Mahasiswa PLK UNY Ajak UMKM Kulon Progo Naik Kelas, Dorong Rebranding Digital Produk Rengginang

Proses penggorengan rengginang. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Rengginang adalah camilan tradisional khas Indonesia, makanan berbahan beras ketan yang ditanak, dibumbui kemudian dibentuk bulat pipih yang dijemur hingga kering dan digoreng ini sering muncul di saat lebaran atau hajatan warga masyarakat umum.

Pengembangan produk rengginang dalam pemasarannya menjadi salah satu program oleh Mahasiswa Program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yakni kegiatan rebranding digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun Duwet, Banjarharjo, Kalibawang, Kulon Progo, DIY.

Fokus utama kegiatan ini salah satunya adalah membantu pengembangan identitas merek dan pemasaran digital pada usaha rengginang “Leo” milik warga setempat. Kegiatan ini digagas dan diinisiasi oleh kelompok mahasiswa PLK yang diketuai oleh Entin Listiani bersama sembilan anggota mahasiswa PLK UNY lainnya.

Program ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung transformasi UMKM naik kelas untuk menuju era digital. Dalam pelaksanaannya, tim PLK melakukan berbagai pendampingan, mulai dari pembuatan katalog produk, pembuatan QRIS, Linktree, email, fotografi produk hingga pemanfaatan platform digital media sosial untuk memperluas jangkauan pasar.

Ketua Kelompok PLK UNY, Entin Listiani, mengemukakan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Menurut Entin, melalui rebranding digital ini, pihaknya ingin membantu UMKM tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kami berharap inovasi sederhana seperti perbaikan kemasan dan pemasaran digital dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penjualan,” ujar Entin, Senin (27/4/2026).

Ia juga menambahkan, bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga partisipatif dengan melibatkan pemilik usaha dalam setiap proses, sehingga hasilnya dapat berkelanjutan.

Ditemui terpisah, pemilik usaha rengginang merek Leo, Iswanta, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh mahasiswa PLK UNY. Menurutnya, program ini memberikan wawasan baru yang sebelumnya belum pernah ia terapkan dalam menjalankan usahanya.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Saya jadi lebih memahami pentingnya tampilan produk dan cara memasarkan secara online. Sekarang produk kami terlihat lebih menarik dan siap bersaing,” ungkap Iswanta.

Ia pun berharap pendampingan semacam ini dapat terus berlanjut agar UMKM di wilayahnya semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PLK UNY tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat. Program rebranding digital ini diharapkan menjadi langkah awal bagi UMKM di Dusun Duwet untuk bertransformasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi desa. (*/ ted)