BERNASNEWS.COM — Kualitas lulusan perguruan tinggi sangat ditentukan oleh tiga hal yakni kurikulum, sumber daya dan manejemen. Kurikulum yang didisain baik harus diikuti dengan ekseksusi, konten dan menghasilkan sikap yang baik, pengetahuan dan ketrampilan yang memadai serta responsif/futuristik.
Sementara sumber daya menyangkut kualitas dosen dan tenaga kependikan yang mampu menerapkan/mengimplementasikan kurikulum, infrastruktur yang memadai, kemampuan finansial serta regulasi yang mendukung. Sedangkan manajemen menyangkut nilai pijakan, konteks dan strategi atau pendekatan yang tepat.

“Bila ketiga hal tersebut dipenuhi maka kualitas lulusan akan terjamin,” kata Prof Fathul Wahid ST MSc PhD, Sekteraris Umum Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) dalam workshop dengan tema Studi Pelacakan Alumni dan Internasionalisasi Perguruan Tinggi di Ruang UBC Menara Iqra Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (19/2/2020).
Workshop yang berlangsung dua hari, 19-20 Pebruari 2020 dan diikuti puluhan pimpinan PTS anggota BKSPTIS itu dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas akademik perguruan tinggi, khususnya dalam merespons paket kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Menurut Prof Fathul Wahid yang juga Rektor UII itu, ciri dari kualitas lulusan perguruan tinggi di masa depan adalah berwatak luhur yakni relijgious dan nasionalis yang menghormati keberagaman dan memiliki pemahaman lintas budaya. Selain itu, menguasai disiplin ilmu pilihan, lihai berteknologi dalam arti adaptif terhadap perkembangan teknologi serta menguasai bahasa internasional untuk mengakses perkembangan mutakhir dan membangun jaringan serta kreatif yakni melihat dari perspektif yang beragam dan antikelaziman.
Selain Fathul Wahid, pada sesi studi pelacakan alumni juga menghadirkan narasumber Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni UII Dr Drs Rohidin SH M.Ag dan Direktur Pengembangan Karier & Alumni UII Abdurrahman Al-Faqiih SH MA LLM.
Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Unismuh Makassar yang diwakili Rektor Prof Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM dan UII yang diwakili Rektor Prof Fathul Wahid ST MSc PhD dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Prof Fathul Wahid, peran perguruan tinggi swasta untuk bangsa dan negara selama ini luar biasa. Bahkan ketika negara belum hadir di setiap pelosok Nusantara, PTS sudah hadir mencerdaskan anak bangsa. “Karena itu, PTS maju maka Indonesia juga akan maju,” kata Prof Fathul Wahid.
Hal yang sama disampaikan Rektor Unismuh Makassar Prof Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM. Dikatakan, peran PTS, termasuk Unismuh Makassar sangat besar dalam ikut mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Ini terbukti, selama 50 tahun usia Unismuh telah banyak menghasilkan lulusan dari berbagai disiplin ilmu yang ada di Unismuh. Bahkan Unismuh menjadi pergurun tinggi swasta terbesar di kawasan Timur Indonesia yang berperan mendidik mahasiswa yang berasal dari hampir semua provinsi yang ada di Indonesia.
Prof Abdul Rahman Rahim pun berterima kasih kepada BKSPTIS yang telah mempercayakan Unismuh Makassar untuk menjadi tuan rumah workshop yang berlangsung dua hari tersebut. (lip)











