bernasnews – Sekolah Dasar (SD) Marsudirini Yogyakarta mengadakan rapat kerja (raker) yang diikuti oleh seluruh guru dan karyawan, Senin – Jumat (19-23/6/2023). Pada kesempatan ini, peserta diajak untuk melaksanakan budaya unggah-ungguh dalam proses pendidikan.
Raker dibuka dengan ibadat pembuka yang dipimpin Sr. M. Rachel, OSF, S.Pd., Kepala SD Marsudirini 1 sekaligus Penanggung Jawab Yayasan Marsudirini Perwakilan Yogyakarta. Selanjutnya Kepala SD Marsudirini 2 F.X. Oktaf Laudensius, S.Si. menyampaikan evaluasi secara umum hasil monitoring kegiatan selama tahun ajaran 2022/2023.
Kegiatan berikutnya, para peserta yang terbagi dalam tim kerja/bidang melalui Forum Group Discussion (FGD) mengevaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan di tahun ajaran sebelumnya. Pemaparan hasil evaluasi oleh masing-masing bidang dimaksudkan untuk mendapat umpan balik dan masukan agar setiap tim kerja dapat menyusun program yang semakin baik di tahun ajaran baru.
Pada hari ketiga, kegiatan diawali dengan penyampaian visi misi Yayasan Marsudirini yang baru oleh Ir. Yosef Adiwahyanta, staf Yayasan Marsudirini Perwakilan Yogyakarta. Selain visi dan misi, dia juga memaparkan butir-butir Budaya Marsudirini dan Ciri Khas Sekolah Marsudirini.
Penyusunan program kerja untuk tahun ajaran baru yang memperkuat kekhasan Kemarsudirinian menjadi agenda raker berikutnya. Seperti evaluasi, kegiatan ini juga dilaksanakan melalui FGD masing-masing bidang atau tim kerja.
Dalam kegiatan raker hari terakhir hadir Sri Lestari, M.Pd., pengawas SD Kemantren Gondomanan yang baru, dan Kupiyosari, S.Pd., mantan pengawas Kemantren Gondomanan yang sejak 16 Juni 2023 bertugas di Kemantren Kotagede.
Dalam kesempatan ini, Kupiyosari melalui tayangan video singkatnya yang berjudul “NGAJENI”, mengingatkan akan pentingnya unggah-ungguh budaya Jawa. NGAJENI bermakna menghormati atau menghargai orang lain dan ini merupakan salah satu dari PKJ (Pendidikan Khas Kejogjaan) yang akan segera diimplementasikan di seluruh jenjang pendidikan di DIY.
Dia menyampaikan agar Bapak Ibu Guru Karyawan terus merawat dan mengajarkan budaya unggah-ungguh ini pada anak didik dengan cara memberikan contoh dalam interaksi sehari-hari. (mar/L. Wahyu Candrawati, Guru SD Marsudirini Yogyakarta)-












