SD Negeri Blunyahrejo Yogyakarta Komitmen Giatkan Literasi Sekolah

Kepala SD Negeri Blunyahrejo Yogyakarta Eni Lasmiyati, MPd (belakang, dua dari kanan) bersama beberapa guru dan siswa kelas 5 seusai pelatihan literasi di sekolah, Senin (17/7/2023). (Foto Y.B. Margantoro/bernasnews)

bernasnews – Sekolah Dasar Negeri Blunyahrejo Yogyakarta berkomitmen menggiatkan literasi sekolah. Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di sekolah dasar dimaksudkan untuk menciptakan ekosistem pendidikan di sekolah dasar yang literat. 

“Ekosistem pendidikan yang literat adalah lingkungan yang antara lain menyenangkan dan ramah anak sehingga menumbuhkan semangat  warganya dalam belajar, termasuk di bidang literasi.

Oleh karena itu, warga sekolah khususnya anak-anakku agar tetap dan terus rajin belajar, banyak membaca, menulis, berkunjung ke perpustakaan.  Semoga pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran literasi sekolah dapat berjalan dengan baik,” kata Kepala SD Negeri Blunyahrejo Yogyakarta Eni Lasmiyati, M.Pd. saat membuka pelatihan literasi non fiksi bagi siswa kelas 5, di sekolah Blunyahrejo TR II/1130, RT 10/04 Karangwaru, Yogyakarta, Senin (17/7/2023).

Oleh narasumber pegiat literasi, para siswa diajak untuk memahami, menyadari dan melaksanakan kegiatan literasi di sekolah. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan itu. Pada tahap pengembangan, siswa dapat belajar menyimak, membaca, berbicara, menulis dan memilah informasi.

Menulis cerita menjadi salah satu momok bagi kebanyakan peserta didik. Mereka membutuhkan jawaban dan bimbingan untuk pertanyaan-pertanyaan seperti : “bagaimana memulai menulis?’, “kalimat pertama seperti apa yang baik untuk mengawali tulisan?”.

Selesai memberikan materi semua orang dapat menjadi penulis, narasumber kemudian mengajak peserta pelatihan literasi untuk menuliskan cita-cita mereka. Tidak boleh hanya satu kata atau satu kalimat, namun minimal satu alinea. Mereka dipandu dengan menjawab pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana” mewujudkan cita-cita itu.

Dari peserta pelatihan ternyata kebanyakan memilih profesi TNI dan Polri di masa depan. Setelah itu ada yang berkeinginan menjadi guru,masinis, juru masak, pemain sepak bola, dokter, pelukis, dan lain-lain. Guru kelas 5 Diska Purnamasari, S.Pd. turut membantu siswa menuliskan impian mereka. (mar)