bernasnews – Selama tujuh bulan pertama tahun 2025, Kabupaten Gunungkidul mencatat capaian signifikan dalam sektor pariwisata. Berdasarkan data resmi Dinas Pariwisata setempat, sebanyak 1.618.244 wisatawan telah datang berkunjung hingga 31 Juli 2025.
Jumlah tersebut tidak hanya menggambarkan antusiasme wisatawan, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardana, menyampaikan bahwa hingga akhir Juli, realisasi PAD dari sektor pariwisata telah mencapai Rp16.840.389.480. Angka ini setara dengan 52,56 persen dari target tahun 2025 yang dipatok sebesar Rp32.040.349.900.
“Kami optimistis target akan tercapai bahkan terlampaui, melihat tren kunjungan yang terus meningkat, terutama di musim liburan sekolah dan akhir pekan,” ujar Windu dikutip dari kabarjawa.com pada Minggu, 3 Agustus 2025.
Pantai Drini Tarik Perhatian, Wisata Buatan Semakin Diminati
Dari sejumlah destinasi wisata di Gunungkidul, Pantai Drini menjadi primadona dengan jumlah kunjungan tertinggi. Tidak hanya keindahan pantainya yang menarik minat pelancong, pengembangan berbagai wahana buatan di sekitar lokasi juga berkontribusi dalam menciptakan pengalaman wisata yang lebih variatif.
“Pantai Drini sekarang paling ramai. Ada wahana buatan yang makin menarik pengunjung. Orang tak hanya datang untuk berenang atau bersantai di pasir, tapi juga mencari suasana baru,” jelas Windu.
Namun, dominasi Pantai Drini tidak menutup peluang bagi pantai lain untuk bersinar. Destinasi seperti Kukup, Ngrawe, Slili, Sadranan, dan Buluk juga mencatatkan angka kunjungan tinggi.
Hal ini didukung oleh peningkatan infrastruktur, penyediaan fasilitas parkir, serta keamanan bagi wisatawan yang kian membaik.
Langkah strategis dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul turut mendorong pertumbuhan ini. Dinas Pariwisata terus mengintensifkan promosi, memperbaiki akses jalan menuju lokasi wisata, serta bekerja sama dengan pelaku usaha lokal.
Atraksi budaya, kuliner khas, hingga wisata buatan menjadi bagian dari paket pengalaman yang ditawarkan kepada wisatawan.
“Kami terus berupaya menambah daya tarik, tidak hanya alam tetapi juga atraksi buatan, kuliner lokal, dan pengalaman budaya,” tambah Windu.
Peran kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan komunitas lokal juga disebut turut memperkuat sektor ini. Mereka berkontribusi dalam menjaga kebersihan, menyambut wisatawan dengan keramahan, dan mendukung berbagai aktivitas pariwisata berbasis masyarakat.
Windu menyebut, dengan melihat tren saat ini, target kunjungan wisatawan sebanyak 2.948.195 orang pada 2025 kemungkinan bisa dicapai lebih cepat dari jadwal.
Terlebih lagi, bulan Agustus dan Desember diprediksi akan mengalami lonjakan kunjungan signifikan seiring dengan datangnya libur nasional dan perayaan budaya.
“Kami berharap masyarakat terus menjaga kualitas pelayanan, kebersihan pantai, dan kenyamanan wisatawan. Dengan cara itu, Gunungkidul tetap menjadi pilihan utama pelancong,” tutupnya. (Eln)












