Misa Akbar Lustrum XV De Britto : Serikat Jesus Memandang Penting Pendidikan

Para Romo melepas 15 burung merpati pada Misa Akbar Lustrum XV SMA Kolese De Britto Yogyakarta di sekolah setempat, Sabtu (19/8/2023). (Foto :Y.B. Margantoro/bernasnews)

bernasnews – Berdirinya SMA Kolese De Britto Yogyakarta 75 tahun silam bagi Serikat Jesus awalnya dirasakan sebagai “kecelakaan”. Namun dalam perkembangan, Serikat Jesus memandang penting pendidikan bagi kemajuan anak-anak bangsa. Kini, Serikat Jesus memiliki delapan kolese setingkat SMA, satu diantaranya adalah SMA Kolese De Briitto, selain perguruan tinggi dan sebagainya. Kita sungguh bersyukur atas penyelenggaraan Ilahi dalam perjalanan pendidikan kolese ini hingga kini dan mendatang.   

Hal tersebut mengemuka dalam Misa Akbar Lustrum XV SMA Kolese De Britto Yogyakarta bertajuk Fiat Lux : Jadilah Terang di lapangan olahraga sekolah setempat, Sabtu (19/8/2023). Misa Akbar dipimpin selebran Vikjen Keuskupan Agung Semarang RD Yohanes Rasul Edy Purwanto, Pr dengan konselebran RP Benediktus Hari Juliawan, S.J., Rektor Sekolah RP Cyprianus Kuntoro Adi, S.J., RD Alip Suwito, Pr dan para imam alumni dan imam yang pernah berkarya di SMA Kolese De Britto Yogyakarta.

Romo Edy Purwanto maupun Romo Hari Juliawan mengajak keluarga besar sekolah untuk bersyukur dan berharap agar sekolah ini terus menabur berkat yang baik bagi sesama, bangsa dan Negara.

Menambah kebaikan

Romo F.X. Alip Suwito, Pr. dalam homilinya mengisahkan perumpaan tentang seorang ayah yang memiliki tiga anak, Bejo, Trimbil dan Mukidi. Orangtuanya memiliki 19 ekor kerbau dengan pesan warisannya, kalau sudah dia meninggal agar 19 kerbau itu dibagi kepada tiga anaknya. Anak pertama mendapat setengah warisan, anak kedua seperempat warisan dan anak ketiga seperlima warisan. Tentu saja 19 kerbau tidak dapat dibagi seseusai pesan almarhum. Lalu terjadilah keributan diantara mereka.

“Untungnya datang tetangga yang mencoba melerai dan memberikan solusi. Anggap saja dia pernah sekolah di De Britto. Solusinya adalah memberi seekor kerbau sehingga jumlah kerbau yang akan dibagi menjadi dua puluh ekor. Ketika dua puluh ekor dibagi sesuai pesan warisan ayah mereka, maka yang terjadi adalah ketiga anak itu memperoleh jatah sesuai hak mereka. Bahkan masih sisa satu ekor yang kemudian dikembalikan kepada tetangga. 

Pesan moral dari kisah ini, hendaknya kita dapat menambah kebaikan dalam kehidupan dan bukan menambah masalah. Para saudara Manuk JB di mana pubn berada agar mampu berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama,” kata Romo Alip. 

Seusai homili, Vikjen KAS Romo YR Edy Purwanto, Pr. memberikan apresiasi dengan mengatakan, “Romo Alip lulus dengan sangat memuaskan.”    

Misa dilanjutkan dengan syahadat Aku Percaya, dan kemudian doa umat. Untuk doa umat ini, Misa Akbar menampilkan kekhasan De Britto yakni para siswa pembaca doanya berpakaian adat dan bahasa berbeda. Dimulai pembaca doa berbahasa Sunda, kemudian Bahasa Palembang, Bahasa Batak, Bahasa Mandarin, dan Bahasa Jawa.

Vikjen KAS RD YR Edy Purwanto, Pr saat memberikan berkat kepada anak-anak yang belum dibaptis pada Misa Akbar Lustrum SMA Kolese De Britto Yogyakarta, Sabtu (19/8/2023). (Foto: YBM/bernasnews)

Pada pembaca doa Bahasa Jawa, siswa mengatakan, Dhuh Rama, Mugi Panjenengan Dalem kersa paring roh kewicaksanan wonten ing salebeting manah kawula, satemah kita sedaya hanggadahi rasa welas asih dumatheng para sadherek ingkang nandhang miskin, ringkih, kasisihaken lan difabel. Kaoksikna manah kawula, supados kawula saged tansah eling, perduli lan hanggadahi rasa welas asih dhateng sadherek ingkang gesangipun dereng kacekapan. Kami mohon…. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan, jawab umat. 

Lagu Mars Kolese De Britto turut dinyanyikan dengan penuh semangat oleh umat seusai pengumuman. Pada akhir Misa Akbar, umat memperoleh berkat dua kali. Pertama dari selebran utama Romo Vikjen dan kedua dari pastur baru lulusan SMA Kolese De Britto Romo Setya. Kemudian selebran dan konselebran melepaskan 15 ekor burung merpati sebagai ungkap syukur lustrum sekolah.  

Selanjutnya diadakan aneka pentas seni yang merupakan kolaborasi dengan SMA Santa Maria, SMA Seminari Mertoyudan, SMP Kanisius Gayam, SMP Kanisius Kalasan, SMA Kanisius Pakem, SMP Kanisisus Sleman, SMP Kanisius Bambanglipuro dan SMP Kanisius Wonosari. Pada kesempatan ini juga diadakan peluncuran buku karya siswa, orangtua serta guru dan karyawan. Kepanitiaan kegiatan ini diketuai oleh F.X. Agus Hariyanto, S.E., M.Pd.

Memaknai perjalanan

Rektor SMA Kolese De Britto Yogyakarta Romo Cyprianus Kuntoro Adi, S.J. dalam pengantar atas terbitnya buku menandai Lustrum XV sekolah ini sebagai upaya memaknai perjalanan dan menghidupinya dengan tindakan.

Karya siswa Dari Cilincing Hingga Kampung 1001 Malam, karya orangtua Dua Sayap untuk Anak-anak Kita, serta karya guru dan karyawan Dari Pamploma Membonceng Vespa telah mengeksplorasi pengalaman, memaknai perjalanan dan menghidupinya secara lebih kreatif. 

Kuntoro Adi menghadirkan tiga pokok pemikiran atas tiga buku itu yakni eksplorasi akan pengalaman, refleksi atas pengalaman, dan be loving. Menurut dia, pendidikan kolese Jesuit tidak lengkap jika tidak menghasilkan pribadi-pribadi yang berani membagikan berkah dan talenta mereka. Pendidikan kolese Jesuit tidak cukup “hidup, berada” di dunia. Kita perlu ikut serta dalam perubahan dunia. Men and women for others.    

“Semoga melalui catatan-catatan dan pemaknaan perjalanan yang tertuang pada buku-buku ini, SMA Kolese De Britto makin mampu menghadirkan kegembiraan, harapan, dan masa depan bagi generasi masa kini. Ad Maiorem Dei Gloriam,” tulisnya.

Malam ekspresi

Sabtu (19/8) malam dilaksanakan Malam Ekspresi bertajuk Fiat Lux : Jadilah Terang. Tampil pada kesempatan ini antara lain Nidji, Guyon Maton, Anas Glasean Langit Sore, The Baldo, Nosca Band, Teras Kamar. Juga tampil Tari Kolosal JB, Taeri Gedruk, Tari Topeng. Kemeriahan acara ini dipandu oleh MC Alit Jabang Bayi dan Putri Manjo. (mar)