Opini  

Keramahan dan Senyum Sangat Diperlukan dalam Bisnis

Z. Bambang Darmadi, Wartawan Senior. (Foto: Dok. Pribadi)

bernasnews — Senyum dan ramah.? Ya.  Senyum dan ramah. dua kata ini bisa menjadi bermakna bila suatu organisasi mampu menjadikan budaya atau kebiasaan.  Banyak cara dalam menjalankan organisasi, baik organisasi yang bergerak dalam bidang jasa, maupun organisasi di bidang bisnis, bidang sosial dan bidang pelayanan yang lain. Keramahan dengan berbekal komunikasi verbal berupa senyum merupakan praktek yang sebenarnya mudah dilakukan oleh siapa saja, namun persoalannya adalah tidak semua orang mau belajar dengan senyum secara ramah. Konteks senyum bukanlah suatu yang memerlukan kajian yang detail dan teori-teori yang sulit. Perbuatan senyum merupakan praktek yang sebenarnya mudah dilakukan oleh siapa saja, namun persoalannya adalah tidak semua orang mau belajar dengan senyum yang baik dan tulus.

Sayangnya tidak sedikit para pelaku bisnis dan organisasi yang sudah merasa bisnisnya atau organisasinya berjalan baik dan laku laris manis mengapa harus dengn keramahan. Aspek senyuman (keramahan) kadang kala masih kurang mendapat perhatikan secara serius, baru terasa kalau banyak pelanggan atau pembeli pindah ke tempat lain, lalu sangat perlu melakaukan perbaikan pelayanan pada pelanggan. Sebenarnya situasi seperti ini tidak perlu terjadi manakala para pelaku bisnis menyadari bahwa pembeli, pelanggan adalah bagian dari kehidupan dan bagian roh dan nyawa dalam kehidupan bisnis.

Mengapa bisa demikian.? Menurut hemat saya karena memang belum banyak konteks senyuman yang baik  dan ramah ini menjadi budaya dalam organisasi, baik organisasi yang bergerak di bidang dalam bisnis maupun di bidang jasa, yang semestinya harus diberikan pada pembeli, pengguna jasa yang memerlukan pelayanan.  Akan tetapi dari yang belum banyak ini,  ada salah satu pelaku jasa kesehatan atau pelayanan kesehatan yang sudah  mempraktekan aspek ini. Sebagai contoh hampir tiap bulan sekali bahkan bisa dua kali dalam satu bulan saya periksa atau berobat di “Klinik Mediska” milik PT KAI yang berada di Jalan. Wongsodirjan Yogyakata. Begitu sampai halaman parkir Bapak SAT-PAM dengan cepat siap mengarahkan tempat parkir dengan senyum nan ramah. Begitu masuk klinik, demikian juga para perawat yang melayani pendaftaran dengan ramah, senyum dan santun melayani setiap pasien yang datang dengan penuh gembira.

Satu persatu pasien mendapat nomor antrian dan satu persatu juga, pasien mendapat giliran masuk periksa atau konsutasi, termasuk saya yang pada Rabu 29 Maret 2023 juga periksa. Begitu dipersilakan duduk oleh dokter, dengan senyum dan ramah dokter bertanya tentang sakit atau keluhan yang dialami pasien. Begitu sabarnya dan ramahnya para dokter yang berkarya di Klinik Mediska ini, baik dokter umum maupun dokter gigi dan bahkan semua perawat yang ada. Cara pelayanan  semacam inilah yang mesti harus terus dirawat dan ditingkatkan supaya para asien yang datang senang dan bahkan berkurang sakitnya sebelum diobati oleh dokter karena memperoleh keramahan dari semua yang ada di Klinik Medista ini.

Konteks pelayanan dengan senyuman yang ramah ini perlu diikuti dengan kesabaran melayani, karena ada pasien yang memang memiliki pribadi, keinginan yang berbeda. Yang lebih penting senyum harus dengan iklas lahir dan batin, jangan senyum dengan dibuat-buat, tetapi senyumlah dengan hati dan harus keluar dari sanubari yang sangat dalam. Karena melakukan pelayanan dengan senyum sebenarkan juga ibadah, selain dapat banyak pahalanya, sebab orang yang dilayani merasa ada keteduhan dan senang hatinya. Terima kasih Ibu dan Bapak Dokter. (Z. Bambang Darmadi, Wartawan Senior)