bernasnews – Sekolah Dasar Negeri Petinggen Yogyakarta melaksanakan Tes Pendalaman Materi (TPM) sebagai upaya mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi Asesmen Standarisasi Penilaian Daerah (ASPD) Tahun Ajaran 2022/2023.
“TPM dilaksanakan empat kali, dan Senin ini merupakan pelaksanaan hari pertama pada TPM yang ke-empat. Pelaksanaan TPM ke-empat sudah menerapkan fasilitator atau pengawas silang dari sekolah lain. Saat ini, SD Negeri Petinggen mempunyai 301 peserta didik, 19 tenaga pendidik dan enam tenaga kependidikan,” kata Kepala SD Negeri Petinggen Susilastuti, S.Pd.Jas. kepada bernasnews di sekolah setempat, Jalan AM Sangaji No. 61, Karangwaru, Tegalrejo, Yogyakarta, Senin (8/5/2023).
Tambahan jam pelajaran
Dalam mempersiapkan ASPD, lanjut Susilastuti, SD Negeri Petinggen melaksanakan berbagai upaya, mulai dengan melaksanakan tambahan jam pelajaran khusus tiga mata pelajaran yang akan diujikan, juga mengkondisikan fisik maupun mental peserta didik kelas 6.
“Suasana yang menyenangkan dalam proses pembelajaran wajib diterapkan oleh semua guru di kelas, dan menerapkan empat area perubahan dalam Gerakan Sekolah Menyenangkan atau GSM,” kata dia.
Keempat area perubahan dalam GSM itu, pertama adalah menciptakan lingkungan belajar positif di kelas dengan mendesain ruang kelas yang nyaman dan menyenangkan sehingga memotivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.
Kedua, melaksanakan pembelajaran berbasis penalaran, peserta didik tidak hanya diberi hafalan, tetapi anak diajak berpikir logis dan analitis, yang bertujuan mempermudah anak-anak mempelajari berbagai persoalan.
Ketiga, keterhubungan sekolah dengan berbagai pihak, dengan orang tua siswa, masyarakat sekitar dan stakeholders terkait guna bekerjasama mewujudkan visi misi sekolah.
Keempat, pembelajaran emosi social atau kesadaran diri, pembelajaran secara kolaboratif seluruh warga sekolah untuk memberi pemahaman dan kemampuan untuk mengelola emosi/kesadaran diri peserta didik.
“Empat area perubahan ini akan mewujudkan wellbeing pada semua warga sekolah khususnya peserta didik, yaitu rasa bahagia, puas, aman, nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah,” lanjutnya.
Menurut Susilastuti, S.Pd.Jas., ASPD memang bukan segala-galanya bagi peserta didik, karena tidak semua peserta didik unggul di bidang akademis. Oleh karenanya, sekolah ini tetap menggali potensi-potensi non akademis dari peserta didik dengan kegiatan ekstrakurikuler karawitan, seni musik angklung, seni tari, pramuka, Taman Pendidikan Al-Quran, dan Bahasa Inggris.
“SD Negeri Petinggen juga sudah banyak meraih prestasi baik di bidang akademik, olahraga, seni dan budaya dari tingkat kemantren sampai tingkat nasional,” kata dia. (mar)












