bernasnews — Usia harapan hidup di Kota Yogyakarta cukup tinggi, berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), usia harapan hidup di Kota Yogyakarta mencapai 75,73 tahun pada tahun 2025. Angka ini merupakan yang tertinggi di Indonesia.
Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, usia harapan hidup laki-laki di Kota Yogyakarta adalah 73,40 tahun, sedangkan perempuan mencapai 77,03 tahun. Tingkat usia harapan hidup yang tinggi ini menunjukkan bahwa kualitas kesehatan masyarakat Kota Yogyakarta sangat baik.
Adalah ibu Sumartini Binti Sudarmo, salah seorang warga Kota Yogyakarta yang dapat disebut kualitas kesehatan sangat baik tersebut. Ibu yang telah sepuh yang akrab disapa Bu Hartono oleh para tetangganya itu, hari ini tepat berusia 101 tahun, lahir di Pemalang, 9 Desember 1924.
“Ibu Sumartini dulu ngasto (bekerja) sebagai Kepala Personalia Fakultas Pertanian UGM hingga pensiunnya. Bahkan ibu sering guyon kalau masa aktif kerja dibandingkan dengan masa pensiun, lebih lama masa pensiunnya,” kata Tatik dan Nanik, dua putrinya, saat ditemui bernasnews, di rumahnya Jalan Langensuryo, Kampung Suryoputran, Yogyakarta, Selasa (9/12/2025).
Menurut Tatik, ibu Sumartini sejak dahulu mudanya memang sudah peduli terhadap kesehatan baik kesehatan badan atau raga juga kesehatan jiwa. Penglihatan dan daya ingat atau memorinya juga masih bagus, hanya pendengarannya yang berkurang sehingga untuk kelancaran komunikasi keluarga memakai media whiteboard dan spidol.
“Kami menuliskan kalimat demi kalimat dan ibu yang membaca pesan-pesan kami, kan nggak elok kalau komunikasi mbengok-mbengok nanti dikira oleh tetangga tega membentak ibu. Bahkan untuk membaca pun hingga kini masih rajin membaca Al Quran, sedangkan untuk koran langganan berhenti karena dirasa hurufnya bertambah kecil,” ujar Indra dan Hoho, putra Ibu Sumartini.
Lanjut Tatik menambahkan, terkait tips-tips ibu berumur panjang hingga kini mencapai usia yang ke-101 tahun sebenarnya tidak ada. Olahraga juga hanya pas tindak (jalan) saja, dan Ibu Sumartini adanya hanya rasa ikhlas dan narimo.
“Meskipun kagungan gaji sendiri, ibu tidak suka jajan atau kulineran. Ibu kala masih kuat lebih suka memasak sendiri apapun lantaran hobinya sejak muda memasak, Dan saat sudah usia sepuh ini untuk dahar juga cukup mudah yang penting tidak pedas” imbuh Nanik, yang juga seorang tokoh Kampung Suryoputran dan penggiat sosial di Kelurahan Panembahan.
Pernikahan Ibu Sumartini yang dari Pemalang, Jawa Tengah dengan Bapak R. Hartono Sastro, dari Jogja dikarunia 6 anak, terdiri 2 putra dan 4 putri. Dari putra putrinya turun 15 cucu dan 20 buyut, yang tersebar di Jogja, Klaten – Jawa Tengah, dan Palembang, Sumatera Selatan.
Sebagai rasa syukur Ibu Sumartini menapaki usia yang ke-101 tahun, keluarga besar menggelar acara pengajian tasyakuran, yang dihadiri oleh puluhan ibu-ibu jamaah Masjid Wiworojati dan Mushola Aisyiah, Kampung Suryoputran. Juga ibu-ibu tetangga sekitar rumah, di Jalan Langensuryo, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta. (ted)












