Sekolah di SMA Stella Duce 1 Yogyakarta itu Seru, Kini Berusia 75 Tahun

Sekolah di SMA Stella Duce 1 Yogyakarta itu Seru, Kini Berusia 75 Tahun

bernasnews – Setiap melintas di sebuah bangunan satuan pendidikan, kita sebagai alumnus kiranya akan merasa senang dan teringat ketika studi dulu. Demikian pula sekolah keluarga kita, isteri, suami atau anak dan cucu.  

Maka ketika melintas ke SMA Stella Duce 1, Jalan Sabirin Nomor 1 Kotabaru Yogyakarta, penulis selalu teringat saat sesekali antar jemput dua putri yang kini sudah berumah tangga. Alumnae sulung lulus tahun 2002 dan adiknya lulus tahun 2006 dari sekolah khusus putri itu. Kini si sulung sudah memiliki dua anak, putri dan putra. Sedang adiknya memiliki seorang putri. 

Pada bulan ini, tepatnya Sabtu 19 Agustus 2023, SMA Stella Duce 1 Yogyakarta genap berusia 75 tahun. Sebuah usia yang matang untuk sebuah satuan pendidikan di Kota Pendidikan Yogyakarta. Dari baliho besar di kompleks sekolah itu kita dapat membaca kegiatan HUT dimulai pada 10 Januari 2023 dengan Misa Ekaristi Pembukaan Pesta Berlian. Menyusul kemudian Stece Competition Week, bersih pantai dan tanam pohon cemara, pameran fotografi, seminar nasional pendidikan, reuni.

Kemudian di bulan Agustus ada kegiatan launching dan bedah buku, napak tilas, bakti sosial, kelas alumna, kenduri, Misa Syukur Pesta Berlian, Reuni Guru-Karyawan, dan ditutup Pentas Cakra Pandhita.

Kebetulan di perpustakaan kecil pribadi ada sebuah buku bertajuk Sekolah di Stece itu Seruu!! 2 terbitan tahun 2021. Kalau ada nomor 2, tentu ada edisi 1. Sayang saya hanya memperoleh satu edisi dari seorang saudara yang ikut menulis di buku itu.

Membaca buku dengan tebal 200 halaman dan bersampul menarik –  empat orang siswi naik becak menyapa dua siswi yang berjalan kaki – itu memang mengesankan. Kisah yang tersaji menggambarkan dinamika para siswi yang memang seru. Dari soal ganti baju sampai nunggak semi Stece sekolah turun temurun. 

Buku ini ditulis oleh Srikandi Menulis, editor Kun Herrini, sambutan pengantar Sr. Yetty CB, S.Pd., MS, Ma-Ed. dan sejumlah testimoni antara lain dari Sr. Hedwig Wigiastuti. 

Suster Yetty CB berharap, keping-keping puzzle dalam buku ini mampu menjadi sarana untuk berbagi berkat pada sesama yaitu berupa nilai-nilai baik dan benar yang ada dalam setiap penggalan kisah para alumnae SMA Stella Duce 1 Yogyakata.

Buku dibagi empat bagian yakni : Akrab, Kompak, Kadang Kelewat tapi Tetap Jaga Martabat; Simply the Best; Manuk & Bawuk; dan Kawah Candradimuka. Masih ada dua penutup dan bionarasi.

Di bagian Manuk & Bawuk tertulis begini : Darah remaja tingkat SMA bergolak ketika melihat lawan jenisnya. Gadis-gadis jelita yang berotak cerdas, otomatis mengundang para cowok untuk bukan sekadar melirik.

Meniti sejarah, dulu kala Stece dan JB (SMA Kolese De Britto) adalah satu. Maka kalau para Bawuk Stece menjadi tujuan nongkrong para Manuk JB, ya wajar saja. Cuma JB? Ya enggaklah, banyak juga anak Boda, bahkan AAU dan tidak kurang para mahasiswa Yogyakarta. Eh.. Stece gitu lho!!  (Anto Margono, ayah dua putri alumnae SMA Stella Duce 1 Yogyakarta)