Pesan Seorang Guru kepada Murid pada Hari Pendidikan Nasional

BERNASNEWS.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei 2020, di SMA BOPKRI I (Bosa) Yogyakarta, dilakukan dengan unik dan istimewa. Tidak ada upacara bendera atau upacara-upacara yang mengumpulkan banyak orang di satu tempat, seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun Kepala SMA Bosa Drs Andar Rujito MH, menyampaikan pesan kepada seluruh siswa secara online.

Dalam pesan berjudul Surat untuk Siswa SMA Bosa itu, Andar Rujito mengingatkan bahwa hari ini, 2 Mei 2020, adalah Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Pada tahun-tahun sebelumnya, setiap merayakan Hardiknas disemarakkan dengan mengadakan berbagai kegiatan di sekolah. Ada upacara, berbagai lomba dan kegiatan lain yang diikuti oleh semua peserta didik dengan penuh antusias.

Namun, pelaksanaan Hardiknas kali ini, kita harus tetap berada di rumah. Akibat pandemi Covid-19, kita harus melakukan social distancing atau physical distancing. Dalam merayakan Hardiknas kali ini, kita semua diajak menggunakan momentum ini untuk melakukan refleksi diri atau merenungkan tentang apa dan bagaimana mengaktualisasikan nilai-nilai pendidikan dalam diri kita, lebih-lebih dalam menghadapi situasi yang memprihatinkan seperti sekarang ini.

Menurut Andar Rujito, pendidikan pada hakekatnya merupakan upaya sadar untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia menuju keutamaan. Pendidikan adalah upaya menuju keutamaan,, sebuah gerakan perubahan mewujudkan pribadi-pribadi manusia yang bermartabat. Karena itu, isi dan muara pendidikan harus konsisten mengacu pada pengembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

Ketiganya harus tumbuh dan berkembang bersama dalam setiap pribadi kita. Tidak boleh kita terjebak hanya pada pengembangan satu aspek, misalnya hanya mengagung-agungkan aspek pengetahuan. Sungguh sangat tidak tepat menilai keberhasilan seseorang hanya karena kepandaian di bidang akademik.

“Mendasarkan pada uraian di atas, saya mengajak setiap pribadi dari kalian semua untuk meyakini bahwa pada dasarnya kalian semua memiliki kemampuan, potensi dan talenta untuk menjadi pribadi yang baik dan berhasil. Kalian memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri masing-masing. Karena itu kalian harus punya keyakinan dan percaya diri bahwa kalian itu bisa. Jangan pernah merasa takut, rendah diri, apalagi menjadi pesimis,” kata Andar Rujito.

Mengutip hasil riset dari Thomas J Stanley, Andar Rujito menyebutkan bahwa dari 100 faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang, di urutan 1-10 atau faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan seseorang adalah 1. Kejujuran (Being honest with all people); 2. Disiplin keras (Being well-disciplined); 3. Mudah bergaul (Getting along with people); 4. Dukungan pendamping (Having a supportive); 4. Dukungan dari pasangan (Having a supportive spouse); 5. Kerja keras (Working harder than most people); 6. Kecintaan pada yang dikerjakan (Loving my career/ business); 7. Kepemimpinan (Having strong leadership qualities); 8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/personality); 9. Hidup teratur (Being very well-organized); 10. Kemampuan menjual ide (Having an ability to sell my ideas/products).

“Dengan mengacu hasil riset tersebut, saya mengajak kalian semua untuk bisa mengembangkan talenta dan karakter secara optimal. Kalian semua harus optimis dan percaya bisa menjadi orang-orang hebat, sukses dan bermanfaat. Percayalah bahwa kalian bisa. Karena ketika kalian percaya bisa, maka kalian benar-benar akan bisa,” kata Andar Rujito meyakinkan.

Dalam memperingati Hardiknas kali ini, ia juga mengajak para siswa untuk mengembangkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai keutamaan dengan menjadi pribadi yang bermanfaat dan bertanggung jawab kepada sesama.

“Kembangkan sikap empati dan kepedulian terhadap orang lain. Lakukan perbuatan menolong atau membantu oang yang sedang dalam kesusahan dan kesulitan. Seberapa yang kita mampu, lakukan itu. Jangan berdiam diri apalagi menjadi buta nurani terhadap lingkungan. Sungguh kita prihatin, dalam situasi seperti ini ada juga orang yang bersifat egois, tidak mau peduli kepada orang lain. Bahkan tidak sedikit orang yang mencari keuntungan tidak sebagaimana mestinya di tengah-tengah kesedihan dan keterpurukan orang lain. Saatnya bagi kita untuk mununjukkan hati nurani kemartabatan manusia, dengan saling peduli, saling berbagi, saling menolong sesama kita. Wujudkan kebersamaan kasih sebagai anak bangsa. Mari lakukan sesuatu yang bermanfaat bagi sesama kita, bersama orang lain wujudkan kualitas hidup masyarakat yang baik, penuh rasa aman, kedamaian dan kebahagiaan bersama. Itulah makna pendidikan yang sesungguhnya,” kata Andar Rujito.

Dikatakan, pada saat merayakan Hardiknas kali ini, bersamaan juga telah disampaikan pengumuman kelulusan untuk siswa kelas 12. “Puji Tuhan, karena dari 221 siswa, semuanya dinyatakan LULUS! Tentu ini merupakan kegembiraan bagi kita semua. Karena itu saya mengucapkan selamat berbahagia kepada anak-anakku kelas 12. Sungguh saya bangga pada kalian semua. Setelah hampir 3 tahun kalian semua menjadi bagian aktifitas pendidikan di SMA Bosa, tibalah saatnya kalian harus meninggalkan sekolahmu. Terima kasihlah kepada orangtuamu, kepada gurumu, kepada orang-orang yang selama ini mendukungmu dan mencintaimu,” kata Andar.

Andar percaya ada suka cita atas peristiwa ini, tetapi di sisi lain ada juga sedih dan keprihatinan. Tidak saja karena anak-anak harus segera meninggalkan sekolah dan berpisah dengan teman-teman semua, tetapi juga karena sukacita mereka hari ini berada dalam situasi harus tetap tinggal di rumah akibat pandemi Covid-19. Kita semua juga merasakan sedih karena tidak memungkinkan diadakannya acara wisuda penyerahan purna siswa.

“Dalam kaitan ini saya berharap kalian ikhlas, sabar dan tetap bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Secara khusus, sekolah juga akan membuat surat penyerahan kembali kepada Bapak/Ibu orangtua atau wali. Dengan selesainya pendidikan di Bosa tidak berarti selesai pula perjalanan dan perjuangan hidup. Justru di depan sudah terbuka jalan yang akan mengantarkan tahapan kehidupan berikutnya menuju tercapainya harapan dan cita-cita kalian bersama,” kata Kepala SMA Bosa.

“Tentu, saya bersama segenap bapak/ibu guru dan karyawan akan selalu mendoakan kalian semua. Kami percaya, kalian semua bisa menjadi orang hebat, menjadi pemenang kehidupan. Jadilah orang yang bermanfaat, tidak saja bagi diri dan keluarga kalian, tapi bermanfaat juga bagi sesama terlebih untuk kemuliaan Tuhan,” katanya.

Andar Rujito juga memohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan selama ini. “Tinggalkan dan kenanglah kami dengan hal-hal yang manis dan berkesan. Terus jalin komunikasi dengan teman-temanmu juga. Raihlah mimpimu, kami semua mendoakanmu,” pesan Andar dengan nada harus.

Sementara anak-anak kelas 10 dan kelas 11, menurut Andar, sudah beberapa minggu ini pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh/ e learning. Kondisi seperti ini akan terus diberlakukan sampai keadaan memungkinkan atau kembali normal. Tentu model pembelajaran online seperti ini tidak dapat mengembangkan seluruh potensi diri secara menyeluruh dan maksimal. Lagi pula, bisa terjadi ada yang mulai jenuh, bosan dan tidak lagi semangat.

“Karena itu saya mengajak kalian semua untuk mensikapi hal ini dengan tetap sabar dan ikhlas. Mari bersama kita bangun terus semangat untuk belajar. Kita lakukan komunikasi dan relasi antar warga sekolah dengan membagi suka cita, bertebar senyum dan saling menguatkan di antara kita. Karena itu jangan kehilangan semangat, ayo terus kobarkan semangatmu. Ikuti semua kegiatan pembelajaran dengan penuh antusias. Sebentar lagi akan ada kenaikan kelas, siapkan itu semua dengan baik. Tetaplah belajar dan bangun relasi harmonis dengan keluargamu, juga dengan teman-teman,” kata Andar Rujito mengingatkan.

Ia mengajakanak-anak agar melanjutkann tahapan kehidupan ini dengan tetap semangat dan mengisi hari-hari ke depan dengan sesuatu yang baik dan bermanfaat. “Mari kita tetap optimis dan libatkan Tuhan dalam segala perkara. Selamat hari pendikan nasional. Terima kasih, Tuhan memberkati!” ucap Andar Rujito. (lip)