SMP N 10 Yogyakarta Adakan Workshop Literasi Guru Bersama bDA

Pembukaan kegiatan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) di SMP Negeri 10 Yogyakarta. (Foto : Humas sekolah)

bernasnews – Sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di bidang literasi digital, SMP Negeri 10 Yogyakarta menyelenggarakan workshop bersama bernasnews Digital Academy (bDA). Sekolah beralamat di Jalan Tri Tunggal No. 2 Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta ini adalah salah satu mitra bDA dalam pengembangan literasi sekolah. Worskhop diadakan di ruang pertemuan sekolah, Kamis (24/8/2023) pukul 13.00 WIB.

“Ya sebagai mitra bDA, kami ingin warga sekolah belajar bersama di bidang literasi. Kali ini, peserta workshop para guru. Ke depan disusul para siswa dengan berbagai kegiatan pengembangan literasi sekolah,” kata Kepala SMP Negeri 10 Yogyakarta Edy Thomas Suharta, S.Pd., M.Pd. kepada bernasnews, Rabu (23/8).

Ada 20 orang guru yang ikut wokshop literasi bersama bDA. Mereka adalah Novita Kurniawati, S.Pd., Sinta Pandhan Sari, S.Pd., Arshinta Dwi Nurhana, S.Pd., Muah Marfuah, S.Kom.,  Dina Pratiwi, S.Pd., Titik Riana, S.Pd., Nur Azizatun Rohim, S.Pd., Khoirul Fadzila, S.Pd., 9. Rinawati, S.Sn., Nurfajriyah, S.Ag., Ari Winarti, S.Pd., Wiga Nugraheni, S.Pd, M.Pd., Alma Karina Rais, S.Pd., Hanni Setiawati, S.Pd., Irsyad Diarumbang Vertikholiansyah, S.Pd., Nugrahadi Wicaksono, S.Pd., Muhammad Albi Maliki, S.Pd., Suryatno, A.Md., Ermawan Budi Santoso, S.Pd., dan Niken Amri Amaniah, S.Ag.

Jadi sekolah penggerak

Guru Niken Amri Amaniah, S.Ag. kepada bernasnews mengatakan, keberadaan SMP Negeri 10 menjadi kebanggaan masyarakat kota Yogyakarta di bagian selatan. Awalnya, warga masyarakat bila hendak melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri harus ke arah timur atau ke arah barat. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman sekolah ini pun mengalami perkembangan tersebut, antara lain menggunakan teknologi digital.

“Di bawah kepemimpinan kepala sekolah Bapak Edy Thomas Suharta, S.Pd, M.Pd sekolah kami menjadi salah satu sekolah penggerak dan mengalami kemajuan sangat pesat di bidang digital. Sesuai dengan Visi SMP Negeri 10 yaitu Taqwa, Cerdas, Berbudaya, Peduli Lingkungan dan Unggul dalam IPTEK, hampir semuanya aspek yang ada di sekolah menggunakan teknologi digital,” kata dia.

Keunggulan dalam bidang IPTEK terlihat saat SMPN 10 Yogyakarta kedatangan tamu dari Langkat. Mereka sangat terpukau atas penampilan para siswa yang menyajikan kesenian angklung menggunakan Tab.

Kegiatan bapak ibu guru pun saat ini menggunakan konsep digital. Mereka dalam menjalankan tugas diberi kemudahan dengan menggunakan aplikasi geschool dari presensi siswa, jurnal kegiatan para guru, materi sampai soal-soal ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester semuanya menggunakan kemajuan teknologi IPTEK.

Mampu ikuti kegiatan P5

Menurut Niken Amri, dalam mengetrapkan kurikulum merdeka SMP Negeri 10 juga sudah benar-benar siap dan membuktikan bahwa para siswa mampu mengikuti kegiatan P5 atau Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Untuk semester satu di tahun pelajaran 2023/2024 kegiatan P5 yang pertama untuk kelas 7 mengambil dimensi “Kearifan Lokal” dengan tema membatik, dan kelas 8 mengambil dimensi “Kebhinekaan” dengan tema warna-warni negeriku.

Untuk kelas 7 yang mengambil tema membatik jumputan para siswa di awal diberikan materi tentang bagaimana cara membuat batik thi dye dari menggambar di kertas. Kemudian  dilanjutkan di kain yang kecil sampai di kain yang besar dan mereka membuat dengan berkelompok. Setelah kegiatan tersebut, siswa diminta untuk mengirim semua kegiatan dari awal sampai akhir yang dimasukkan ke google drive.  

Demikian juga untuk kelas 8 warna warni negeriku dengan menampilkan berbagai macam kebudayaan yang ada di Indonesia. Caranya dengan menampilkan dalam bentuk pentas tarian dan lagu-lagu daerah di Indonesia serta laporan juga dimasukkan ke google drive.

“Dalam semua kegiatan, meski bapak ibu guru dan para siswa-siswi menggunakan kemajuan  IPTEK, namun tidak meninggalkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Mereka  menjalankan kegiatan sholat berjamaah saat sholat Dhuhur dan sholat Jum’at di pagi hari mereka bersama membaca Alquran. Untuk yang beragama non Muslim diadakan keagamaan di ruang agama. 

Disamping itu, juga tidak meninggalkan kebudayaan terutama untuk Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu dengan memakai pakaian Gagrak Ngayogyjakarta di hari Kamis Pahing, di Hari Keistimewaan DIY, dan HUT Kota Yogyakarta. 

Sekolah kami juga sangat memperhatikan lingkungan sekitar dengan memilih dan memilah sampah serta menjadi anggota Bank Sampah Lavender Sorosutan. Dan yang sangat menjadi sorotan publik dengan adanya PESTA yakni Pembakaran Sampah Tanpa Asap,” kata Niken Amri. (*/mar)