Sebuah Catatan Kecil dari Alegoris 2025: Kotagede Menjadi World’s Capital of Silver Product

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, S.E., M.M. (Nuning Harginingsih/ bernasnews)

bernasnews — Sebanyak 30 pengusaha dan pengrajin perak dengan kegiatan berupa perbaikan desain pruduk kerajinan bekerja sama dengan Pusat Desain Industri Nasional milik Pemerintahan Kota Yogyakarta.

Kegiatan itu bertujuan agar perak yang dulu menjadi andalan bisnis kerajinan di Kotagede bisa kembali lagi berjaya. Dengan semangat Kotagede menjadi World’s Capital of Silver Product, yang diawali dari penyelenggaraan event Alegoris 2025.

“Alegoris pada tahun – tahun sebelumnya sudah mengangkat berbagai potensi Kotagede, diantaranya seperti kuliner, fashion, dan topomini wilayahnya. Tahun ini giliran mengangkat kriya yaitu peraknya,”kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko, kepada bernasnews, di sela-sela acara Alegoris 2025.

Menurut Wahyu, telah diwacanakan bahwa besok akan ada miniatur Tugu Jogja dari perak, yang akan dijadikan souvenir  atau cindera mata resmi Kota Yogyakarta. Juga koin dari perak yang bernilai  investasi.

“Beli sekarang besok masih laku dan ada nilai intrisiknya. Kemudian kombinasikan kriya perak  dengan fashion batik dari Kotagede,” imbuhnya.

Ia juga berharap event Alegoris yang telah menjadi agenda rutin tahunan oleh PemerintahKota Yogyakarta ini bisa memberikan berbagai atraksi dan tontonan yang menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Yogya, serta acara menjadi pengisi liburan panjang sekolah.

“Atas saran dan masukan dari Wali Kota Yogyakarta dan Wakil Wali Kota Yogyakarta selain kriya perak, di setiap kampung diharapkan  mempunyai aktratifnya sendiri – sendiri sesuai dengan kearifan lokal  masing-masing. Seperti salah satunya kampung di Kotagede dengan mengangkat peraknya dalam Alegoris 2025 ini,” beber Wahyu.

“Sebelumnya Pemkot Yogya juga telah menjalin kerja sama dengan Bank BPD DIY untuk bisa memperkuat permodalan bagi pengusaha dan pengrajin perak, serta diselenggarakan workshop  untuk hal tersebut,” pungkasnya. (Nuning Harginingsih/ bernasnews)