balasan dari Allah Swt.

Tidaklah kita mendengar Allah Swt. Berfirman:

اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ

Artinya: “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Q.S. al-Mukminun [23]; 115)

Allah Swt. juga Menjanjikan kepada kita:

مَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهٗۚ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِاَنْفُسِهِمْ يَمْهَدُوْنَۙ

Artinya: “Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barangsiapa yang beramal saleh maka mereka sendirilah yang menyiapkan (tempat menyenangkan) untuk dirinya.” (Q.S. ar-Rum [30]; 44)

Ma’asyira al-muslimin rahimakumullah,Bulan Rajab adalah bulan istighfar, oleh karena itu marilah pada bulan ini kita memperbanyak bacaan istighfar dan terus menerus melantunkannya dalam kehidupan kita semua. Ulama berkata:

رَجَبٌ شَهْرُ اْلاِسْتِغْفَارِ، وَشَعْبَانُ شَهْرُ الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ الْمُخْتَارِ، وَرَمَضَانُ شَهْرُ الْقُرْآنِ.

Artinya: “Bulan Rajab adalah bulannya Istihfar, Sya’ban adalah bulannya membaca shalawat kepada Nabi saw. dan Ramadhan adalah bulan memperbanyak bacaan al-Qur’an.

Diantara Bacaan Istighfar yang diajarkan para ulama untuk baca setiap bulan Rajab adalah:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ

para ulama mengajarkan istighfar ini dibaca sebanyak 70 kali setiap pagi dan sore hari selama bulan Rajab.

Diantara ajaran lainnya adalah para ulama mewasiatkan kepada kita semua untuk senantiasa memperbanyak bacaan Sayyid al-Istighfar yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw.:

عن شَدَّادِ بْنِ أَوسٍ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ، قَالَ : سَيِّدُ اْلاسْتِغْفَارِ أَنْ يَقُوْلَ العَبْدُ : اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ.

“Diriwayatkan dari Syaddad ibn Aus r.a. dari Nabi saw., beliau bersabda: “Sayyid al-Istighfar adalah seorang hamba mengucapkan: “Ya Allah, Engkau adalah tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau, yang telah menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu, dan aku atas tanggungan-Mu dan janji-Mu selama aku masih mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat yang telah Engkau berikan padaku, Aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku, Sesunguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.”

(مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِناً بِهَا فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِي فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أنْ يُصْبِحَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ. رواه البخاري

“Barang siapa yang membacanya siang hari dengan hati yang mantap, lalu dia meninggal pada siang hari itu, maka dia termasuk ahli surga dan barang siapa yang membaca pada malam hari dengan hati yang mantap, lalu dia meninggal pada malam itu, maka dia termasuk ahli surga.”

Ma’asyira al-muslimin rahimakumullah,Diriwayatkan dari Ar-Rabi’ ibn Shubaih, bahwa ada empat orang laki-laki mendatangi Hasan al-Basri mengeluhkan empat hal yang berbeda-beda. Orang pertama mengeluhkan gersangnya tanah karena kemarau panjang. Orang kedua mengeluhkan kefakirannya. Orang ketiga mengeluhkan belum memiliki keturunan.

Orang keempat mengeluhkan tentang keringnya tanah kebunnya karena tidak ada sumber air sehingga dia tidak bisa memanen hasilnya. Hasan al-Basri lalu menyuruh mereka semua untuk memperbanyak istigfar kepada Allah.Ar-Rabi’ kemudian bertanya: Wahai Al-Hasan, sekelompok orang datang kepadamu mengeluhkan hal yang berbeda-beda dan meminta solusi untuk permasalahnnya, lalu engkau memerintahkan mereka semua untuk beristigfar? Hasan al-Basri berkata: “Aku tidak mengatakan apapun bersumber dari diriku sendiri, aku hanya menyampaikan ibarat dari firman Allah yang menceritakan Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya. Allah Swt. Berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.” (Q.S. Nuh [71]; 10)

يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

“Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.” (Q.S. Nuh [71]; 11)

وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

“Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan menjadikan untukmu kebun-kebun dan menjadikan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Q.S. Nuh [71]; 12)

Oleh karena itu semua -Ma’asyira al-muslimin rahimakumullah,- marilah kita memperbanyak bacaan istighfar sebagai wasilah memohon ampunan Allah Swt. dan mencari ridhaNya. Semoga Allah Swt. Memberikan kekuatan, rahmat dan taufikNya agar kita mampu mengoreksi kesalahan dalam diri kita, sehingga hati kita akan sadar dan senantiasa memperbanyak bacaan istighfar memohonan ampunan Allah Swt. agar mendapatkan ridha Allah dan Rasul-Nya kelak di hari kiamat. Amin amin amin ya Rabb al-‘Alamin.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ .اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ .بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِىْ وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِىْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِى وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ اْلأَحَدِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْفَرْدُ الصَّمَدُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَفْضَلُ مَنْ وَحَّدَ، أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنَ بِلَا عَدَدْ.أَمَّا بَعْدُ : أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا اللهَ فِي السِّرِّ وَالْعَلَنْ، وَاحْذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنْ، وَاعْلَمُوْا أَنَّكُمْ مَجْزِيُّوْنَ بِأَعْمَالِكُمْ، وَمُحَاسَبُوْنَ عَلَى أَقْوَالِكُمْ وَأَفْعَالِكُمْ، فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ [الزلزلة/7-8]

هَذَا وَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ فِيْ مُحْكَمِ تَنْزِيْلِهِ، بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا [الأحزاب/56]

أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى خَيْرِ خَلْقِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَارْضَ اَللَّهُمَّ عَنْ صَحَابَتِهِ الَّذِيْنَ عَمِلُوْا بِسُنَّتِهِ، وَاهْتَدَوْا بِهَدْيِهِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.أَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، أَللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَانْصُرْ جُيُوْشَ الْمُوَحِّدِيْنَ، وَأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَسَائِرَ أَنْوَاعِ الْبَلَاءِ وَالْفَحْشَاءَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبٰى، وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكَمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْ لَكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

Khutbah Jumat 12 Desember 2025 ini menekankan bahwa Rajab adalah waktu terbaik untuk memperbanyak taubat, memperhalus hati, dan memperkuat persiapan menuju Ramadhan. Semoga khutbah ini menjadi panduan bagi para khatib dan bermanfaat bagi seluruh jamaah. (anp)