bernasnews — Gudeg adalah makanan tradisional khas Jogja, terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan dan rempah-rempah, sehingga memiliki rasa yang manis dan gurih. Gudeg juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner Nusantara yang keberadaannya pun telah merambah di berbagai kota di Indonesia.
Salah satunya juga ada di kota Denpasar, Provinsi Bali, dengan nama “Warung Gudeg Jogja Joglo Bu Retno”, resto yang berkonsep warung berhias pernak pernik khas Jogja ini berada di Jalan Badak Agung, Sumerta Kelod, Denpasar Timur. Buka setiap hari kecuali hari Minggu, dari jam 08:00 – 17:00 WITA.
“Usaha kuliner Gudeg Jogja ini diawalinya pada tahun 2009, di Jalan Arjuna lantaran lokasi warung cukup jauh dari rumah dan kemudian juga bermunculan usaha serupa maka kami memutuskan bergeser pindah di sini (Badak Agung),” kata Retno Arya Bayuaji kepada bernasnews, Rabu (27/8/2025).
Ibu asli Jogja yang didampingi suaminya asli Bali ini mengungkapkan, bahwa bahan-bahan untuk memasak gudeg cukup mudah didapatkan di pasar lokal setempat namun juga ada bahan yang berkaitan dengan resepbumbu yang di datangkan langsung dari Jogja.
“Cita rasa gudeg benar-benar kami jaga sebagaimana cita rasa autentik gudeg Jogja. Tidak hanya sekadar rasa manis dan gurih saja namun juga ada sentuhan khas sehingga gudeg buatan kami juga disuka oleh para wisatawan manca negara. Itu bedanya dengan gudeg lainnya,” ujar Retno.
“Interior dan nuansa warung juga kami hiasi dengan pernak pernik barang seni khas Jogja seperti gerabah Kasongan, patung orang membatik, sepeda onthel, becak, lampu petromax, dan lain sebagainya. Inilah yang membuat para pelanggan betah karena merasa kembali ke Jogja,” imbuh mantar penyiar RRI, penggemar seni dan hobi melukis ini.
Retno pun mengaku, pelanggannya kebanyakan adalah orang Jogja atau orang yang pernah tinggal di Jogja untuk sekolah maupun bekerja. Bahkan juga ada beberapa artis ibu kota yang menyempatkan untuk mampir usai dari berwisata atau selepas dari pagelarannya di Bali.
Warung Gudeg Jogja Joglo Bu Retno juga menerima pesanan gudeg dengan kemasan kotak dos, besek (kota anyaman bambu) maupun gudeg dengan wadah kendil yakni gerabah/ terakota khasnya Jogja untuk buah tangan atau oleh-oleh.
“Selain gudeg, kami juga menerima pesanan kue-kue camilan khas Jogja seperti lemper, pastil, ketan bubuk, cothot dari ketela, dan lain sebagainya,” pungkas Retno. (ted)












