News  

Kekeringan Meluas, BPBD Kulon Progo Distribusikan 110 Ribu Liter Air Bersih Selama Juli 2026

Pengiriman bantuan air bersih di wilayah Kalurahan Pendoworejo pada Senin (3//8). (Dok BPBD Kulon Progo)

bernasnews – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo menyalurkan sebanyak 110.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan selama periode Juli 2026.

Bantuan tersebut menjangkau 178 kepala keluarga (KK) atau 439 jiwa yang tersebar di sejumlah wilayah rawan krisis air.

Data rekapitulasi yang dirilis BPBD Kulon Progo pada Rabu, 5 Agustus 2026 menunjukkan distribusi air bersih dilakukan di tiga kapanewon, yakni Kokap, Girimulyo, dan Samigaluh. Penyaluran dilakukan sebagai langkah tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan air harian masyarakat selama musim kemarau.

Kekeringan yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah perbukitan Kulon Progo memicu peningkatan kebutuhan bantuan air bersih. Beberapa sumber mata air dan sumur warga mengalami penurunan debit, sehingga pasokan air menjadi terbatas.

Distribusi Air Bersih Capai 22 Tangki

Sepanjang Juli 2026, BPBD Kulon Progo mengoperasikan dua unit armada tangki berkapasitas 5.000 liter untuk mendistribusikan bantuan ke wilayah terdampak.

Total distribusi tercatat mencapai 22 tangki air bersih dengan volume keseluruhan 110.000 liter.

Ringkasan Distribusi Air Bersih Juli 2026

KeteranganJumlah
Total Volume Air110.000 Liter
Total Penerima178 KK
Total Penerima Jiwa439 Jiwa
Total Distribusi22 Tangki
Armada2 Unit
Kapasitas Armada5.000 Liter

Berdasarkan peta sebaran BPBD, wilayah Kokap menjadi daerah dengan kebutuhan bantuan terbesar selama Juli.

Sebanyak 55.000 liter air disalurkan ke wilayah tersebut untuk memenuhi kebutuhan 79 KK atau 199 jiwa. Angka tersebut setara dengan separuh dari total distribusi air bersih yang dilakukan selama satu bulan.

Girimulyo menerima 40.000 liter air untuk 68 KK atau 168 jiwa. Adapun Samigaluh memperoleh 15.000 liter yang didistribusikan kepada 31 KK atau 72 jiwa.

Kokap Jadi Wilayah dengan Distribusi Terbesar

Data distribusi per kalurahan menunjukkan kebutuhan air bersih paling tinggi berada di Hargomulyo yang menerima 50.000 liter bantuan.

Beberapa kalurahan lain yang mendapatkan pasokan air bersih meliputi:

  • Jatimulyo: 20.000 liter
  • Pendoworejo: 20.000 liter
  • Banjararum: 10.000 liter
  • Hargotirto: 5.000 liter
  • Sidomulyo: 5.000 liter

Kondisi geografis perbukitan yang mendominasi sebagian wilayah Kulon Progo membuat sejumlah kawasan lebih rentan mengalami kesulitan akses air saat kemarau berlangsung dalam waktu panjang.

Di sejumlah titik, warga biasanya mengandalkan sumur, mata air alami, maupun jaringan perpipaan sederhana.

Ketika debit air menurun, kebutuhan bantuan dari pemerintah daerah menjadi sangat penting untuk menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan rumah tangga.

Penanganan Kekeringan Berlanjut Sesuai Kondisi Lapangan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kulon Progo, Setiawan Tri Widada, melalui keterangan tertulis yang dikutip pada 5 Agustus 2026, menyampaikan bahwa distribusi air bersih diprioritaskan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air.

“Distribusi ini diprioritaskan bagi masyarakat yang kesulitan mengakses air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penanganan darurat kekeringan ini akan terus berjalan secara berkala sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Penyaluran bantuan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, mulai dari kebutuhan konsumsi, memasak, hingga sanitasi rumah tangga. BPBD juga terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di sejumlah wilayah yang rawan mengalami penurunan debit sumber air.

BPBD masih menyiagakan layanan penanganan darurat bagi masyarakat yang terdampak kekeringan maupun bencana lainnya. Distribusi air bersih akan terus dilakukan menyesuaikan kebutuhan dan laporan yang masuk dari wilayah terdampak.

Setiawan juga mengingatkan masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau yang masih berlangsung.

“Kami mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Apabila terjadi krisis air bersih atau kondisi darurat lainnya, warga dapat segera melaporkan kepada BPBD agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” katanya.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan terkait krisis air bersih atau kejadian kebencanaan dapat menghubungi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kulon Progo melalui nomor 081125011222 dan bantuan kebakaran ke nomor 081391126113. (Gal)