Culinary Innovation Festival 2025: Mahasiswa UNY Edukasi Makanan Sehat Tinggi Serat

Suasana “Culinary Innovation Festival 2025”, dengan tema “Fiberlicious” di Sleman City Hall, Sabtu (21/5/2025). Foto: Istimewa.

bernasnews — Pergeseran pola makan masyarakat ke arah makanan rendah serat menjadi tantangan yang harus dijawab. Demikian dikemukakan oleh Ketua Departemen Pendidikan Teknik Boga dan Busana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Dr. Fitri Rahmawati, M.P.,usai pembukaan event  “Culinary Innovation Festival 2025”, yang digelar di Garden Lantai 1 Sleman City Hall, Sabtu (21/5/2025).

Menurut Fitri Rahmawati, melalui acara “Culinary Innovation Festival 2025″ ini, mahasiswa UNY menampilkan kreasi pangan yang tak hanya sehat dan bergizi, tetapi juga menarik dan komunikatif.

Festival dengan mengusung tema “Fiberlicious” ini menjadi wadah bagi mahasiswa angkatan 2022 untuk menampilkan karya inovasi produk boga tinggi serat hasil dari mata kuliah Inovasi Produk Boga. Festival ini dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik UNY, Prof. Dr. Mutiara Nugraheni, S.TP., M.Si., secara seremoni dengan pemukulan gong.

Ketua Panitia Festival Edwin Aditya mengungkapkan, bahwa konsep ‘Fiberlicious’ sendiri lahir dari kesadaran akan pentingnya serat bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya untuk menjaga kesehatan pencernaan, serat juga berperan dalam mengontrol kadar kolesterol dan gula darah serta membantu pengelolaan berat badan.

Penampilan makanan sehat tinggi serat oleh Mahasiswa UNY di “Culinary Innovation Festival 2025”. (Foto: Istimewa)

“Melalui festival ini, mahasiswa menghadirkan berbagai olahan makanan dan minuman tinggi serat yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari balita hingga lansia. Semoga karya-karya yang dihasilkan dapat memberikan inspirasi, tidak hanya di lingkungan akademik, tetapi juga bagi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap konsumsi pangan sehat,” ujar dia.

“Selain menjadi ajang pamer inovasi, festival ini juga bertujuan untuk memperkenalkan Program Studi Pendidikan Tata Boga UNY kepada masyarakat, khususnya bagi calon mahasiswa yang tertarik di bidang kuliner dan pangan,” imbuh Edwin.

Festival yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari akademisi, pelaku industri boga, pemerhati kesehatan, hingga masyarakat umum. Melalui produk-produk kreatif karya 95 mahasiswa, mereka berupaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi serat bagi kesehatan.

Salah satu perserta, Mahasiswa Pendidikan Tata Boga UNY Ichlesia Dea Asyera menampilkan dan mengenalkan produknya yang berasal dari kreasi tepung oat yang diisi apel dan wortel compote. Kemudian diberi topping crumble dan menghasilkan inovasi produk berupa pie yang diberi nama O’Crumb.

“Kreasi kami ini tentunya tinggi akan serat, sesuai dengan tema yang diusung Culinary Innovation Festival tahun ini,” ujar Dea. (*/ ted)