News  

Kunjungan Wisata Kulon Progo Melonjak 64 Persen pada Semester I 2026, PAD Tembus Rp5,1 Miliar

Ilustrasi | Sektor pariwisata Kabupaten Kulon Progo mencatatkan lonjakan kunjungan wisatawan sebesar 64,26 persen pada Semester I 2026. (Ist)

bernasnews – Sektor pariwisata Kabupaten Kulon Progo kembali menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Setelah menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas wisata di Bumi Binangun kini meningkat secara signifikan.

Arus wisatawan yang terus mengalir ke berbagai destinasi turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Data dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo mencatat jumlah kunjungan wisatawan selama Semester I Tahun 2026 mencapai 1.584.378 orang.

Angka tersebut melonjak sebesar 64,26 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebanyak 964.562 wisatawan.

Peningkatan kunjungan ini berdampak langsung pada para pelaku usaha wisata. Kawasan wisata, desa wisata, pelaku UMKM, hingga sektor kuliner, penginapan, dan jasa transportasi ikut merasakan dampak ekonomi dari bertambahnya jumlah pengunjung.

Tren positif ini terlihat konsisten dalam tiga bulan terakhir. Pada April 2026, jumlah kunjungan wisatawan tercatat sebanyak 259.933 orang. Angka ini naik menjadi 280.286 wisatawan pada Mei, dan mencapai puncaknya pada Juni 2026 dengan total 321.915 wisatawan.

Pertumbuhan yang stabil dari bulan ke bulan menjadi indikator bahwa daya tarik Kulon Progo makin kuat di mata publik.

Realisasi PAD Pariwisata Lampaui Target Semester I

Peningkatan volume wisatawan berdampak langsung pada penerimaan daerah melalui retribusi objek wisata.

Dari total target PAD sektor pariwisata tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp7.827.461.229, hingga akhir Semester I telah terealisasi sebesar Rp5.108.395.000 atau sekitar 63,35 persen dari target tahunan.

Capaian tersebut berhasil melampaui target pendapatan Semester I yang dipatok sebesar Rp4.089.386.000. Dengan realisasi yang menyentuh angka 124,92 persen, pendapatan paruh pertama ini melampaui target berkala sebesar 24,92 persen.

Jika dibandingkan dengan realisasi Semester I Tahun 2025 yang berjumlah Rp3.242.598.000, penerimaan sektor pariwisata pada Semester I Tahun 2026 ini tumbuh sebesar 57,50 persen.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Sutarman, menyatakan bahwa capaian ini membuktikan sektor pariwisata daerah berada di jalur yang tepat untuk memenuhi target akhir tahun.

Ia menyebutkan beberapa faktor pendorong performa positif ini, di antaranya adalah meningkatnya mobilitas masyarakat yang didukung oleh aktivitas Embarkasi dan Debarkasi Haji di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

Selain itu, momentum libur nasional, libur sekolah, serta strategi promosi kolaboratif ikut andil dalam memperluas jangkauan pasar.

“Peningkatan kunjungan wisatawan pada Semester I Tahun 2026 merupakan capaian yang patut disyukuri. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelaku wisata, baik pengelola destinasi wisata retribusi, pengelola desa wisata, pelaku kuliner, UMKM, maupun dunia usaha yang telah bersama-sama mendukung kemajuan pariwisata Kulon Progo sehingga kunjungan wisatawan dan pendapatan retribusi terus menunjukkan tren positif,” ujar Sutarman.

Strategi Mempertahankan Tren Positif

Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo untuk tidak mengendurkan upaya pengembangan. Menghadapi paruh kedua tahun 2026, sejumlah program strategis telah disiapkan guna menjaga konsistensi pertumbuhan ini.

Sutarman menegaskan pihaknya akan terus mengoptimalkan mutu pelayanan di destinasi wisata, memperkuat strategi pemasaran, membina desa wisata, serta menyelenggarakan berbagai agenda pariwisata secara kolaboratif bersama pelaku usaha.

“Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan destinasi wisata, memperkuat promosi, serta mempererat kolaborasi seluruh stakeholder dalam membangun sektor pariwisata. Harapannya, pariwisata Kulon Progo terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” kata Sutarman.

Melihat capaian paruh pertama yang berhasil melampaui target, pemerintah daerah optimistis bahwa target kunjungan dan PAD sektor pariwisata hingga akhir tahun 2026 memiliki peluang besar untuk tercapai sepenuhnya. (Eln)