Sekolah Alam dan Online Talent School Tampilkan Potensi ABK

Kepala Talent School Thomas Hartanto Wahyu Suprobo menyerahkan sertifikat dan medali kepada peserta didik di OpaOmesh Coffee, Depok, Sleman, DIY, Sabtu 17/6/2023 (Foto: Praba Pangripta)

bernasnews – Talent School menampilkan potensi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam acara tutup tahun di OpaOmesh Coffe di Jalan Mawar No. 9 Krodan, Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, DIY (Sabtu, 17/6/2023). Sekolah alam yang berpusat di Pakem, Sleman, DIY ini telah mendampingi ABK sejak tahun 2017. Bahkan, belajar secara online telah dirintis sebelum pemerintah memberlakukan belajar dari rumah saat pandemi Covid-19.

Para peserta didik dilatih mengenal dan mencintai alam dan mengembangkan potensi yang terdapat dalam masing-masing pribadi. Mereka diajari bercocok tanam di daerah Kaliurang, Pakem. Kegiatan berkesenian mencakup: seni rupa, seni tari, seni  karawitan, bahkan tembang macapat. Dalam acara Tutup Tahun 2023 tersebut ditampilkan lagu Pelajar Pancasila, mars Talent School ciptaan TS. Latumaerissa, lagu Bolele Bo (dari NTT), lagu Ayo Sekolah dan Sregep Sinau ciptaan pendamping Mbah Samijo HS (84), pembacaan puisi “Membaca Tanda-tanda” karya Taufiq Ismail dan “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko Damono.

“Sekolah alam kami buka untuk semua golongan untuk mengembangkan sembilan dasar kecerdasan anak,” kata kepala Talent School Thomas Hartanto Wahyu Suprobo.

Kecerdasan yang dimaksud mencakup kecerdasan intelektual, spiritual, emosional. Karena keberadaannya di Yogyakarta, sekolah alam tersebut berbasis budaya. Anak-anak peserta didik beragam dari umur setara SD sampai SLTA dari berbagai daerah. Ada anak berkebutuhan khusus autis, slow leaner yang AQ-nya antara 70-90, tuna grahita, bahkan ada anak yang kurang pede karena sering dibully teman-temannya.

Para peserta didik juga telah menghasilkan produk eco enzyme, sebagai wujud nyata kepedulian lingkungan terhadap dampak limbah rumah tangga berupa sayur dan buah. Produk tersebut ternyata  bermanfaat untuk mencuci, mengepel, mengurai hara tanah (pupuk) tanaman. Selain itu dipamerkan karya lukis anak-anak, maket bangunan, dan foto-foto.

Wali murid Hery menyatakan bangga, karena pendidikan dasar anak-anak sudah diperhatikan oleh Talent School. Ia tidak mengharapkan kurikulum yang muluk-muluk, yang terpenting para peserta didik dapat tumbuh, berkembang, dan enjoy. (mar/Praba Pangripta/Majalah Literasi Guru)