bernasnews — Mengawali musim penghujan yang biasanya jatuh pada bulan November hingga Desember, juga akan ditandai dengan musim buah Durian. Seperti saat ini di Jogja, dari pinggiran trotoar jalan-jalan strategis bermunculan lapak-lapak penjual Durian, bahkan di pasar tradisional pun juga ada pedagang yang memajang buah berduri meskipun hanya 2-4 buah.
Bagi penggemar Durian yang menjadi persoalan ialah mencuci tangan agar tidak bau usai menikmati buah yang baunya menyengat itu. Cara mencuci tangan habis makan Durian yang telah lazim dan sering disampaikan oleh para pedagang sebagai tips, adalah dengan menggunakan kulitnya yakni pada relung cekungan kulit bagian dalam diisi air yang kemudian digosok-gosok memakai tangan/ jari yang bekas untuk memakan hingga bersih. Pasalnya ada semacam lapisan pada kulit Durian yang diyakini menjadi penawar sehingga tangan jadi tidak berbau.
Sebenarnya ada satu lagi cara praktis cuci tangan sehabis makan Durian agar tangan tidak berbau, yaitu cara dengan sugesti. Cara sugesti ini merupakan resep milik sebuah keluarga warga di wilayah nJeron Beteng Kraton Yogyakarta. Mereka sudah sering memberikan tips ini pada orang lain, namun sering dikira hanya main-main saja.
Berikut cara cuci tangan sehabis makan buah Durian, siapkan air bersih dalam gayung atau ember secukupnya. Kemudian masukkan kedua tapak tangan ke dalam ember berisi air sambil memejamkan mata dan menahan nafas. Setelah itu, kedua tapak tangan di dalam air saling digosok-gosokkan hingga sisa-sia Durian yang menempel terasa bersih. Angkat dan keringkan lap dengan kain bersih atau tissue, telapak tangan dan jari tidak akan ada bekas bau Durian yang menyengat. Silakan untuk mencoba. (ted)












