Pengajar SMP Negeri 10 Negeri Yogyakarta Diajak Melek Literasi dan Media

Suasana pelatihan bernasnews Digital Academy yang diikuti oleh pengajar di SMP Negeri 10 Yogyakarta pada Kamis (24/8). Foto: van

bernasnews – Keberadaan media berbasis elektronik sekarang kian pesat seiring dengan berkembangnya teknologi. Tak mengherankan saat ini penyebaran informasi kian cepat dan masif.

Perkembangan informasi ini tentunya bisa dimanfaatkan berbagai pihak termasuk salah satunya satuan pendidikan. Salah satunya untuk memberitakan sekolah.

Pemimpin Redaksi bernasnews, YB Margantoro sekaligus pengampu bernasnews Digital Academy mengatakan arus media informasi saat ini bisa jadi kendaraan untuk mempromosikan sekolah. Salah satunya terkait berbagai prestasi dan karya baik yang dihasilkan. Untuk mencapai hal tersebut perlu kesadaran literasi atau bahkan bermedia.

“Jadikanlah sekolah ini melek media dan menyajikan good news bukan bad news. Beritakan kalau sekolah ini berprestasi dan punya kegiatan positif. Jangan sembunyikan best practice kepada media,” ungkapnya saat memberikan materi pelatihan kepada guru SMP Negeri 10 Yogyakarta yang digelar pada Kamis (24/8/2023).

Tak sekedar pemahaman pada media pemberitaan, para peserta juga diajak lebih mendalami perkembangan arus informasi melalui media sosial. Dalam hal ini, perkembangan medsos semakin pesat dan juga bisa menjadi salah satu wadah untuk semakin mempromosikan sekolah.

“Kerjaan konten kreator tidak cuma cari ide dan konten. Tapi membangun penelitian dan kepercayaan melalui konten di media sosial,” ungkap Ayusandra, salah satu pemateri.

Peserta pelatihan dan pemateri berfoto bersama. Foto: van/bernasnews

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 10 Yogyakarta, Edy Thomas Suharta SPd Mpd berharap melalui pelatihan kerjasama dengan bernasnews Digital Academy ini bisa bisa mendorong literasi dan kesadaran media sekolah.

“Sebagai mitra bDA, kami ingin warga sekolah belajar bersama di bidang literasi. Kali ini, peserta workshop para guru. Ke depan disusul para siswa dengan berbagai kegiatan pengembangan literasi sekolah,” ungkap Edy.

“Kita berharap setelah punya pemahaman lewat pemateri tidak hanya rencana tapi berkembang di realisasi dan aksi nyata dan kita akan melakukan peogram reguler jangan sampai hari ini putus di sini. Ini salah satu cara mengubah nasib melalui media,” pungkasnya