bernasnews – Ulang tahun Kota Yogyakarta diperingati setiap tanggal 7 Oktober dan untuk memeriahkan rangkaian acara itu Pemerintah Kota Yogyakarta meminta semua sekolah di kota ini untuk melaksanakan karnaval dengan jadwal yang sudah ditentukan. SMP BOPKRI 3 Yogyakarta pun turut serta menyemarakkan agenda ini dengan melaksanakan karnaval.
“Hari Jumat (6/10) sekolah ini melaksanakan karnaval HUT ke-267 Kota Yogyakarta dengan rute jalan Cik Di Tiro – jalan C. Simanjuntak – jalan Jenderal Sudirman – jalan Faridan M Noto – jalan Suroto – jalan Cik Di Tiro,” kata Kepala SMP BOPKRI 3 Yogyakarta Atun Pratiwi, M.PdK. kepada bernasnews.
Menurut dia, rombongan karnaval ini diberangkatkan pukul 7.30 wib dan sampai kembali di sekolah pukul 09.00 wib. Rute yang ditempuh lebih kurang 3 km. Sebagai sekolah yang sedang dalam proses pelaksanaan proyek P5 dengan tema gaya hidup berkelanjutan dan sub tema sampah jadi berkah maka dalam pelaksanaan karnaval pun mengangkat sub tema yang sama. Namun, hasil produk dari proyek dan karnaval tidaklah sama.
Persiapan dilakukan selama 1 minggu. Setiap kelas mendapatkan kriteria bahan baku barang bekas yang berbeda untuk dapat dikreasikan menjadi kostum dalam pelaksanaan karnaval. Setiap kelas wajib mengirimkan sepasang maskot yang harus mengenakan pakaian dengan atribut barang bekas dari hasil kreasi peserta didik. Bahan sampah yang ditentukan mulai dari koran bekas, botol bekas, daun, tas kresek, bungkus mie instant, kertas bekas, hingga bungkus makanan kecil. Tak hanya peserta didik, bapak ibu guru karyawan pun terlihat bersemangat saat mempersiapkan pelaksanaan karnaval.
Selain menyiapkan maskot yang harus didandani semenarik mungkin, sekolah juga menyiapkan isian karnaval flashmob dengan lagu berjudul Panji Pancasila. Lagu Panji Pancasila diciptakan untuk Gelar Karya yang sudah diselenggarakan beberapa bulan yang lalu dan merupakan lagu kebanggaan peserta didik SMP BOPKRI 3 Yogyakarta. Dengan durasi 1 menit 52 detik lagu ini mengkolaborasikan musik modern dan tradisional yang dimainkan oleh peserta didik. Latihan untuk flasmob dilakukan pada akhir kegiatan belajar.
“Tujuan dari flasmob adalah untuk menunjukkan kekompakan antarwarga sekolah dan untuk memeriahkan pelaksanaan karnaval,” kata Wakasek Kesiswaan Riana Yogawati, S.Si.
Bagi peserta didik kegiatan karnaval ini membuat siswa makin merasa dekat satu sama lain karena mau tidak mau mereka harus bersama-sama dan bekerjasama dalam beberapa hari untuk menghasilkan kostum yang paling menarik.
Seperti yang disampaikan Rimbi peserta didik kelas 9D, “Seru, asyik, dan menyenangkan karena bisa bekerjasama dan kompak dengan anggota kelas lain”. Luna siswi kelas 8A pun menyampaikan hal yang sama.
Kegiatan karnaval diakhiri dengan lomba antarkelas yakni lomba fashion show maskot, lomba yel-yel kelas, dan lomba kebersihan kelas. (*/mar)












