bernasnews – Sekolah Dasar (SD) Marsudirini Yogyakarta mengikuti tiga cabang kompetisi di ajang kompetisi regional GreenMech 2025 di Semarang, Jawa Tengah, 11 Januari 2025. Kemudian dilanjutkan di Kompetisi Nasional GreenMech 2025 di Universitas Katolik Parahyangan Bandung, 26 – 27 April 2025.
Akhirnya melalui Perwakilan Asosiasi World GreenMech di Indonesia mengundang Tim “Java Sparrow 6” SD Marsudirini Yogyakarta yang telah menjadi Juara 3 Kompetisi Nasional GreenMech Junior Science 2025 untuk mengikuti Kompetisi World GreenMech 2025 (WGM25) di Providence University, Taichung, Taiwan, 7 Agustus 2025.
Hasil yang didapat yaitu medali Honorable Award atas nama Mikael Nathan Pramudya dan Gregorius Melvino Hermawan untuk cabang GreenMech Junior Science. SD Marsudirini Yogyakarta menjadi satu-satunya Sekolah Dasar yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam ajang internasional di Taiwan.
“Kami sangat senang dan bangga karena dapat berkompetisi di Negara lain, di Taiwan dan mewakili Indonesia dan berhasil mendapat medali Honorable Mention,” kata Nathan dan Melvino.
World GreenMech 2025 diikuti 386 tim, yang terdiri atas 1.258 siswa-siswi SD, SMP, dan SMA dari delapan negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Mongolia, India, Hong Kong, dan Taiwan. Kompetisi ini menggunakan prinsip saintifik yang menggabungkan lima aspek pembelajaran dengan istilah STEAM (Science, Technology, Engineering, Art and Mathematics).
GreenMech merupakan kompetisi membuat struktur mekanika Rube Goldberg Machine menyenangkan yang menghubungkan berbagai fungsi dari mekanika dan green energy melalui langkah kompleks dan kreatif untuk menyelesaikan tindakan sederhana.
“Sebagai orangtua yang menyekolahkan anak kami di SD Marsudirini Yogyakarta, tentu mendukung untuk kegiatan GreenMech yang dapat menambah pembelajaran semakin mendalam terutama di bidang Sains dan Teknologi,” kata Febrina Punggawati dan Theodora Uly Kusuma Puspitasari, orangtua dari Melvino dan Nathan.
Kepala SD Marsudirini 1 Yogyakarta Sr. Rachel, OSF., M.Pd. mengemukakan, “Sekolah mendukung penuh kegiatan dan kompetisi Sains yang dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap anak dalam era digital ini.”
GreenMech Junior Science adalah kompetisi membuat dua projek mekanika sederhana yaitu mobil menggunakan energi inersia dan bidang miring yang dapat berjalan menuju target dengan skor tertinggi serta kereta gantung menggunakan katrol dengan misi menyelamatkan sandera. Kompetisi ini diperuntukkan bagi anak sekolah dasar dan berkelompok terdiri atas dua siswa.
Kebanggaan bertambah dengan keikutsertaan Kepala SD Marsudirini 2 Yogyakarta FX. Oktaf Laudensius, S.Si., M.M. sebagai pelatih dan juga juri GreenMech Junior tingkat Internasional di Taiwan.
“Menjadi pelatih dan sekaligus juri GreenMech Junior tingkat Internasional menguatkan untuk semakin berbagi melalui pembelajaran Sains yang bermakna bagi anak-anak,” kata dia.
(mar/F.X. Oktaf Laudensius, S.Si., M.M., Kepala SD Marsudirini 2 Yogyakarta)











