bernasnews – Gaji Magang Nasional 2026 bisa mencapai hampir Rp6 juta per bulan sesuai UMK daerah. Simak besaran uang saku, syarat, jadwal, dan cara pencairannya.
Buat lulusan baru yang lagi berburu pengalaman kerja, Program Magang Nasional 2026 bisa jadi kesempatan yang sayang untuk dilewatkan. Selain mendapat pengalaman langsung di dunia kerja, peserta juga akan menerima uang saku setiap bulan yang nominalnya mengikuti upah minimum di daerah tempat magang.
Program yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui platform MagangHub ini resmi membuka Batch 1 Angkatan 2 mulai Rabu, 15 Juli 2026. Pemerintah bahkan menargetkan sebanyak 150.000 lulusan perguruan tinggi bisa mengikuti program ini hingga akhir tahun.
Tak sedikit calon peserta yang penasaran, sebenarnya berapa uang saku yang diterima selama mengikuti Magang Nasional 2026?
Nominal Uang Saku Mengikuti UMK Lokasi Magang
Besaran uang saku peserta tidak dibuat sama rata. Pemerintah menetapkannya berdasarkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) atau Upah Minimum Provinsi (UMP) sesuai lokasi perusahaan tempat peserta menjalani pemagangan.
Artinya, peserta yang ditempatkan di daerah dengan UMK tinggi berpeluang menerima uang saku lebih besar dibandingkan daerah lain.
Mengacu pada Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 65 Tahun 2026 tentang Besaran Bantuan Pemerintah Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Tahun 2026, besaran uang saku peserta berada pada kisaran sekitar Rp2 jutaan hingga hampir Rp6 juta per bulan.
Sebagai gambaran, berikut kisaran uang saku di berbagai wilayah Indonesia.
Pulau Sumatera
- Aceh: Rp3.932.552
- Sumatera Utara: Rp3.228.949–Rp4.335.198
- Sumatera Barat: Rp3.182.955
- Riau: Rp3.783.053–Rp4.431.175
- Jambi: Rp3.471.497–Rp3.868.963
- Sumatera Selatan: Rp3.942.963–Rp4.192.837
- Bengkulu: Rp2.827.250–Rp3.217.086
- Lampung: Rp3.047.734–Rp3.491.889
- Kepulauan Bangka Belitung: Rp4.035.000
- Kepulauan Riau: Rp3.879.520–Rp3.841.000
Pulau Jawa
- DKI Jakarta: Rp5.729.876
- Jawa Barat: Rp2.316.191–Rp5.999.443
- Jawa Tengah: Rp2.327.813–Rp3.701.709
- DI Yogyakarta: Rp2.468.378–Rp2.827.000
- Jawa Timur: Rp2.438.962–Rp5.288.796
- Banten: Rp3.100.881,40
Bali dan Nusa Tenggara
- Bali: Rp3.207.459–Rp3.791.003
- Nusa Tenggara Barat: Rp2.712.254–Rp3.136.468
- Nusa Tenggara Timur: Rp2.455.898
Kalimantan
- Kalimantan Barat: Rp3.054.552–Rp3.561.801
- Kalimantan Tengah: Rp3.710.097–Rp4.093.072
- Kalimantan Selatan: Rp3.725.000–Rp3.736.053
- Kalimantan Timur: Rp3.776.998–Rp4.391.338
- Kalimantan Utara: Rp3.775.243
Sulawesi
- Sulawesi Utara: Rp4.002.630
- Sulawesi Tengah: Rp3.179.565–Rp4.408.209
- Sulawesi Selatan: Rp3.921.088–Rp4.148.719
- Sulawesi Tenggara: Rp3.306.496–Rp3.688.130
- Gorontalo: Rp3.405.144
- Sulawesi Barat: Rp3.315.934–Rp3.363.847
Maluku
- Maluku: Rp3.334.490–Rp3.381.255
- Maluku Utara: Rp3.510.240
Papua
- Papua Barat: Rp3.841.000
- Papua: Rp4.436.283
- Papua Tengah: Rp4.285.848
- Papua Pegunungan: Rp4.508.714
- Papua Selatan: Rp4.508.100
- Papua Barat Daya: Rp3.766.000
Nominal tersebut merupakan acuan sesuai ketentuan yang berlaku. Besaran yang diterima peserta nantinya mengikuti lokasi perusahaan tempat magang berlangsung.
Pemerintah Targetkan 150 Ribu Peserta
Melalui MagangHub, pemerintah menargetkan 150.000 peserta mengikuti Program Magang Nasional 2026.
Kuota tersebut dibagi menjadi tiga gelombang, dengan masing-masing gelombang menyediakan kesempatan bagi 50.000 peserta. Untuk mendukung pelaksanaannya, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp4,2 triliun.
Program ini ditujukan bagi lulusan D3, D4, maupun S1 agar memiliki pengalaman kerja sebelum memasuki dunia profesional.
Cara Pencairan Uang Saku
Setelah dinyatakan lolos dan mulai menjalani magang, uang saku akan disalurkan melalui beberapa tahapan.
Pertama, data kehadiran peserta direkap dan diverifikasi melalui aplikasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) MagangHub. Setelah itu dilakukan pengajuan pencairan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
Instruksi penyaluran kemudian diteruskan ke bank penyalur yang terdiri dari Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI. Selanjutnya uang saku akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing peserta sesuai kebijakan operasional bank.
Syarat Mengikuti Magang Nasional 2026
Calon peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan sebelum mendaftar, yaitu:
- Lulusan perguruan tinggi jenjang D3, D4, atau S1.
- Fresh graduate atau maksimal lulus satu tahun sebelumnya.
- Bersedia mengikuti program magang selama enam bulan.
- Berusia maksimal 27 tahun.
Jadwal Lengkap Batch 1
Berikut tahapan pelaksanaan Program Magang Nasional 2026 Batch 1:
- Pendaftaran perusahaan, instansi pemerintah, dan lembaga negara independen: 29 Juni–15 Juli 2026.
- Pendaftaran peserta: 15–28 Juli 2026.
- Seleksi peserta oleh penyelenggara: 29 Juli–5 Agustus 2026.
- Pengumuman peserta lolos: 7 Agustus 2026.
- Hari pertama pelaksanaan magang: 10 Agustus 2026.
Dengan adanya uang saku yang mengikuti standar upah minimum daerah, pengalaman kerja selama enam bulan, serta sertifikat setelah program selesai, Magang Nasional 2026 menjadi salah satu peluang yang patut dipertimbangkan oleh para lulusan baru yang ingin memulai karier profesional.***












