Panduan Doa Rosario Hari Selasa, 21 Oktober 2025: Renungan dan Urutan Lengkap Peristiwa Sedih

Ilustrasi Doa Rosario hari Selasa, 21 Oktober 2025 dengan Peristiwa Sedih. (Pixabay.com)

bernasnews – Doa Rosario merupakan salah satu bentuk devosi yang sangat penting dalam kehidupan umat Katolik. Melalui doa ini, umat diajak merenungkan kisah keselamatan yang dijalani oleh Yesus Kristus bersama Bunda Maria.

Pada Hari Selasa, 21 Oktober 2025, Gereja Katolik mendoakan Peristiwa Sedih (Peristiwa Duka), yang mengajak setiap umat untuk menghayati penderitaan Yesus dalam perjalanan menuju salib.

Artikel ini akan memandu Anda mengikuti panduan doa Rosario lengkap untuk Hari Selasa, 21 Oktober 2025, mulai dari pembuka hingga penutup, termasuk doa-doa dan renungan di setiap peristiwa.

Makna Doa Rosario Hari Selasa

Rosario bukan sekadar rangkaian doa yang diulang, tetapi merupakan meditasi mendalam atas karya keselamatan Yesus. Setiap butir manik pada Rosario mengingatkan kita akan kasih dan pengorbanan Tuhan. Pada hari Selasa, umat Katolik berfokus pada lima peristiwa sedih, yaitu:

  1. Yesus berdoa kepada Bapa di Taman Getsemani.
  2. Yesus didera.
  3. Yesus dimahkotai duri.
  4. Yesus memanggul salib ke Golgota.
  5. Yesus wafat di salib.

Urutan Doa Rosario Hari Selasa, 21 Oktober 2025

1. Pembukaan Rosario

Tanda Salib:

Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Aku Percaya:

Aku percaya akan Allah, Bapa yang Maha Kuasa, Pencipta langit dan bumi;
dan akan Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita;
yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria;
yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus,
disalibkan, wafat, dan dimakamkan;
yang turun ke tempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati;
yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa;
dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang kudus, persekutuan para kudus,
pengampunan dosa, kebangkitan badan, dan kehidupan kekal. Amin.

Kemuliaan:

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Bapa Kami:

Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu;
datanglah kerajaan-Mu; jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.

Salam Maria tiga kali:

  1. Salam Putri Allah Bapa

  2. Salam Bunda Allah Putra

  3. Salam Mempelai Allah Roh Kudus

Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati. Amin.

Kemuliaan:

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Terpujilah:

Terpujilah nama Yesus, Maria, dan Yosef, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Peristiwa Sedih 

Peristiwa Pertama:

Yesus Berdoa kepada Bapa di Taman Getsemani

“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau berkenan, ambillah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah menurut kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi.” (Matius 26:39)

Renungan:
Yesus menunjukkan ketaatan yang sempurna pada kehendak Bapa. Dalam doa ini, kita diajak untuk menyerahkan segala kecemasan dan penderitaan kepada Allah dengan penuh kepercayaan.

Bapa Kami

Salam Maria 10 kali

Kemuliaan

Terpujilah

Doa Fatima:

Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami. Selamatkanlah kami dari api neraka,
dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga, terlebih jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu. Amin.

Peristiwa Kedua:

Yesus Didera

“Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, meludahi-Nya, dan berlutut menyembah-Nya.” (Markus 15:19-20)

Renungan:
Dalam deraan dan penghinaan, Yesus tetap sabar dan penuh kasih. Ia menanggung penderitaan untuk menebus dosa manusia. Kita diajak belajar menerima penderitaan dengan kasih dan pengharapan.

Ulangi urutan doa seperti pada peristiwa pertama:

Bapa Kami

Salam Maria (10 kali)

Kemuliaan

Terpujilah

Doa Fatima

Peristiwa Ketiga:

Yesus Dimahkotai Duri

“Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya.” (Markus 15:17-18)

Renungan:

Yesus yang dimahkotai duri mengajarkan kita arti kerendahan hati dan kasih tanpa batas. Dalam penghinaan, Ia tetap mengasihi dan mengampuni musuh-musuh-Nya.

Ulangi urutan doa seperti sebelumnya:

Bapa Kami

Salam Maria (10 kali)

Kemuliaan

Terpujilah

Doa Fatima

Peristiwa Keempat:

Yesus Memanggul Salib ke Golgota

“Sambil memikul salib-Nya, Ia pergi ke tempat yang bernama Golgota.” (Yohanes 19:16)

Renungan:
Yesus menanggung salib dengan penuh kasih dan tanpa keluhan. Dalam perjalanan hidup, kita pun dipanggil untuk memikul salib masing-masing dengan iman yang teguh dan kesabaran.

Doakan seperti pola sebelumnya:

Bapa Kami

Salam Maria (10 kali)

Kemuliaan

Terpujilah

Doa Fatima

Peristiwa Kelima:

Yesus Wafat di Salib

“Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” (Lukas 23:46)

Renungan:
Yesus menyerahkan nyawa-Nya demi keselamatan dunia. Pengorbanan-Nya adalah puncak kasih Allah kepada manusia. Melalui wafat-Nya, kita diselamatkan dan dibebaskan dari dosa.

Doakan urutan yang sama:

Bapa Kami

Salam Maria (10 kali)

Kemuliaan

Terpujilah

Doa Fatima

Doa Penutup Rosario

Doa kepada Santo Yosef

Salam, Penjaga Sang Penebus,
Mempelai Santa Perawan Maria.
Kepadamu, Allah mempercayakan Putra-Nya yang tunggal.
Di dalam dirimu, Maria menaruh kepercayaannya.
Bersamamu, Kristus menjadi manusia.
Santo Yosef, perlihatkanlah dirimu sebagai seorang bapa,
bimbinglah kami di jalan kehidupan,
perolehkan bagi kami rahmat, belas kasih, dan keberanian,
serta lindungilah kami dari segala kejahatan. Amin.

Tanda Salib Penutup:

Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Makna dan Ujud Doa Rosario

Rosario tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga menjadi bentuk doa bagi sesama. Dalam setiap rangkaian doa, umat dapat mempersembahkan lima ujud doa, seperti:

  1. Untuk keselamatan dunia dan perdamaian antarbangsa.
  2. Untuk keluarga, agar hidup dalam kasih dan kesetiaan.
  3. Untuk orang sakit dan menderita.
  4. Untuk pertobatan para pendosa.
  5. Untuk jiwa-jiwa di api penyucian agar diterima di surga.

Melalui Panduan Doa Rosario Hari Selasa, 21 Oktober 2025 ini, umat Katolik diundang untuk merenungkan penderitaan Kristus dan meneladani ketaatan-Nya kepada Bapa. Dengan hati yang tulus dan doa yang mendalam, Rosario menjadi jalan menuju kedamaian batin dan kedekatan dengan Allah.

***