bernasnews – Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Prof. Dr. Drs. Timbul Raharjo, M.Hum meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta, Selasa (5/9/2023) pukul 17.21 WIB. Kabar meninggalnya guru besar ilmu kriya itu disampaikan oleh Humas RSUP Dr Sardjito kepada media terkait banyaknya para pihak yang meminta klarifikasi atas meninggalnya Rektor ISI. Menurut humas rumah sakit itu, pasien dirawat sejak tanggal 2 September 2023 di ruang perawatan intensif.
Atas meninggalnya Prof Timbul Raharjo, para pihak terutama ISI Yogyakarta, seniman dan lain-lain merasa sangat kehilangan. Informasi dan ucapan belasungkawa terus mengalir di beberapa whatsApp grup (WAG) seperti Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena DIY, Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS) Yogyakarta.
Seniman dan Dosen Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta Suwarno Wisetrotomo kepada bernasnews mengatakan, Prof. Dr. Drs. Timbul Rahardjo, M.Hum. adalah orang yang baik. Dia menjadi Rektor ISI Yogyakareta masih sangat singkat, tetapi sudah menciptakan atmosfir kegembiraan dalam kampus, sambil mendorong sejumlah perbaikan menjemput masa depan ISI Yogyakarta yang gemilang.
“Mas Timbul memiliki srawung yang jembar, menyapa siapa saja dengan ramah dan egaliter. Jabatan adalah amanah untuk perbaikan. Saya dan juga ISI Yogyakarta sangat kehilangan,” kata Suwarno melalui whatsApp.
Keluarga Jurusan Seni Murni ISI Yogyakarta juga turut berduka cita atas berpulangnya almarhum Timbul Raharjo. Mereka berdoa, semoga Allah menerima amal ibadahnya dan diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.
Timbul Raharjo yang sangat dikenal di kalangan seniman, industri kreatif dan pemerintah ini lahir di Kasihan, Bantul, DIY pada tanggal 8 November 1969. Dia terpilih sebagai Rektor ISI Yogyakarta untuk periode tahun 2023 -2027, setelah sebelumnya menjabat Dekan Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta.
Almarhum banyak menyumbangkan karyanya dalam berbagai kesempatan kegiatan di Yogyakarta, Indonesia dan dunia. “ISI Yogyakarta adalah gudangnya kreativitas seni dan dapat menjadi perguruan tinggi seni terkemuka,” kata dia suatu ketika. (mar)











