Komunitas MDY Gelar Event Foto Konsep Budaya bersama Warga Dukuh Bawangan

Anggota MDY peserta event Foto Konsep Budaya foto bersama usai kegiatan. (Foto: Istimewa)

bernasnews – Komunitas Model nDeso Yogyakarta (MDY) kembali menggelar event Foto Konsep Budaya. Kali ini MDY bekerja sama dengan warga masyarakat Dukuh Bawangan, Desa Tijayan, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Kegiatan Foto Konsep Budaya ini bertujuan untuk mengingatkan kembali generasi zaman sekarang, baik generasi milenial maupun gen Z, bahwa dahulu wilayah pedesaan yang disebut loh jinawi (subur) makmur sentosa telah ada dan lestari sampai sekarang.

“Dukuh Bawangan adalah desa yang sebagian besar masyarakatnya bercocok tanam atau berprofesi menjadi petani. Selain itu juga ada yang menjadi pande besi, penghasil alat-alat pertanian seperti pacul, arit, bendo, pisau, dan sebagainya. Juga mempunyai hewan piaraan penunjang pertanian,” jelas Talent Model MDY Poppy Judith, di sela-sela acara, Minggu (4/5/2025).

Acara penyerahan bibit pohon Eboni secara simbolis. (Foto: Istimewa)

Acara ini juga diikuti oleh belasan fotografer dari Jogja, Jakarta, Solo, Klaten, Pekalongan, Malang, Surabaya, Magelang, dan Magetan. Dan didukung penuh oleh 13 talent MDY beserta warga Desa Tijayan.

“Kegiatan Foto Konsep Budaya ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Tijayan Joko Lasono dan Anggota DPRD Kabupaten Klaten Agus Prihadi. Seluruh warga desa pun sangat antusias dan mengapresiasi kegiatan positif ini,” beber Poppy Judith.

“Kegiatan diawali dengan kata sambutan dari Lurah Tijayan dan penyerahan bibit pohon Eboni secara simbolis oleh kami mewakili model MDY, sebagai simbol persahabatan antara warga desa dan Komunitas MDY,” lanjutnya.

Foto Konsep Budaya, sesi Pande Besi. (Foto: Istimewa)

Ada empat sesi adegan atau pose pemotretan yang disusun oleh Konseptor MDY Cithoet, yaitu Sesi1 “Suminten Edan” sebuah kisah klasik Jawa, yang menggambarkan cerita sejarah sebuah kerajaan zaman dahulu. Kemudian Sesi 2 pasar tradisional, Sesi 3 pasar hewan, dan Sesi 4 pandai besi, dimana dulu warga Desa Tijayan ini sebagian besar bekerja sebagai pandai besi.

“Model nDeso Yogyakarta (MDY) dengan konseptornya mas Cithoet sudah 12 tahun berkarya, dengan tujuan nguri-uri kabudayan Jawa dan akan terus melestarikan dan mengabadikan budaya Nusantara melalui seni fotografi,” pungkas Poppy Judith. (*/ ted)