Ruang Kreasi SD Marsudirini Yogyakarta dengan Pentas Seni dan Gelar Karya

Salah satu adegan penats seni dan gelar karya di SD Marsudirini Yogyakarta, Selasa (13/6/2023). (Foto : Humas sekolah)

bernasnews — Menutup tahun pelajaran 2022/2023, Sekolah Dasar (SD) Marsudirini Yogyakarta sebagai salah satu satuan pendidikan dengan kurikulum Merdeka khas Kemarsudirinian, melaksanakan kegiatan Misa Ekaristi, pentas seni dan gelar karya, di aula sekolah setempat, Selasa (13/6/2023). Kegiatan tahunan ini diikuti siswa kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 yang tergabung dalam ekstrakurikuler seni dan olahraga.

“Sekolah telah menyediakan ruang kreasi bagi siswa. Salah satunya kegiatan ekstrakurikuler pencak silat yang digunakan sebagai seni bela diri, bukan untuk menonjolkan diri. Mari, anak-anak, gunakan seni beladiri pencak silat untuk hal yang baik,” kata Koordinator Kurikulum SD/Analis Ahli Kurikulum SD Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Yogyakarta Santo Mugi Prayitno, M.Pd. dalam sambutan pembukanya.

Kepala SD Marsudirini 2 Yogyakarta F.X. Oktaf Laudensius, S.Si kepada bernasnews mengemukakan, kegiatan gelar karya menampilkan hasta karya melukis, bingkai foto, karya tanah liat, hiasan tempat alat tulis, kuda lumping dari kardus dan masih banyak yang lain. 

Menurut dia, kegiatan ini sudah menjadi ajang rutin unjuk karya di akhir tahun pelajaran. Kurikulum merdeka saat ini dipadukan dengan khas Karakter Kemarsudirinian salah satunya adalah cinta alam tersaji dalam pembelajaran karya siswa yang memanfaatkan benda di sekitar lingkungan sehari-hari siswa. 

“Kurikulum terus berubah yang hingga saat ini menuju ke kurikulum merdeka, tentu sekolah-sekolah Katolik terkhusus SD Marsudirini akan memadukan khas Kemarsudirinian. Ditambah pula karya seni siswa menuju ke budaya Jawa sebagai visioner pelestari budaya jawa bagi sekolah,” kata Oktaf.  

Bagi Rosa Kristiana Widyaningsih orangtua Felicia Nadine Prabaswari siswa kelas 1B, mengikuti menyanyi band, paduan suara, dan flashmob/gerak bersama jaranan adalah hal menyenangkan bagi putrinya. Hal ini menguatkan dan memotivasi orangtua untuk memberi ruang kreasi kepada anak-anak untuk terbiasa mengembangkan talenta dan bakat. 

Dia berharap, ke depan SD Marsudirini terus menciptakan ruang baru bagi kreasi anak-anak baik di bidang seni, olahraga, pengetahuan dengan kolaborasi lembaga luar sekolah sehingga dapat menciptakan karya bersama yang kreatif. (*/mar)