News  

Muhammadiyah Gunungkidul Diberi Kesempatan Dirikan 5 Dapur Umum untuk Layanan MBG Siswa Sekolah Internal

Ilustrasi | Muhammadiyah Gunungkidul siap dirikan 5 dapur umum untuk program pemenuhan gizi siswa. (Ist)
Ilustrasi | Muhammadiyah Gunungkidul siap dirikan 5 dapur umum untuk program SPPG. (Ist)

bernasnews — Muhammadiyah Gunungkidul mendapat kesempatan untuk mendirikan lima dapur umum sebagai bagian dari program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendukung kebutuhan gizi siswa internal Muhammadiyah.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional yang menyasar siswa PAUD, TK, SD, hingga SMA di lingkungan Muhammadiyah.

Hanya Lima Titik Disetujui, Persiapan Dikebut

Ketua Pemuda Muhammadiyah Gunungkidul, Muhammad Ardha, mengungkapkan bahwa awalnya Muhammadiyah direncanakan mendirikan enam titik dapur umum. Namun, karena keterbatasan jumlah siswa yang memenuhi kriteria, hanya lima titik yang ditetapkan.

“Jumlah siswa kami sekitar 18 ribu, dari berbagai jenjang pendidikan. Namun, tidak semuanya memenuhi syarat untuk pelaksanaan program ini,” jelas Ardha.

Lokasi kelima titik dapur umum tersebut masih dirahasiakan dan saat ini sedang dalam tahap koordinasi dengan pihak wilayah maupun nasional. Pihak Muhammadiyah terus mengebut persiapannya.

“Kemarin sudah ada koordinasi awal melalui Zoom. Kami diminta menjelaskan kesiapan daerah, dan Alhamdulillah, lahan untuk pembangunan sudah kami siapkan,” imbuhnya.

Lima titik SPPG tersebut telah mendapatkan ID resmi sebagai bentuk pengakuan kesiapan administratif.

Ardha menambahkan bahwa seluruh kesiapan fisik dan sumber daya diserahkan kepada masing-masing amal usaha Muhammadiyah yang akan menjadi tuan rumah dapur umum tersebut.

Verifikasi BGN Jadi Tahap Krusial

Namun, program ini belum bisa berjalan sebelum melalui proses verifikasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Verifikasi ini meliputi peninjauan lokasi, kesiapan pembangunan, serta keterlibatan tenaga ahli gizi.

“Kita ingin betul-betul melibatkan masyarakat sekitar dan tenaga profesional agar dapur umum ini tidak hanya sekadar proyek, tapi juga membawa dampak sosial dan kesehatan nyata,” tegasnya.

Muhammadiyah Gunungkidul menegaskan komitmennya untuk ambil peran aktif dalam upaya peningkatan gizi siswa. Muhammadiyah ingin menjadi pelopor dalam pelayanan gizi berbasis pendidikan.

“Ini adalah peluang yang harus kita ambil,” ungkap Ardha.

Sebagai informasi, beberapa pilot project SPPG telah berjalan lebih dulu, di antaranya di MBS Prambanan, Universitas ‘Aisyiyah (Unisa), dan Madrasah Mu’allimin Yogyakarta.