News  

Cakupan MBG Gunungkidul Makin Luas, Dua Dapur Sehat Baru Beroperasi Layani Ribuan Warga

Program Makan Bergizi Gratis/Foto: ef linangkung

bernasnews – Langkah besar dalam pemenuhan gizi masyarakat kembali tercatat di Kabupaten Gunungkidul. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus memperluas cakupan layanan.

Dua dapur sehat baru di Ponjong dan Karangmojo bersiap menyajikan menu sehat, sementara empat dapur lain tengah dikebut pembangunannya.

Jumlah dapur sehat kini melonjak jauh melampaui proyeksi awal, mencerminkan tingginya komitmen untuk memastikan tak ada warga yang tertinggal dalam pemenuhan gizi.

Komandan Kodim 0730/Gunungkidul Letkol Inf Roni Hermawan menegaskan, jumlah dapur sehat di wilayahnya terus bertambah seiring waktu.

Ia menyebut lokasi terbaru berada di Padukuhan Jeruksari, Kapanewon Wonosari, serta di Kapanewon Gedangsari yang mulai melayani sejak awal Agustus 2025.

“Yang di Gedangsari beroperasi per 4 Agustus 2025 kemarin,” ungkap Roni, Kamis, 14 Agustus 2025.

Beroperasinya dapur di Gedangsari menjadi kabar gembira bagi warga wilayah utara Gunungkidul.

Pelajar, ibu hamil, dan ibu menyusui kini ikut merasakan manfaat program yang dirancang untuk menekan angka kekurangan gizi dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Sejarah dan Target MBG Gunungkidul

Jika menengok ke belakang, Februari 2025 menjadi titik awal perjalanan MBG di Gunungkidul.

Saat itu, hanya dua dapur yang berjalan, yakni dapur sehat di kompleks Kodim dan dapur mandiri di Kapanewon Tepus.

Kini, jumlahnya telah berlipat menjadi empat dapur aktif yang setiap hari menyajikan makan siang bergizi secara gratis.

Roni menjelaskan, upaya perluasan layanan dilakukan tanpa jeda. Sejumlah dapur sehat dibangun secara mandiri oleh pihak-pihak yang bermitra dengan Badan Gizi Nasional.

Sebenarnya ada dua dapur lagi yang belum beroperasi, yaitu di Ponjong dan Karangmojo yang menunggu waktu kick off.

“Empat lainnya masih dibangun di Saptosari, Baleharjo, Semin, dan Purwosari,” tuturnya.

Menurut Roni, komitmen ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Awalnya, kebutuhan dapur sehat di Gunungkidul diperkirakan mencapai 40 unit.

Namun, setelah mempertimbangkan jarak dan jumlah penerima manfaat, target itu bertambah menjadi 53 unit.

“Contohnya di Kapanewon Wonosari saja, dengan jumlah sekolah, pelajar, serta ibu hamil dan menyusui yang besar, butuh 10 dapur. Rata-rata satu dapur melayani 3.000 orang per hari,” tegasnya.

Dengan skala layanan yang terus melebar, MBG di Gunungkidul kini bukan sekadar program pemenuhan gizi.

Ia telah menjadi gerakan bersama yang menyatukan pemerintah, aparat, dan masyarakat untuk memastikan bahwa setiap sendok nasi yang dihidangkan membawa harapan dan masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak negeri.